Breaking News
light_mode
Beranda » News » Bisnis » Kepala Bapanas: Produksi beras meningkat 4,1 juta ton tanpa impor

Kepala Bapanas: Produksi beras meningkat 4,1 juta ton tanpa impor

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Strategynews.id – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan proyeksi produksi beras meningkat hingga 4,1 juta ton hingga akhir 2025, tanpa adanya impor komoditas tersebut.

“Kami hitung selalu moderat. Tahun lalu, (arahan Presiden Prabowo Subianto) empat tahun swasembada, rencananya. Alhamdulillah, tinggal 1 bulan lagi. Sesuai BPS (Badan Pusat Statistik), produksi beras aman. Naik produksi 4,1 juta ton dan itu tertinggi sejak perubahan data BPS,” kata Amran dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Eskalasi produksi beras Indonesia di tahun 2025 ini yang melampaui capaian sebelumnya menunjukkan pemerintahan era Presiden Prabowo Subianto mulai membuahkan keberhasilan yang konkret. Hal itu dilanjutkan dengan kuatnya stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dipastikan tidak ada impor.

Disebutkan produksi padi setara beras di tahun 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, berkat kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memperkuat sektor pertanian dan kesejahteraan petani. Angka itu meningkat bila dibandingkan produksi tahun sebelumnya mencapai 30 juta ton lebih.

Ia menuturkan kondisi produksi dan stok beras saat ini sangat ideal untuk menjaga stabilitas pangan. Hingga akhir tahun, ia proyeksikan stok CBP dapat lebih dari 3 tahun dan menjadi capaian tertinggi pemerintah bersama Perum Bulog.

“Stok cadangan beras nasional kita, diproyeksikan menembus lebih dari 3 juta ton hingga akhir tahun. Ini juga tertinggi dalam 5 tahun terakhir,” ungkap Amran.

Dalam catatan Bapanas, stok akhir tahun CBP dalam 5 tahun terakhir masih berkisar di bawah 2 juta ton. Rinciannya di 2021 berada di 0,8 juta ton; 2022 di 0,3 juta ton; 2023 di 0,8 juta ton; dan mulai meningkat di 2024 dengan stok akhir CBP 1,8 juta ton. Sementara proyeksi stok akhir CBP di 2025 yang dapat berada lebih dari 3 juta ton akan melampaui torehan tersebut.

Selain itu, dalam 18 tahun terakhir, stok akhir CBP yang tanpa pasokan dari importasi juga belum pernah mencapai hingga lebih 3 juta ton. Tercatat di 2008 yang tak ada impor, stok akhir CBP berada di 1,1 juta ton.

Pasadař 2009 yang juga nihil impor, di akhir tahun menyisakan 1,6 juta ton. Sementara di 2019 sampai 2021 yang juga tidak ada impor beras, sampai akhir tahun stok CBP masing-masing di tiga tahun tersebut berada di angka 2,2 juta ton, 1,9 juta ton, dan 0,8 juta ton.

Untuk tahun ini, stok beras pemerintah sampai 7 November totalnya masih ada 3,923 juta ton yang terdiri dari CBP 3,743 juta ton dan komersial 180,1 ribu ton.

Dari itu, Bulog telah melakukan pengadaan dalam negeri sepanjang tahun ini sebanyak 3,264 juta ton yang terdiri dari 3,056 juta ton untuk CBP dan 208,4 ribu ton stok komersial.

Kemudian penyaluran CBP ke masyarakat melalui berbagai program mencapai 1,031 juta ton dan akan terus meningkat hingga penghujung tahun.

Program-program penyaluran CBP yang melalui penugasan dari Bapanas ke Bulog antara lain Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, bantuan pangan beras, bencana dan keadaan darurat, sampai beras untuk golongan anggaran PNS.

“Kami laporkan bahwa kondisi stok dan produksi saat ini sangat kuat untuk menjaga stabilitas pangan. 2 bulan terakhir harga beras mulai turun. Namun kami tidak akan berhenti. Operasi pasar terus kami jalankan hingga seluruh harga di lapangan benar-benar stabil,” kata Amran lagi.

