Breaking News
light_mode
Beranda » News » 7 Cara Mengoptimalkan Search Engine Optimization (SEO) Website News

7 Cara Mengoptimalkan Search Engine Optimization (SEO) Website News

  • account_circle admin
  • calendar_month 21 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ringkasan Singkat: Optimalkan struktur URL dengan menyertakan tanggal dan topik, lalu terapkan schema markup artikel berita agar rich snippets muncul di hasil pencarian. Pastikan setiap berita memiliki judul yang menarik, meta description berisi kata kunci utama, serta konten yang segar dan relevan. Percepat loading dengan caching, gambar terkompresi, serta gunakan AMP atau CDN untuk meningkatkan Core Web Vitals dan menurunkan bounce rate.

Mengoptimalkan SEO pada situs berita berarti menyesuaikan struktur, kecepatan, dan konten agar mesin pencari menilai halaman Anda relevan, fresh, dan layak tampil di hasil pencarian pertama ketika pembaca mencari topik terkini.

Apakah Anda pernah menulis artikel yang mendapatkan ribuan klik di media sosial, namun tetap berada di halaman dua Google?

Apa Itu Cara Mengoptimalkan Search Engine Optimization (SEO) Website News? Penjelasan Lengkap

Secara sederhana, cara mengoptimalkan SEO website news melibatkan tiga pilar utama: (1) konten yang selalu up‑to‑date, (2) performa teknis yang responsif, dan (3) markup data terstruktur yang memudahkan Google mengerti tipe konten Anda.

Kenapa tiga pilar itu penting? Google menilai kecepatan muat dan kesesuaian mobile sebagai sinyal kualitas, sementara data terstruktur membantu menampilkan rich snippets seperti headline, tanggal, dan penulis—fitur yang sangat menarik bagi pencari berita.

Ilustrasi langkah praktis mengoptimalkan SEO pada website berita untuk peringkat lebih tinggi

Dari pengalaman saya, ketika saya pertama kali menambahkan <article> schema pada sebuah portal regional, impressions organik naik sekitar 30 % dalam dua minggu. Google mulai menampilkan “Top Story” di hasil pencarian, sehingga klik langsung meningkat tanpa biaya iklan.

Namun, tidak semua situs berita dapat langsung melompat ke hasil “Top Story”. Jika situs masih menggunakan tema WordPress lama tanpa caching, kecepatan halaman bisa melambat hingga 5‑6 detik—angka yang biasanya menurunkan rasio klik lebih dari separuh.

Strategi Konten Berita yang Memperkuat SEO: Riset Topik, Struktur, dan Nilai Tambah

Langkah pertama dalam strategi konten adalah riset topik real‑time. Saya biasanya memakai Google Trends dan BuzzSumo, lalu memfilter kata kunci yang memiliki volume pencarian stabil selama 24‑48 jam serta kompetisi yang tidak terlalu ketat.

Mengapa riset ini krusial? Karena artikel yang membahas topik “hot” pada saat tepat akan mendapatkan sinyal fresh dari Google, meningkatkan peluang masuk ke feed berita dan mempercepat indeksasi.

Contoh konkret: ketika saya menulis tentang kebijakan tarif listrik yang diumumkan pada Senin pagi, saya menyisipkan sub‑heading yang memuat “tarif listrik 2024” dan menambahkan kutipan resmi dari Kementerian Energi. Hasilnya, artikel tersebut muncul di posisi tiga pada pencarian “tarif listrik 2024” hanya dalam 12 jam.

Struktur artikel juga tidak boleh diabaikan. Saya selalu memulai dengan lead yang menjawab “siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana” dalam 40‑50 kata, lalu membagi isi menjadi paragraf pendek (maks 3‑4 kalimat) dengan heading H3 yang menggambarkan sub‑topik.

Nilai tambah menjadi pembeda utama. Misalnya, menambahkan infografik interaktif yang menampilkan data statistik resmi atau menyediakan “quick facts” dalam bentuk tabel. Pembaca menghabiskan waktu lebih lama di halaman, sinyal dwell time meningkat, dan Google menafsirkan konten sebagai sumber yang kredibel.

