Breaking News
light_mode
Beranda » Tech & Edu » Apa Itu Bencana Ekologis? Mengenal Perbedaan Bencana Alam dan Bencana Ekologis

Apa Itu Bencana Ekologis? Mengenal Perbedaan Bencana Alam dan Bencana Ekologis

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Strategynews.id – Sejumlah wilayah di Indonesia kerap menghadapi berbagai macam bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, gempa bumi, hingga kebakaran hutan. Namun, dalam konteks mitigasi dan penanggulangan, penting untuk memahami perbedaan antara bencana alam dan bencana ekologis.

Meski keduanya sama-sama bencana yang menyebabkan kerusakan, namun terdapat perbedaan mendasar pada faktor pemicu utama kejadian tersebut. Mengetahui perbedaan ini dapat membantu upaya penanganan yang lebih tepat dan strategi pencegahannya.

Definisi Bencana Menurut Undang-Undang


Secara umum, yang disebut dengan bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan serta penghidupan masyarakat.

Merujuk pada Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, ancaman tersebut dipicu oleh tiga faktor utama, yaitu faktor alam, faktor nonalam, dan faktor manusia. Berdasarkan pemicu inilah, bencana kemudian diklasifikasikan ke dalam tiga jenis: bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial.

Dilansir laman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), definisi tersebut secara spesifik menguraikan jenis-jenis bencana yang diakibatkan oleh alam dan nonalam.

– Bencana alam disebabkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang timbul dari alam itu sendiri, seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.

– Sementara itu, bencana nonalam dipicu oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa nonalam yang dapat berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, hingga wabah penyakit.

Bencana Alam: Disebabkan oleh Alam

Sesuai namanya, bencana alam adalah bencana yang disebabkan oleh alam, antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah langsor.

Bencana ini berakar pada dinamika geologi, hidrologi, atau meteorologi bumi. Peristiwa ini terjadi karena adanya interaksi atau pelepasan energi di dalam sistem alam.

Menurut BNPB, ciri khas utama bencana alam adalah pemicunya yang murni berasal dari proses alamiah dan berada di luar kendali manusia. Contoh-contohnya mencakup gempa bumi yang terjadi karena pergerakan lempeng tektonik, letusan gunung api akibat aktivitas magma di perut bumi, serta tsunami yang disebabkan oleh pergeseran dasar laut secara tiba-tiba.

Meskipun manusia tidak dapat mencegah proses alam tersebut, mitigasi dan pengurangan risiko dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Bencana Ekologis: Kerusakan Sistem Ekologi

Meskipun secara resmi dikategorikan sebagai bencana alam (seperti banjir dan kekeringan), fenomena bencana ekologis merujuk pada peristiwa yang merusak keseimbangan lingkungan atau sistem ekologi, yakni hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan (kondisi) alam sekitarnya (lingkungannya).

Bencana ini seringkali memiliki unsur campur tangan atau akibat dari kegiatan manusia. Bencana ekologis terjadi ketika sistem ekologi atau hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya terganggu secara masif.

Contoh paling nyata dari bencana ekologis adalah banjir besar yang terjadi karena kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) akibat deforestasi, atau kebakaran hutan dan lahan gambut yang disengaja untuk pembukaan lahan.

Meskipun banjir dan kebakaran adalah peristiwa alam, eskalasi dan dampaknya menjadi bencana ekologis karena dipicu oleh kerusakan hutan dan tata ruang yang diakibatkan oleh faktor manusia.

Dalam konteks ini, pencegahan bencana ekologis menuntut penanganan yang holistik, yaitu dengan memperbaiki tata kelola lingkungan dan mempercepat aksi iklim untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Mau Menghapus Semua Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan

    Pemerintah Mau Menghapus Semua Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategy News- Pemerintah berencana menghapus semua tunggakan  iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS ) Kesehatan.Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan rencana itu sedang dipertimbangkan pemerintah. Menurutnya, pemerintah masih perlu memverifikasi data. “Sedang dipelajari dulu, dihitung dulu. Ada rencana seperti itu, tapi mohon waktu karena itu kan pasti harus dihitung. Datanya juga harus operasi, […]

  • Pengawasan Persaingan Usaha Tidak Sehat oleh KPPU: 5 Langkah Praktis

    Pengawasan Persaingan Usaha Tidak Sehat oleh KPPU: 5 Langkah Praktis

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: KPPU secara aktif memantau praktik anti persaingan seperti kartel, penyalahgunaan posisi dominan, serta transaksi merger yang berpotensi merugikan pasar. Bila ada indikasi pelanggaran, mereka dapat membuka penyelidikan, menjatuhkan sanksi administratif, dan mengeluarkan rekomendasi untuk mengembalikan kondisi persaingan yang sehat. Pengawasan Persaingan Usaha Tidak Sehat oleh KPPU melibatkan pemantauan aktif atas praktik bisnis yang […]

  • Perkembangan Pembahasan RUU Ekonomi Digital: Dampak pada UMKM & Solusi

    Perkembangan Pembahasan RUU Ekonomi Digital: Dampak pada UMKM & Solusi

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Konsultasi publik tentang RUU Ekonomi Digital kini berada pada fase revisi akhir, dengan penekanan pada regulasi data, perlindungan konsumen di e‑commerce, serta penguatan kerangka fintech. Pemerintah menargetkan penyelesaian rancangan undang‑undang tersebut sebelum akhir tahun, sambil mengakomodasi masukan dari pelaku industri dan akademisi. Perkembangan pembahasan RUU Ekonomi Digital kini menjadi sorotan utama karena mengatur […]

  • Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (OSS) Praktis

    Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (OSS) Praktis

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: OSS menyatukan proses perizinan usaha mulai dari izin prinsip hingga izin operasional dalam satu portal digital, mempermudah pelaku bisnis mengajukan, melacak, dan memperbarui izin secara online. Dengan integrasi lintas kementerian, biasanya waktu penyelesaian izin berkurang signifikan dibandingkan cara konvensional, sehingga investasi dapat bergerak lebih cepat. Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (OSS) menyatukan […]

  • Gus Ipul Ajak Kades Se-Malang Hidupkan Puskesos dan Mutakhirkan Data

    Gus Ipul Ajak Kades Se-Malang Hidupkan Puskesos dan Mutakhirkan Data

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Malang, Strategynews.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak pemerintah daerah Kabupaten Malang khususnya kepala desa, operator data, dan pilar-pilar sosial untuk fokus pada layanan sosial, yaitu dengan menghidupkan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) dan ikut memutakhirkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). “Fokus kepada layanan, terutama layanan sosial. Jadi begini Pak Kades, saya […]

  • Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026, Kepala Bappenas: Transisi energi harus berfokus pada implementasi

    Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026, Kepala Bappenas: Transisi energi harus berfokus pada implementasi

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta. Strategynews.id- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan tahap berikutnya dari transisi energi Indonesia harus fokus pada implementasi. “Setiap kebijakan energi utama harus memiliki jalur proyek yang jelas. Setiap jalur proyek harus memiliki jalur pembiayaan, dan setiap investasi harus berkontribusi langsung terhadap prioritas pembangunan nasional kita,” ucapnya dalam […]

expand_less