Operasi pasar berupa SPHP beras ke berbagai lini pasar terus beriringan dengan pengawasan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga Beras yang melibatkan unsur Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Bapanas, Bulog dan pemerintah daerah.

Sampai 6 November, lanjutnya, Satgas telah melaksanakan pengawasan total lebih dari 5.000 kegiatan dengan rata-rata harian mencapai lebih dari 800 titik di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

“Jadi insya Allah tahun ini kita hampir pasti tidak ada impor. Sampai detik ini tidak ada impor. Saya yakin satu bulan ke depan insya Allah tidak ada impor beras,” kata Amran.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reshuffle Kabinet, Prabowo Resmi Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu

    Reshuffle Kabinet, Prabowo Resmi Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta. Strategynews.id – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Menteri Keuangan yang baru. Suahasil Nazara ditunjuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Pelantikan digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan. “Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan […]

  • BBM langka di Aceh Barat: Warga keluhkan kemacetan dan aksi borong BBM

    BBM langka di Aceh Barat: Warga keluhkan kemacetan dan aksi borong BBM

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Meulaboh, Strategynews.id – Kepanikan warga Meulaboh, Aceh Barat, memuncak sepanjang Sabtu setelah aksi borong dan dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di sejumlah SPBU. Akibatnya, berbagai SPBU di wilayah itu kehabisan stok sejak pagi hingga malam. Deni Setiawan, warga Meulaboh, menuturkan bahwa antrean panjang kendaraan yang mengular hingga ke jalan raya membuat arus lalu […]

  • Kronologi KA Argo Bromo dan KRL Tabrakan di Bekasi, Bermula Tabrak Taksi

    Kronologi KA Argo Bromo dan KRL Tabrakan di Bekasi, Bermula Tabrak Taksi

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bekasi, Strategynews.id – Kereta Api Argo Bromo Anggrek terlibat kecelakaan dengan Kereta Listrik (KRL) rute Bekasi-Jakarta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026). Salah satu penumpang Commuter Line, Munir, mengatakan peristiwa itu bermula saat kereta yang ia tumpangi dari arah Jakarta menuju Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Kereta itu berhenti lantaran terdapat […]

  • Wamen BUMN Dony Oskaria Ditunjuk Jadi Plt Menteri BUMN

    Wamen BUMN Dony Oskaria Ditunjuk Jadi Plt Menteri BUMN

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Jakarta – Wamen BUMN Dony Oskaria ditunjuk Presiden Prabowo jadi Pelaksana tugas Menteri BUMN, setelah Erick Thohir menjabat Menpora. “Atas petunjuk Bapak Presiden dan kami sampaikan kepada pihak terkait untuk Pelaksana Tugas Menteri BUMN ditunjuk Wakil Menteri BUMN atas nama Dony Oskaria,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi di Istana Jakarta, Jumat (19/9/2025). Penunjukan tertuang dalam surat […]

  • Seskab Teddy: Presiden Prabowo Terus Pantau Pemulihan Bencana Sumatra

    Seskab Teddy: Presiden Prabowo Terus Pantau Pemulihan Bencana Sumatra

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id  – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto terus memantau secara langsung perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemulihan Bencana Sumatra di Jakarta, Rabu (11/02/2026). Dalam keterangannya, Seskab menyampaikan tiga poin utama. Pertama, Presiden meminta seluruh […]

  • Prabowo Perintahkan Operasi Besar-besaran Tangani Karhutla Kalimantan

    Prabowo Perintahkan Operasi Besar-besaran Tangani Karhutla Kalimantan

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Strategynews.id – Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung upaya percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Dalam rapat yang digelar sesaat setelah tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Sabtu (22/08/2026), Presiden mencatat operasi penggalian di lapangan melalui penambahan personel, helikopter water bombing, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya […]

expand_less