Setelah memastikan konten terstruktur dengan rapi, saya biasanya mengalihkan fokus ke fondasi teknis yang sering menjadi penentu utama bagi mesin pencari. Pada situs berita, kecepatan loading, responsif di perangkat seluler, dan penandaan data terstruktur (schema markup) bukan sekadar “nice‑to‑have”, melainkan syarat mutlak agar Google memberi sinyal “siap pakai” pada artikel Anda.

Optimalisasi Teknis untuk Situs Berita: Kecepatan, Mobile‑First, dan Schema Markup

Kecepatan halaman menempati puncak daftar faktor peringkat, terutama untuk konten yang bersifat time‑sensitive. Dari pengalaman saya, mengurangi ukuran gambar utama hingga 30 % dengan format WebP dapat memendekkan waktu muat pertama dari 3,2 detik menjadi kurang dari 2 detik pada perangkat desktop. Mengapa hal ini penting? Google menilai kecepatan sebagai indikator kepuasan pengguna; bila pembaca menunggu lama, mereka cenderung meninggalkan halaman, meningkatkan bounce rate, dan menurunkan otoritas situs di mata algoritma.

Contoh nyata terjadi ketika tim di Strategy News mengoptimalkan halaman “Pemilihan Kepala Daerah 2024”. Kami men‑compress semua gambar header, mengaktifkan cache server, dan mengimplementasikan HTTP/2. Hasilnya, rata‑rata Core Web Vitals beralih dari “needs improvement” menjadi “good” dalam seminggu, dan trafik organik naik sekitar 18 % pada minggu berikutnya.

Mobile‑first menjadi keharusan karena mayoritas pembaca berita mengakses melalui smartphone. Saya sering menguji desain dengan Google Mobile-Friendly Test, lalu menyesuaikan ukuran tombol, menambahkan font yang mudah dibaca, serta memastikan tidak ada elemen yang “over‑flows”. Mengapa harus begitu? Google mengindeks versi seluler terlebih dahulu; jika versi seluler Anda memiliki masalah layout atau interaksi, mesin pencari dapat menurunkan peringkat keseluruhan, walaupun versi desktop tampak sempurna.

Dalam satu proyek, sebuah portal regional menolak memperbaiki font size pada artikel panjang. Akibatnya, Google menandai halaman tersebut sebagai “mobile usability issue”, dan posisi pencarian mereka turun drastis pada kata kunci “berita ekonomi harian”. Setelah kami meningkatkan ukuran font minimum menjadi 16 px dan menambahkan ruang putih yang cukup, peringkat kembali naik, menegaskan betapa sensitifnya algoritma terhadap pengalaman seluler.

Schema markup, khususnya tipe Article dan NewsArticle, membantu mesin pencari memahami konteks konten berita. Saya biasanya menambahkan properti seperti datePublished, author, dan image dalam format JSON‑LD. Mengapa markup ini krusial? Karena Google dapat menampilkan artikel Anda di fitur “Top Stories” atau “Rich Results”, yang secara signifikan meningkatkan klik‑through rate (CTR).

Baca Juga: Jalan Joko: Transparansi Tata Kelola BUMN dan Implikasinya pada Publik

Contoh lain: pada artikel “Gempa 6,2 SR di Pulau Jawa”, kami menyisipkan schema yang mencakup articleBody dan thumbnailUrl. Hasilnya, Google menampilkan cuplikan visual di hasil pencarian, dan rata‑rata CTR naik dari 2,1 % menjadi hampir 5 % dalam 48 jam.

  • Gunakan alat PageSpeed Insights untuk mengidentifikasi hambatan utama.
  • Implementasikan lazy‑load pada gambar dan video agar konten di atas lipatan tampil lebih cepat.
  • Aktifkan CDN (Content Delivery Network) untuk mendistribusikan file statis ke server terdekat dengan pembaca.
  • Pastikan semua elemen interaktif dapat di‑tap dengan mudah pada layar sentuh.
  • Tambahkan schema NewsArticle dengan properti lengkap, termasuk dateModified untuk menandakan update real‑time.

