Breaking News
light_mode
Beranda » News » Tahun 2045 Kota Lama Semarang Diprediksi Jadi Lautan

Tahun 2045 Kota Lama Semarang Diprediksi Jadi Lautan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Semarang, Strategynews.id – Kawasan Kota Lama Semarang diprediksi bakal berubah menjadi lautan pada tahun 2045 mendatang.
Prediksi itu diungkapkan oleh Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Tengah (Jateng), Fahmi Bastian. Fahmi mengingatkan bahwa kawasan pesisir utara atau Pantura Jateng sudah berada dalam kondisi kritis.

Ia menyebut kawasan Kota Lama Semarang bisa tenggelam dan berubah menjadi lautan pada 2045. Fahmi mengatakan, Pantura termasuk Kota Semarang, Pekalongan, Demak, berada dalam kondisi yang sangat kritis, dilihat dari banjir yang merendam hingga seminggu lebih di Jalan Pantura Kaligawe, hingga penurunan muka tanah
land subsidence.

Ketiga daerah itu disebut paling berpotensi tenggelam akibat krisis iklim. Jika tidak ada langkah mitigasi serius, ia bahkan menyebut kawasan Kota Lama Semarang bisa tenggelam dan berubah menjadi laut pada 2045.

“Land subsidence kalau di Semarang di angka 8-12 cm. Tapi tiap tahun nggak sama, 5 cm. Ya, 2045 seperti Kota Lama itu ya juga sudah bisa jadi lautan itu,” kata Fahmi di Kecamatan Semarang Selatan, Sabtu (15/11/2025).

“Kalau di Pekalongan land subsidence itu lebih tinggi dibandingkan Semarang sebenarnya, 12-15 tapi rata-rata 8 cm,” lanjut Fahmi.

Sementara itu, land subsidence di Sayung, Kabupaten Demak, diakibatkan oleh tanah yang disapu ombak dan hilangnya mangrove, sehingga abrasi makin parah.

Fahmi menyebut, banjir besar yang merendam Pantura selama dua pekan lalu adalah sinyal keras bahwa kawasan tersebut memasuki fase kritis. Menurutnya, tenggelamnya pesisir bukan hanya soal rob atau cuaca ekstrem, tetapi kombinasi kerusakan ekologis dari hulu hingga hilir.

“Kalau kita bicara soal banjir, sebenarnya sungai-sungai yang masuk di Semarang atau Demak itu perlu dinormalisasi lagi. Karena dia tidak mampu lagi menampung debit air kiriman,” terangnya.

“Di konteks pesisirnya juga itu diperparah ekosistem mangrove yang rusak. Jadi bencana banjir kiriman datang, rob juga ada. Jadi ya air tidak bakalan keluar ke lautnya karena dorongan dari lautnya pun itu airnya juga ada,” sambungnya.

Fahmi juga menilai, banjir Semarang-Demak diperparah oleh proyek Tanggul Laut Semarang-Demak yang hingga kini belum tuntas, termasuk kolam retensi yang seharusnya menampung air, tetapi tak kunjung selesai.

Selain itu, lanjutnya, sungai-sungai yang mengalir ke Semarang dan Demak sudah tidak mampu menampung debit air karena tidak pernah dinormalisasi secara serius. Wilayah tangkapan air (catchment area) seperti Mijen dan Ngaliyan juga rusak akibat pembangunan perumahan tanpa mempertimbangkan daya dukung wilayah.

“Sungai-sungai di Semarang atau Demak itu perlu dinormalisasi karena tidak mampu lagi menampung debit air kiriman. Di konteks pesisirnya juga itu diperparah ekosistem mangrove yang rusak,” paparnya.

“Jadi bencana banjir kiriman datang, rob juga ada. Jadi ya air tidak bakalan keluar ke lautnya karena dorongan dari lautnya pun itu airnya juga ada,” lanjutnya.

Fahmi menilai, pemerintah justru mendorong pembangunan yang memperburuk pesisir. Ekosistem mangrove yang seharusnya menjadi benteng alami banyak digantikan industri dan kawasan terbangun. Padahal mangrove berfungsi menahan abrasi dan meredam kenaikan gelombang.

Menurutnya, melihat pola banjir, rob, dan amblesan tanah saat ini, Pantura tidak akan mampu menahan beban jika pembangunan terus digenjot tanpa memperhitungkan daya dukung dan daya tampung ekologi.

“Tidak mungkin Jateng akan selalu digenjot investasi kawasan-kawasan industri, yang sebenarnya memperparah kebencanaan. Pemerintah harus mampu bikin kebijakan yang melihat konteks daya dukung, daya tampung kita,” terangnya.

