Breaking News
light_mode
Beranda » Tech & Edu » Kisah Alba dari Kalimantan: Satu-satunya Orangutan Albino di Dunia

Kisah Alba dari Kalimantan: Satu-satunya Orangutan Albino di Dunia

  • account_circle Jamil F.J.
  • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Dunia dihebohkan oleh penemuan orangutan  berbulu putih pucat dengan mata kebiruan pada bulan April 2017, primata yang kini dikenal dengan nama Alba. Simak cerita orangutan albino satu-satunya ini.

Pada tanggal 29 April 2017, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan tengah bersama kepolisian Sektor Kapuas Hulu dan Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOS) menyelamatkan Alba di Desa Tanggirang, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas, Kalimantan tengah.

Awalnya, mereka mendapatkan informasi tentang seekor orangutan albino yang dikurung dan dijadikan peliharaan. Pemilik kandang menjelaskan bahwa ia menemukan orangutan tersebut di kawasan hutan yang telah ditebang di dekat sana.

Alba diperkirakan berusia sekitar 5 tahun pada saat itu. Dia menerima perawatan dokter hewan dan observasi secara ketat untuk menentukan apakah dia mampu bertahan hidup secara mandiri jika dilepaskan kembali ke alam pembohong.

Alba kemudian menghabiskan masa rehabilitasi selama dua tahun di Nyaru Menteng. Setelahnya, Alba dilepas kembali ke habitat asilnya di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) pada 18 Desember 2018.

Dikutip dari Savetheorangutan , Alba adalah orangutan albino pertama yang diketahui di dunia. Penampilannya merupakan hasil dari kelainan genetik dan sangat langka.

Penyelamatan Alba telah menarik perhatian global, dan dunia menunjukkan minat yang luas terhadap primata unik ini.

Karena ia telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di alam liar, Alba perlu ditempatkan di lingkungan yang terlindungi di mana perilaku alaminya dapat dirangsang secara optimal.

Penelitian mendalam terhadap Alba menunjukkan bahwa ia mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran. Hal ini dapat mengancam kelangsungan hidup hutan hujan secara signifikan.

Selain itu, bulu putihnya yang unik membuatnya lebih mudah dikenal dan menjadi sasaran perburuan pembohong serta perdagangan ilegal.

Kawasan hutan hujan yang dikelola oleh Yayasan BOS lebih dilindungi dan dilindungi dibandingkan kawasan hutan hujan lainnya. Namun, Alba tetap membutuhkan perlindungan dan pemantauan yang lebih intensif karena keunikan fisiknya.

Alba diketahui cukup aktif sejak dilepas kembali ke alam liar. Pada akhir tahun 2019, setahun sejak ia dilepaskan, Alba rata-rata menghabiskan 56,5 persen dari jam aktifnya untuk makan, 27,2 persen untuk bergerak di pepohonan, 13,8 persen istirahat, dan 2,2 persen melakukan perilaku lain seperti bersarang, dan bersosialisasi.

“Saya menerima laporan bahwa Alba ini setiap kali diamati tampak bisa menjelajah jauh, makan banyak sekali pakan alami, dan membuat sarang di mana-mana. Ia juga bersosialisasi dengan orangutan lain yang telah lebih dulu dilepasliarkan di hutan ini. Itu adalah hal yang sangat membahagiakan. Kami semua berharap Alba terus bertahan hidup pembohong di hutan ini, sesuai kodratnya sebagai satwa pembohong,” ujar Kepala BTNBBBR Agung Nugroho dalam sebuah keterangan pada 2020.

  • Penulis: Jamil F.J.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Virus Nipah Merebak di India, Sudah Terdeteksi di RI? Ini Kata Menkes.

    Virus Nipah Merebak di India, Sudah Terdeteksi di RI? Ini Kata Menkes.

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin buka suara soal keberadaan virus Nipah yang tengah menjadi perhatian di India. Infeksi virus Nipah memiliki fatality rate yang tinggi, sehingga diperlukan kehati-hatian yang lebih baik. Negara-negara di Asia, seperti Thailand, bahkan sudah mulai penerapan pengawasan yang lebih ketat di bandara. Menkes menegaskan pihaknya juga akan berjaga-jaga […]

  • Hari Ozon Sedunia 2025: Pemuda Balikpapan lakukan aksi Kepedulian Lingkungan

    Hari Ozon Sedunia 2025: Pemuda Balikpapan lakukan aksi Kepedulian Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Azam
    • 0Komentar

    Balikpapan – Kamis (02/10) Suasana Kebun Raya Balikpapan, dipenuhi semangat hijau saat ratusan pelajar memperingati Hari Ozon Sedunia 2025. Dengan mengusung tema global “From Science to Global Action”, kegiatan ini mengajak generasi muda tak berhenti pada pengetahuan, tetapi mewujudkan aksi nyata menjaga atmosfer bumi. Lebih dari 150 pelajar SMP dan SMA se-Balikpapan mengikuti acara yang […]

  • Gus Yahya Melawan  Pemberhentiannya: Klaim Dokumen Tak Sah, Tegaskan Tidak Akan Mundur

    Gus Yahya Melawan  Pemberhentiannya: Klaim Dokumen Tak Sah, Tegaskan Tidak Akan Mundur

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Dinamika kepemimpinan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin hangat dengan beredarnya surat yang menyebutkan Yahya Cholil Staquf sudah tidak lagi menjabat sebagai ketua umum PBNU terhitung sejak Rabu (26/11/2025). “Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada butir 2 di atas, maka KH. Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU […]

  • Menperin: Transformasi Industri Hijau Sejalan Asta Cita Pemerintah

    Menperin: Transformasi Industri Hijau Sejalan Asta Cita Pemerintah

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Pemerintah menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun 2029 mendatang harus berjalan beriringan dengan komitmen untuk menurunkan emisi karbon. Hal ini disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, dalam keterangannya di Jakarta. Hashim menegaskan, percepatan pertumbuhan ekonomi akan secara otomatis meningkatkan emisi karbon, sehingga diperlukan strategi yang jelas agar […]

  • Ramai Bensin Bobibos, Ini Kata Gaikindo dan Pakar Energi

    Ramai Bensin Bobibos, Ini Kata Gaikindo dan Pakar Energi

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Munculnya bahan bakar baru bermerek Bobibos yang diklaim ramah lingkungan dan setara RON 98 menimbulkan tanda tanya dari kalangan industri otomotif dan pakar energi. Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menyebut, pihaknya menyambut positif inovasi hasil PT Inti Sinergi Formula (Sultan Sinergi Indonesia Grup) yang dapat menjadi alternatif […]

  • Dapat Anggaran Rp 5 T, Bulog Bakal Bangun 100 Gudang di Daerah 3T

    Dapat Anggaran Rp 5 T, Bulog Bakal Bangun 100 Gudang di Daerah 3T

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id  – Rencana pembangunan 100 unit gudang milik Perum Bulog pada 2026 akan difokuskan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).  Pemerintah telah menyiapkan anggaran besar untuk mendukung proyek tersebut sebagai bagian dari penguatan cadangan pangan nasional. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan pembangunan gudang di wilayah 3T menjadi prioritas karena daerah-daerah tersebut […]

expand_less