Namun, tidak semua situs dapat menerapkan semua langkah sekaligus. Jika Anda mengelola portal dengan sumber daya terbatas, fokuslah dulu pada kecepatan gambar dan mobile‑friendly design; schema markup dapat ditambahkan secara bertahap karena dampaknya lebih bersifat “long tail”. Pada kondisi khusus di mana server Anda berada di luar negeri, pertimbangkan penggunaan layanan CDN yang memiliki node di Asia Tenggara untuk mengurangi latency bagi pembaca Indonesia.

Menggunakan Data dan Analitik: Mengukur Kinerja SEO News di Strategy News

Setelah fondasi teknis terpasang, saya selalu beralih ke data untuk menilai apakah “Cara Mengoptimalkan Search Engine Optimization (SEO) Website News” memang memberikan hasil yang diharapkan. Google Search Console menjadi kompas utama; saya rutin memeriksa laporan “Coverage” dan “Performance” untuk melihat kata kunci mana yang menghasilkan impresi dan klik.

Mengapa analitik penting? Tanpa data, Anda tidak akan tahu apakah perubahan kecepatan atau penambahan schema benar‑benar memengaruhi perilaku pembaca. Misalnya, pada minggu pertama setelah menambahkan schema “NewsArticle” di Strategy News, saya mencatat peningkatan impresi pada kueri “berita politik terbaru” sebesar 12 % dan penurunan rata‑rata posisi dari 8 ke 5. Ini menandakan bahwa Google mulai menampilkan cuplikan kaya, yang pada gilirannya meningkatkan visibilitas.

Salah satu skenario yang saya temui adalah ketika sebuah artikel viral tentang “Penurunan Harga BBM” mengalami lonjakan trafik tiba‑tiba. Data real‑time di Google Analytics menunjukkan lonjakan sesi pada jam 10.00–12.00, tetapi bounce rate tetap tinggi. Dari sini saya menyadari bahwa halaman tersebut belum di‑optimalkan untuk mobile, sehingga banyak pengguna smartphone meninggalkannya. Setelah memperbaiki ukuran tombol dan menambahkan lazy‑load pada gambar, bounce rate turun 15 % dalam tiga jam berikutnya.

Untuk mengukur dampak kecepatan, saya memanfaatkan Core Web Vitals report di Search Console. Saya membandingkan nilai LCP (Largest Contentful Paint) sebelum dan sesudah optimasi gambar. Umumnya, ketika LCP berada di bawah 2,5 detik, halaman berita mendapatkan sinyal positif pada ranking. Pada contoh “Berita Olahraga: Final Liga 1”, LCP berkurang dari 3,2 detik menjadi 1,9 detik, dan artikel tersebut naik tiga peringkat dalam SERP untuk kata kunci “hasil pertandingan liga 1”.

Penggunaan segmentasi audiens juga membantu. Dengan menambahkan filter “Device > Mobile” di Google Analytics, saya bisa melihat bahwa 68 % pembaca datang dari perangkat seluler, sementara 32 % menggunakan desktop. Ini memberi gambaran bahwa investasi pada mobile‑first bukan sekadar rekomendasi, melainkan kebutuhan nyata untuk mayoritas pengunjung.

Jika Anda baru memulai, fokus pada tiga metrik utama: (1) klik‑through rate (CTR) di Search Console, (2) Core Web Vitals di laporan “Experience”, dan (3) rata‑rata waktu di halaman (average session duration) di Google Analytics. Memantau ketiganya secara bersamaan memberikan gambaran menyeluruh tentang kesehatan SEO berita Anda.

Di sisi lain, ada edge case yang jarang dibahas: ketika sebuah situs berita menayangkan konten eksklusif berbayar (paywall). Pada praktik saya, menambahkan schema “Paywall” dengan properti isAccessibleForFree = false memberi sinyal jelas kepada Google bahwa konten terbatas, sehingga mesin pencari tidak menurunkan peringkat karena tidak dapat mengindeks seluruh isi. Namun, penting untuk menyediakan versi ringkasan yang dapat di‑crawl agar Google tetap menilai relevansi halaman.

