Berebut Takhta Keraton Surakarta: Tedjowulan vs Putra Mahkota
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Strategynews.id – Perebutan takhta Keraton Surakarta mencuat beberapa hari setelah SISKS Pakubuwono XIII Hangabehi wafat, pada Minggu (2/11) lalu.
Maha Menteri Keraton Surakarta, Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan mengklaim menjalankan fungsi ad interim Raja Keraton Surakarta sejak Pakubuwono XIII mangkat.
“Untuk sementara Maha Menteri akan menjalankan fungsi ad interim hingga penerus Pakubuwono XIII dinobatkan,” kata Tedjowulan.
Klaim tersebut didasarkan atas SK Menteri Dalam Negeri nomor 430-2933 Tahun 2017 tentang Penetapan Status dan Pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta.
Pada klausul kelima, yaitu Kasunanan Surakarta dipimpin oleh SISKS Pakubuwono XIII dan didampingi Maha Menteri KGPA Tedjowulan dalam melaksanakan pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Kota Surakarta.
Adik beda ibu dari Pakubuwono XIII itu mengakui adanya pihak yang mendorong nama tertentu untuk menjadi penerus takhta kerajaan. Namun ia menegaskan hingga saat ini ia belum menetapkan siapa yang akan menggantikan kedudukan Pakubuwono XIII sebagai raja.
“Walaupun ada yang sudah menyebutkan nama-nama, kami belum menetapkan siapa yang akan menjadi Raja Keraton Surakarta berikutnya,” kata Tedjowulan.
Ia berharap semua pihak menahan diri agar semua pihak menahan diri untuk menjaga kerukunan keluarga besar Keraton Surakarta.
“Saya akan mengumpulkan Para Putradalem (anak) SISKS Pakubuwono XII, yaitu saudara-saudara kandung SISKS Pakubuwono XIII, dan merangkul Putradalem SISKS Pakubuwono XIII untuk menyatukan pandangan tentang masa depan Karaton Surakarta,” kata dia.
Ikrar Putra Mahkota Jadi Pakubuwono XIV
Putra Mahkota Keraton Surakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunagoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram mendeklarasikan ikrar naik takhta Keraton Surakarta, Rabu (5/11).
Putra bungsu SISKS Pakubuwana XIII itu menyebut dirinya SISKS Pakubuwono XIV.
Ikrar tersebut diucapkan Hamangkunagoro usai membacakan pidato pelepasan jenazah SISKS Pakubuwana XIII. Ia mengucapkan terima kasih kepada para pelayat yang telah memberikan hormat kepada swargi.
Usai mengucapkan terima kasih, Hamangkunagoro melanjutkan pidatonya. Suaranya tiba-tiba berubah menjadi tegas saat membacakan ikrar.
“Saya, KGPAA Hamangkunagoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram, pada hari ini, Rabu Legi 14 Jumadil Awal tahun dal 1959, atau tanggal 5 November 2025, naik takhta Kasunanan Surakarta Hadiningrat dengan sebutan SISKS Pakubuwana XIV,” kata dia beberapa saat sebelum melepas kematian ayahnya.
Sebelumnya Anak tertua Pakubuwono XIII, GKR Timoer Rumbai mengatakan Putra Mahkota, KGPAA Hamangkunegoro akan menjalankan tugas-tugas raja selama masa transisi.
“Gusti Adipati (Hamangkunegoro),” kata Timoer saat ditanya siapa Raja ad interim, Selasa (4/11)
Putri dari pernikahan pertama Pakubuwana XIII itu menegaskan ayahnya telah menunjuk KGPAA Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra ing Mataram.
“Saya harus pertegas, Sinuhin (Pakubuwana XIII) sudah menunjuk dan melantik putra mahkota,” Tuturnya.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar