Prabowo Beri Lampu Hijau Sikat Anak Buah yang Salah, Ini Respon KPK
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta. Strategynews.id – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernah didatangi oleh KPK, yang membawa laporan akan menindak anak buahnya. Presiden mengatakan saat itu juga mempersilakan KPK melakukan penindakan dengan catatan harus sudah memiliki bukti yang kuat terhadap kesalahan anak buahnya.
Merespons cerita presiden, pihak KPK pun memberikan penjelasan. Jubir KPK Budi Prasetyo mengatakan sikap presiden dalam pernyataannya bisa dianggap sebagai dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi.
“KPK memandang hal itu sebagai bentuk kepercayaan dan dukungan penuh Bapak Presiden terhadap upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK, dengan tetap menempatkan setiap proses penegakan hukum berdasarkan bukti dan ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Budi saat dimintai tanggapan, Kamis (17/9/2026).
Budi menyebut KPK juga memandang pernyataan presiden itu sebagai ‘lampu hijau’ terhadap langkah penegakan hukum yang akan dilakukan. Dia pun percaya presiden melalui pernyataannya itu memberi pesan agar penyelenggaraan pemerintah bisa berjalan efektif ketika ada upaya ‘bersih-bersih’ dari perbuatannya yang merugikan setiap pembantu presiden.
“Sebab, korupsi bukan hanya masalah hukum. Korupsi memiliki dampak yang jauh lebih luas terhadap kualitas pembangunan dan kehidupan masyarakat,” jelas Budi.
Budi juga memberi contoh, dalam sektor pelayanan publik, korupsi dapat menggeser prinsip pelayanan yang seharusnya inklusif, adil, mudah, murah, dan cepat.
Menurutnya, pada saat proses pelayanan publik disusupi praktik korupsi, potensi yang ada tidak lagi ditentukan oleh kebutuhan dan hak masyarakat, tetapi oleh kemampuan atau kesediaan untuk membayar.
“Pada akhirnya, masyarakat yang seharusnya mendapatkan pelayanan secara setara justru harus menanggung biaya yang lebih mahal,” imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan mencopot anggota kabinet salah satunya karena kesalahan yang harus dipertanggungjawabkan. Dia menceritakan KPK pernah mendatangi dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum menindak anak buahnya.
“Jadi nanti nanti ada reshuffle saya kira antara yang lain mungkin untuk mempromosikan orang, ya, tentunya kita organisasi ini kita selalu mencari orang yang tepat di tempat yang tepat, ya, kompeten. Dan kalau ada yang mungkin dia tidak cocok di tempat itu ya kita harus, tadi, mampu mengganti orang yang benar. Atau dia sendiri yang ada masalah, ya kita tidak bisa menghindari kan,” kata Prabowo dalam Program ‘Prabowo Menjawab’, Rabu (16/9).
Prabowo mengatakan penyidik KPK pernah membicarakan dirinya dan menginformasikan kasus yang menjerat pejabat tertentu. Penyudik KPK, tutur Prabowo, menanyakan apakah menahan pejabat tersebut.
“Seperti saya nggak tau, ada, tahu-tahu KPK ada datang ke saya bilang, ‘Pak, ini…’, ya kan. ‘Pejabat ini begini, begini, begini’. Ya bagaimana saya ya kan. ‘Apa kami untuk menahannya?'” ujarnya.
Prabowo mengaku mempersilakan KPK menindak anak buahnya jika ditemukan bukti hukum. Dia mengungkit kasus yang menjerat salah satu wakil menterinya.
“‘Kamu ada bukti? Kalau ada bukti silakan’, saya bilang. Tahu-tahu ada kejadian ya. Ada, wamen saya, ya itu tanggung jawab dia,” lanjut Prabowo.
- Penulis: Redaksi