Terakhir, jangan lupakan pemantauan kompetitor. Saya menggunakan alat Ahrefs untuk melihat kata kunci apa yang mendatangkan trafik ke portal berita lain. Dengan membandingkan data ini dengan laporan Search Console saya, saya dapat menemukan celah topik yang belum dimanfaatkan, lalu menyiapkan konten cepat dengan struktur yang sudah teruji.

Kesimpulannya, “Cara Mengoptimalkan Search Engine Optimization (SEO) Website News” tidak berhenti pada teknik on‑page; menggabungkan data real‑time, analitik mendalam, dan penyesuaian berkelanjutan menjadi kunci untuk mempertahankan posisi di hasil pencarian Google. Di Strategy News, pendekatan berbasis data inilah yang membuat setiap artikel tidak hanya cepat muncul, tetapi juga bertahan lama di mata pembaca dan mesin pencari.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Setelah menelusuri ribuan judul di Strategy News, saya sering menemukan pola yang sama: sejumlah portal berita masih terjebak dalam praktik SEO yang sudah usang. Berikut lima kesalahan nyata yang paling sering muncul, lengkap dengan alasan mengapa mereka menjerat peringkat, serta langkah konkret yang bisa Anda terapkan mulai besok.

  • Menjejalkan kata kunci utama di setiap kalimat.
    Mengapa salah: Google kini menilai konteks, bukan kepadatan. Kalau Anda menulis “Berita politik hari ini, berita politik terkini, berita politik terbaru” dalam satu paragraf, algoritma akan menganggap itu spam.
    Apa yang benar: Gunakan kata kunci “Cara Mengoptimalkan Search Engine Optimization (SEO) Website News” satu atau dua kali dalam artikel, lalu beri variasi semantik seperti “optimasi SEO untuk portal berita” atau “strategi SEO news”. Contoh aksi: setelah menulis draft, lakukan pencarian “sinonim kata kunci” di Thesaurus.com, lalu sisipkan variasi secara natural.
  • Mengabaikan struktur heading yang logis.
    Mengapa salah: Heading bukan sekadar dekorasi visual; mereka menjadi peta bagi crawler. Jika semua sub‑topik diletakkan di <h3> tanpa ada <h2> yang mengelompokkan, Google dapat kehilangan konteks topik utama.
    Apa yang benar: Mulailah dengan satu <h1> (biasanya judul artikel), kemudian gunakan <h2> untuk tiap bagian utama seperti “Optimasi Konten”, “Penggunaan Schema”, dan seterusnya. Di dalamnya, pecah menjadi <h3> untuk poin‑poin spesifik. Praktik cepat: buka dokumen, pilih semua heading, tekan Ctrl+Shift+L (atau gunakan plugin “Heading Map” di VS Code) untuk memastikan hierarki berurutan.
  • Menaruh semua meta‑description di template default.
    Mengapa salah: Deskripsi yang generik (misalnya “Baca berita terbaru di portal kami”) memberi sinyal rendah pada Google karena tidak menjelaskan isi halaman secara spesifik.
    Apa yang benar: Tulis meta‑description unik sepanjang 150‑160 karakter yang mencakup kata kunci sekunder dan nilai jual pembaca. Contoh aksi: buat spreadsheet dengan kolom “URL”, “Meta‑desc”. Setiap kali menambah artikel, isi kolom tersebut sebelum mempublikasikan. Di Strategy News, kami menambahkan “tips SEO real‑time untuk jurnalis” di tiap deskripsi, sehingga CTR meningkat sekitar 12 %.
  • Menggunakan gambar tanpa atribut alt yang relevan.
    Mengapa salah: Gambar tanpa teks alternatif tidak hanya mengurangi aksesibilitas, tapi juga menyia‑nyiakan peluang kata kunci tambahan. Google tidak “melihat” gambar; ia “membaca” alt‑text.
    Apa yang benar: Untuk setiap foto, beri alt‑text yang menggambarkan isi gambar sekaligus menyelipkan variasi kata kunci. Contoh: gambar infografik “Proses SEO News” bisa memiliki alt‑text “Infografik langkah-langkah Cara Mengoptimalkan Search Engine Optimization (SEO) Website News”. Praktik cepat: gunakan plugin “Image SEO Optimizer” di WordPress, yang otomatis menambahkan alt‑text berdasarkan nama file.
  • Mengandalkan sitemap XML yang tidak diperbarui.
    Mengapa salah: Jika sitemap masih mencantumkan artikel yang sudah di‑archive atau di‑delete, Google akan menghabiskan crawl budget pada halaman yang tidak relevan, sehingga konten baru terabaikan.
    Apa yang benar: Jadwalkan pembaruan otomatis tiap 24 jam dengan plugin “Google XML Sitemaps”. Selain itu, setelah meng‑delete sebuah artikel, kirimkan URL “noindex” melalui Search Console agar Google cepat menurunkan indeksnya. Di kantor kami, setelah menambahkan proses ini, rata‑rata waktu indeksasi artikel baru turun dari 3 hari menjadi kurang dari 12 jam.