Solusi Banjir adalah Ekosistem Mangrove dan Kolam Retensi
Ia menekankan bahwa ekosistem mangrove adalah salah satu hutan tropis penting yang mampu meredam dampak krisis iklim, tetapi justru terpinggirkan dalam pembangunan pesisir Jateng.

Fahmi lantas mendorong pemerintah segera melakukan beberapa upaya yang disebut mampu menjadi langkah menangani kondisi Pantura yang sudah berada dalam fase kritisnya.

“Satu kolam retensi itu harus ada, kedua harus ada pengembangan ekosistem mangrove, ketiga menormalisasi sungai-sungai yang masuk di Semarang ataupun di Demak yang menjadi titik-titik banjir, keempat melihat bagaimana landscape dari wilayah,” urainya.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi Bisnis Ritel Bertahan di Tengah Lonjakan E-Commerce – Tips

    Strategi Bisnis Ritel Bertahan di Tengah Lonjakan E-Commerce – Tips

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Untuk tetap kompetitif, retailer harus mengintegrasikan kanal online dengan pengalaman toko fisik, memanfaatkan data pelanggan agar dapat mempersonalisasi penawaran, serta mengoptimalkan rantai pasok agar responsif terhadap permintaan digital. Kolaborasi dengan marketplace, program loyalti omnichannel, dan investasi pada teknologi pembayaran cepat juga menjadi kunci mempertahankan pangsa pasar. Strategi bisnis ritel bertahan di tengah lonjakan […]

  • Tantangan Industri Semiconductor dan Dampaknya pada Gadget: Analisis

    Tantangan Industri Semiconductor dan Dampaknya pada Gadget: Analisis

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Keterbatasan pasokan bahan baku dan proses fabrikasi yang kompleks memperlambat produksi chip, sehingga produsen gadget harus menyesuaikan jadwal peluncuran atau menaikkan harga. Selain itu, fluktuasi geopolitik dan kebijakan ekspor menghambat inovasi, membuat perangkat semakin sulit mendapatkan teknologi terbaru dengan biaya terjangkau. Industri semikonduktor menghadapi hambatan produksi, logistik, dan ketersediaan bahan baku yang secara […]

  • Siap-siap! LPG Bakal Diganti DME, Teknologinya dari China

    Siap-siap! LPG Bakal Diganti DME, Teknologinya dari China

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Jakarta. Strategynews.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) bakal di mulai tahun depan. Proyek hlirisasi dari batu bara ini diharapkan dapat menjadi solusi pengganti impor LPG. Bahlil mengatakan proyek hilirisasi batu bara ini masuk dalam 18 proyek hilirisasi yang saat ini sedang […]

  • Menteri Nusron Ajak Alumni PMII Berperan dalam Mewujudkan Keadilan, Pemerataan, dan Kesinambungan Ekonomi

    Menteri Nusron Ajak Alumni PMII Berperan dalam Mewujudkan Keadilan, Pemerataan, dan Kesinambungan Ekonomi

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA-PMII) untuk berperan aktif dalam mewujudkan keadilan, pemerataan, dan kesinambungan ekonomi melalui program Reforma Agraria. Hal ini ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam acara Pengukuhan dan Orientasi Nasional PB IKA-PMII di Jakarta, […]

  • Kemenag Siapkan Regulasi Pengelolaan Dana Sosial Keagamaan untuk Pemberdayaan Umat

    Kemenag Siapkan Regulasi Pengelolaan Dana Sosial Keagamaan untuk Pemberdayaan Umat

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Menag Nasaruddin Umar dan Sekjen Kamaruddin Amin Memberikan Arahan Pada Rapat Rutin Internal yang Digelar di Kantor Kementerian Agama, (4/11/2025). Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan perhatian khusus pada pengelolaan dana sosial keagamaan untuk pemberdayaan umat. Menag menegaskan pentingnya penguatan regulasi dan tata kelola dana sosial keagamaan agar berdaya guna bagi pemberdayaan ekonomi […]

  • Wapres Tinjau Lokasi Banjir di Bali, Tegaskan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Pengungsi

    Wapres Tinjau Lokasi Banjir di Bali, Tegaskan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Pengungsi

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Azam
    • 0Komentar

    KEMENKO PMK – Wakil Presiden Republik Indonesia didampingi Kepala BNPB, Wakil Gubernur Bali, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Wali Kota Denpasar, Deputi Kantor Staf Presiden, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Staf Khusus Menko PMK, serta Asisten Deputi Penanggulangan Bencana Kemenko PMK, meninjau sejumlah titik terdampak banjir di Provinsi Bali, Jumat (12/9). […]

expand_less