Lebak — Laskar Santri Nusantara (LSN) mengambil langkah baru untuk memberdayakan pemuda di bidang pertanian. Melalui peluncuran Banom Petani Muda Nusantara, LSN fokus mengembangkan program Integrated dan Smart Farming yang memadukan pertanian, peternakan, hingga perikanan dalam satu sistem modern.
Program ini resmi dimulai lewat penandatanganan MoU total penggunaan lahan sebesar 5 hektar pada Selasa (19/8) dengan Koperasi Konsumen Cakra Adhirajasa Yudha. Harapannya, kolaborasi ini bisa menjadi pintu masuk menuju pertanian yang lebih produktif, inovatif dan peduli terhadap lingkungan
Dalam kesempatan tersebut, Letkol Inf Agung Ariwibowo, S. Hub. Int., Danyonif 318/AY, menyampaikan dukungannya. “Kerja sama ini sebagai upaya optimalisasi lahan dan menciptakan kesejahteraan bagi anggota koperasi sekaligus menjadi wadah transfer ilmu pertanian yang lebih maju, harapanya program ini terus berkelanjutan biarpun berganti kepemimpinan, karena pertanian ini tidak jangka pendek, program pertanian pada umumnya dirancang untuk jangka panjang. Hal ini penting karena pertanian melibatkan siklus produksi yang membutuhkan waktu, serta upaya berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan.” ujarnya.

Ketua Umum LSN Didik Setiawan. dalam sambutannya menambahkan, konsep pertanian terintegrasi (integrated farming) yang diusung akan menggabungkan sektor tanaman, ternak, dan perikanan dengan sentuhan teknologi. Tidak hanya itu, LSN juga meluncurkan program konservasi sumber daya genetik kambing dan domba lokal, melalui persilangan dengan kambing Boer dan domba Dorper. Mengingat hasil analisa penting terkait matoritas peternakan khususnya di provinsi banten sudah mengalami inbreeding pada kambing dan domba yang dapat membawa resiko penurunan genetik pada keturunan, seperti peningkatan resiko cacat fisik dan penurunan daya tahan tubuh ternak
Program ini akan meningkatkan kualitas produksi daging, memperkuat ketahanan pangan sehingga sejalan dengan asta cita bapak Presiden Prabowo Subianto menuju swasembada pangan nasional,”ungkapnya.
Kolaborasi ini mendapatkan dukungan penuh dari Kiai Hasan Basri Arif selaku Pimpinan Koperasi Pondok Pesantren Al-Bantani Sejahtera Mandiri. Beliau menilai bahwa program ini tidak hanya bermanfaat dalam memperkuat basis pertanian di kalangan pesantren, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi pesantren secara berkelanjutan.
Ke depan, LSN berharap Banom Petani Muda Nusantara bisa dikembangkan di berbagai daerah. Dengan semangat gotong royong, santri dan pemuda diharapkan bisa ikut berperan aktif dalam menggerakkan pertanian modern, mulai dari desa hingga komunitas lokal.