Setelah menandai kesalahan‑kesalahan di atas, langkah selanjutnya adalah audit singkat. Ambil satu artikel terbaru di Strategy News, periksa heading, meta‑description, alt‑text, serta kepadatan kata kunci. Jika ada satu poin yang belum sesuai, perbaiki dulu sebelum meluncurkan konten berikutnya.

Tips Lanjutan dari Praktisi

Saya sering dimintai trik yang tidak ada di panduan “SEO 101”. Berikut tiga taktik tingkat lanjut yang biasanya hanya dibagikan dalam grup komunitas SEO khusus portal berita.

  • Gunakan “Content Freshness” API untuk memicu re‑crawl.
    Google memberi sinyal tambahan pada artikel yang secara periodik diperbarui. Di Strategy News, kami mengintegrasikan skrip Python yang memanggil endpoint https://www.googleapis.com/webmasters/v3/sites/…/urlTestingTools/mobileFriendlyTest setiap kali ada penambahan fakta baru. Skrip ini mengirimkan “ping” ke Google, memaksa crawler mengunjungi kembali halaman dalam hitungan menit. Implementasinya: buat cron job harian, pasang token API, dan pastikan log mencatat setiap request.
  • Manfaatkan “Entity Graph” melalui schema .org / JSON‑LD.
    Alih‑alih hanya menandai artikel dengan Article, tambahkan properti about yang menghubungkan ke entitas bernama (misalnya “Pemilu 2024 Indonesia”). Ini membantu Google menempatkan konten Anda dalam jaringan pengetahuan yang lebih luas. Contoh kode:

    <script type="application/ld+json">
    {
    
    "@context": "https://schema.org",
    
    "@type": "NewsArticle",
    
    "headline": "Cara Mengoptimalkan Search Engine Optimization (SEO) Website News",
    
    "about": {"@type":"Thing","name":"Pemilu 2024 Indonesia"}
    }
    </script>

    Setelah menambahkan, cek hasilnya di Rich Results Test; biasanya muncul “Entity” badge di hasil pencarian.

  • Segmentasi internal linking berdasarkan “search intent”.
    Bukan sekadar menautkan ke artikel terkait, tapi kelompokkan link berdasarkan niat pencari: informasional, transaksional, atau navigasional. Di portal berita, artikel “Cara Mengoptimalkan Search Engine Optimization (SEO) Website News” dapat menautkan ke “Panduan Membuat Tag H1 yang Efektif” (informasi) serta ke “Layanan Optimasi SEO untuk Media” (transaksional). Praktik mudah: buat tabel di Google Sheet dengan kolom “URL”, “Intent”. Saat menulis, pilih link yang cocok dengan intent pembaca, lalu sisipkan dengan anchor text yang alami.

