Allahu Akbar! Respons Warga Gaza Israel-Hamas Resmi Deal Perdamaian

Date:

Share post:

Jakarta, Strategy News – Warga Gaza, Palestina, dilaporkan menyambut gembira atas deal perdamaian yang terjadi antara Israel dan Hamas. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kedua belah pihak telah menyetujui tahap 1 perdamaian Gaza, melalui akun media sosial miliknya Truth Social.

Pengumuman yang sama juga diberikan Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari. Ia mengatakan para mediator telah mengumumkan bahwa kesepakatan telah dicapai terkait perdamaian Israel dan Hamas di Gaza.

Mengutip AFP Kamis (9/10/2025), Rabu malam waktu setempat, warga di wilayah pesisir Al-Mawasi di Gaza selatan, meneriakkan yel-yel “Allahu akbar” dengan penuh sukacita saat pengumuman dilaporkan media lokal. Beberapa tembakan peringatan ke udara.

“Kami terus mengikuti setiap berita tentang negosiasi dan gencatan senjata,” kata warga bernama Mohammed Zamlot, 50 tahun, yang telah mengungsi dari Gaza utara.

Di tahap pertama perdamaian ini, Hamas akan membebaskan semua sandera. Sementara Israel akan menukarnya dengan tahanan Palestina dan menarik pasukannya kembali ke garis yang disepakati.

Hamas disebut telah menyerahkan daftar tahanan Palestina yang ingin dibebaskan dari penjara Israel. Salah satunya adalah narapidana terkemuka Marwan Barghouti dari gerakan Fatah, saingan Hamas.

Sebagai imbalannya, Hamas akan membebaskan 47 sandera yang tersisa, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, yang ditawan dalam serangannya 7 Oktober 2023.

Sebelumnya, Hamas menyandera 251 orang di Gaza, di mana 47 orang masih berada di sana, termasuk 25 orang yang menurut militer Israel telah tewas.

Perang Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 67.183 orang di Gaza. PBB mengatakan apa yang terjadi di Gaza adalah kehancuran total dan malapetaka kelaparan, bahkan menyebutnya genosida.

Pada awal pertemuan pembicaraan damai pekan ini, negosiator utama Hamas, Khalil al-Hayya, mengatakan kelompok Islamis itu hanya menginginkan “jaminan dari Presiden Trump dan negara-negara sponsorbahwa perang akan berakhir untuk selamanya”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Related articles

Izin 28 Perusahaan Dicabut Gara-gara Garap Hutan Lindung dan tak Bayar Pajak

Jakarta, Strategynews.id - Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap jenis pelanggaran yang dilakukan 28 perusahaan...

Gempa Guncang Beberapa Titik Wilayah Indonesia

Jakarta, Strategynews.id - Gempa dengan kekuatan magnitudo (M) 4,0 terjadi di Anyer, Banten. Gempa berada di kedalaman 144...

Skytrain Jakarta Tembus Tangsel dan Bogor dikaji, Mudahkan Warga Daerah Penyangga

Jakarta, Strategynews.id - Kementerian Perhubungan tengah mengkaji pengembangan moda transportasi baru berupa Skytrain alias kereta layang (kalayang) untuk...

Penerimaan Negara Merosot, OTT KPK Bukti Rendahnya Integritas Pegawai Pajak

Jakarta, Strategynews.id - Ketika APBN makin tertekan dan defisit mendekati batas 3 persen. Terciduknya pegawai pajak dalam operasi...