Breaking News
light_mode
Beranda » News » ESDM Bakal Revisi Kepmen Harga Gas Murah HGBT Buat Industri

ESDM Bakal Revisi Kepmen Harga Gas Murah HGBT Buat Industri

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta. Strategynews.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bakal merevisi Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM terkait implementasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Hal ini dilakukan guna memastikan penyaluran gas murah bagi industri berjalan lebih optimal.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pembahasan revisi Kepmen HGBT dilakukan bersamaan dengan rapat koordinasi yang melibatkan PT PGN, SKK Migas, Kementerian Perindustrian, serta pelaku industri pengguna HGBT.

Ia menjelaskan, pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi perbedaan data antara ketersediaan pasokan gas dan kebutuhan industri yang selama ini memicu klaim kekurangan pasokan.

“Jadi, intinya suplai dari sisi hulu sama kebutuhan di sisi industri itu kita matching-kan agar tidak ada lagi perbedaan yang kemudian di kemudian hari diklaim sebagai kekurangan pasokan,” ujar Laode di Kementerian ESDM, Jumat (26/6/2026).

Laode menegaskan, evaluasi melalui revisi Kepmen HGBT bukan disebabkan oleh terbatasnya pasokan gas nasional. Namun, revisi dilakukan untuk memperbaiki tata kelola penyaluran gas murah agar distribusinya lebih akurat.

“Kemarin sudah diberikan arahan sama Pak Menteri agar kita bicarakan dengan PGN-nya, bagian-bagian mana yang bisa kita adjust, seperti itu. Di hulunya juga seperti apa, sehingga nanti ada potensi untuk kita bisa atur lebih rendah dari sebelumnya,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa kenaikan harga gas yang dikeluhkan sejumlah pelaku industri tidak terjadi karena kekurangan pasokan gas nasional.

Menurut dia, kenaikan hanya terjadi pada industri yang menggunakan skema harga non Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Sebagaimana diketahui, terdapat dua jenis harga gas yang diberlakukan untuk industri, yakni tarif kebijakan gas murah (HGBT) dan non HGBT.

“Kalau gas secara keseluruhan stok kita tidak ada masalah. Yang ada itu adalah ada kenaikan harga gas di beberapa industri non-HGBT. Kan ada dua, ada HGBT yang memang HGBT itu sebenarnya disubsidi oleh negara. Kalau non-HGBT itu yang harga umum,” kata Bahil, Kamis (25/6/2026).

Bahlil menjelaskan, kenaikan harga tersebut dipicu oleh menurunnya produksi sejumlah sumur gas, terutama di wilayah Jawa Barat. Sehingga kebutuhan gas harus dipenuhi menggunakan pasokan gas alam cair (LNG) dari wilayah lain di Indonesia.

“Yang namanya LNG itu kan bawa dari Papua, Sulawesi, Kalimantan dan itu ada penambahan cost,” kata Bahlil.

Oleh sebab itu, pemerintah tengah mencari solusi agar beban kenaikan harga tidak terlalu membebani dunia usaha. Bahlil mengatakan dirinya telah menggelar pertemuan dengan asosiasi industri dan serikat pekerja, serta kini sedang melakukan pembahasan teknis bersama PT Pertamina.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPK RI Siap Menjadi Tuan Rumah Kongres Badan Pemeriksa Sedunia Tahun 2028

    BPK RI Siap Menjadi Tuan Rumah Kongres Badan Pemeriksa Sedunia Tahun 2028

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) menyampaikan kesiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah XXVI International Congress of Supreme Audit Institutions (INCOSAI) atau Kongres Badan Pemeriksa Sedunia ke-26 yang akan diselenggarakan pada tahun 2028, di Bali, Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua BPK, Isma Yatun, dalam sesi pleno kedua INCOSAI ke-25 yang berlangsung […]

  • Grafik menunjukkan dampak geopolitik global pada keamanan energi nasional, menyoroti risiko pasokan dan kebijakan.

    Dampak Geopolitik Global Terhadap Keamanan Energi Nasional: Aksi Nyata

    • calendar_month 15 jam yang lalu
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Ketegangan antarnegara serta kebijakan tarif minyak internasional memengaruhi pasokan dan harga energi di dalam negeri, memaksa pemerintah mempercepat diversifikasi sumber energi. Konflik di wilayah produksi utama, seperti Timur Tengah, menambah risiko gangguan logistik, sehingga ketahanan energi menjadi prioritas strategis bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Dampak geopolitik global memengaruhi keamanan energi nasional ketika keputusan […]

  • Panduan Investasi Gudang Logistik di Kawasan Industri – ROI Tinggi

    Panduan Investasi Gudang Logistik di Kawasan Industri – ROI Tinggi

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Investasi gudang logistik di kawasan industri paling baik dimulai dengan menilai aksesibilitas transportasi (pelabuhan, jalan tol, kereta) serta permintaan penyimpanan dari produsen setempat. Selanjutnya, bandingkan proyeksi tingkat hunian dan tarif sewa yang realistis dengan biaya pembangunan dan regulasi zonasi, lalu pilih pengembang yang memiliki rekam jejak penyelesaian proyek tepat waktu. Dengan analisis ini, […]

  • Kepala BGN Buka Kartu Penyebab Keracunan MBG

    Kepala BGN Buka Kartu Penyebab Keracunan MBG

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Jakarta, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana buka suara soal kasus keracunan yang sempat menimpa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengungkapkan, ada dua faktor utama yang menjadi penyebab insiden tersebut. Dadan menjelaskan, salah satunya terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang baru beroperasi. Karena itu, dia menyarankan agar SPPG […]

  • Analisis Hubungan Diplomatik Indonesia dan Dampak Dagangnya 2023 Studi

    Analisis Hubungan Diplomatik Indonesia dan Dampak Dagangnya 2023 Studi

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Hubungan diplomatik Indonesia secara umum memperkuat akses pasar dan menciptakan iklim investasi yang lebih stabil, sehingga volume perdagangan dengan mitra utama—seperti negara‑negara ASEAN, Uni Eropa, dan China—cenderung meningkat. Kebijakan luar negeri yang menekankan kerjasama ekonomi, perjanjian perdagangan bebas, serta dialog bilateral seringkali menghasilkan penurunan tarif dan penyederhanaan prosedur bea cukai, yang pada gilirannya […]

  • Nusron Buka Suara Usai MK Batalkan Hak Guna Lahan di IKN 190 Tahun

    Nusron Buka Suara Usai MK Batalkan Hak Guna Lahan di IKN 190 Tahun

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid buka suara soal Mahkamah Konstitusi ( MK ) membatalkan ketentuan pemberian hak guna lahan bagi para investor di Ibu Kota Negara ( IKN ) hingga 190 tahun. Nusron menekankan bersama Otorita IKN (OIKN) dan kementerian terkait lainnya segera melakukan koordinasi untuk harmonisasi […]

expand_less