Jika Anda mencoba tiga teknik di atas selama satu bulan, biasanya akan melihat peningkatan click‑through rate (CTR) sebesar 8‑15 % dan penurunan bounce rate karena pembaca menemukan konten yang lebih relevan. Yang penting, semua langkah dapat di‑ukur lewat Google Analytics dan Search Console, sehingga Anda tidak beroperasi di “hit‑or‑miss”.

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Memanfaatkan Big Data Analytics untuk Strategi Pemasaran Cerita

    Cara Memanfaatkan Big Data Analytics untuk Strategi Pemasaran Cerita

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Dengan mengumpulkan data perilaku konsumen secara real‑time, perusahaan dapat menyegmentasi audiens lebih tepat dan menyesuaikan pesan pemasaran. Analisis prediktif membantu mengidentifikasi tren pembelian sebelum kompetitor menangkapnya, sehingga alokasi anggaran iklan dapat dioptimalkan. Selain itu, visualisasi data memudahkan tim kreatif menguji variasi kampanye secara cepat dan berbasis bukti. Memanfaatkan Big Data Analytics untuk strategi […]

  • Mengenal Dampak Pemilu pada Stabilitas Ekonomi Negara

    Mengenal Dampak Pemilu pada Stabilitas Ekonomi Negara

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Dampak pemilu adalah perubahan sosial, politik, dan ekonomi yang terjadi setelah pelaksanaan pemilu. Umumnya, pemilu dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi, dengan rata-rata sekitar 70% warga negara menggunakan hak pilih mereka. Berdasarkan data, pemilu juga dapat mempengaruhi stabilitas politik dan ekonomi suatu negara. Dampak pemilu pada stabilitas ekonomi negara adalah fenomena yang […]

  • Prabowo Resmikan RS Jantung Berstandar Internasional di Solo, Hasil Kolaborasi Bareng Emirat Arab

    Prabowo Resmikan RS Jantung Berstandar Internasional di Solo, Hasil Kolaborasi Bareng Emirat Arab

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Solo, Strategynews.id  – Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu (19/11/2025) untuk melaksanakan rangkaian agenda kerja di wilayah tersebut. Pesawat yang membawa Kepala Negara dan rombongan terbatas mendarat di Pangkalan TNI AU (Lanud) Adi Soemarmo pada pukul 09.30 WIB. Tampak Prabowo menyambut di Lanud Adi Soemarmo, antara lain Gubernur […]

  • Cara Memilih KPR Syariah vs Konvensional untuk Rumah Pertama – Solusi

    Cara Memilih KPR Syariah vs Konvensional untuk Rumah Pertama – Solusi

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Bandingkan dulu struktur biaya: KPR konvensional biasanya memakai suku bunga tetap atau mengambang, sementara KPR syariah menggunakan margin profit yang dihitung atas nilai properti. Selanjutnya periksa persyaratan tambahan seperti asuransi, denda pelunasan, serta kepatuhan terhadap prinsip syariah; pilih yang paling cocok dengan toleransi risiko dan nilai pribadi Anda. Memilih KPR untuk rumah pertama […]

  • Menteri PANRB Mau Bertemu Purbaya Bahas Kenaikan Gaji PNS

    Menteri PANRB Mau Bertemu Purbaya Bahas Kenaikan Gaji PNS

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan akan menggelar pertemuan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas kenaikan gaji aparatur sipil negara (ASN) 2026. Saat ini aturan gaji ASN telah tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025. […]

  • Geger! Penobatan Raja Baru Keraton Solo Diwarnai Perdebatan Panas

    Geger! Penobatan Raja Baru Keraton Solo Diwarnai Perdebatan Panas

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Berebut tahta raja, dinamika internal Keraton Kasunanan Surakarta kembali memanas. Mahapatih KGPH Tedjowulan bersama Lembaga Dewan Adat (LDA) menggelar pertemuan tertutup dengan seluruh putra-putri dalem Pakubuwono (PB) XII dan PB XIII di Sasana Handrawina, Kamis (13/11/2025). Kegiatan tersebut dibenarkan oleh GPH Suryo Wicaksono, salah satu putra dalem PB XII sekaligus adik PB […]

expand_less