Breaking News
light_mode
Beranda » News » Danantara kucurkan Rp371 triliun untuk hilirisasi pertanian

Danantara kucurkan Rp371 triliun untuk hilirisasi pertanian

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Strategynews.id – Program hilirisasi di sektor pertanian mendapat suntikan investasi dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) senilai Rp371 triliun.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, dana tersebut akan difokuskan pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan hortikultura. Program ini ditargetkan mampu menciptakan sekitar 8 juta lapangan kerja baru.

“Total rencana Rp371 triliun akan kita investasikan untuk sektor pertanian, pangan, peternakan, hortikultura, dan perkebunan. Studi pra-kelayakan akan segera diselesaikan dan diserahkan ke Danantara. Prinsipnya sudah kita sepakati dan akan kita percepat,” ujar Amran dalam keterangan resminya.

Amran menambahkan, sebagian besar investasi akan diarahkan ke komoditas perkebunan seperti tebu, kakao, mete, dan kelapa.

Ia menegaskan bahwa hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah, kesejahteraan petani, dan daya saing nasional.

Sebagai contoh, Amran menyebut harga kelapa yang sebelumnya hanya sekitar Rp600 per butir kini naik menjadi Rp3.500 setelah diolah di dalam negeri.

“Kalau dulu dijual mentah nilainya kecil, tapi setelah diolah bisa naik 500 persen. Dengan industri yang lebih besar, nilainya bisa meningkat 20 hingga 100 kali lipat,” jelasnya.

Selain investasi utama Rp371 triliun, pemerintah juga menyiapkan tambahan investasi Rp20 triliun untuk memperkuat pasokan ayam dan telur nasional, guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kita siapkan dari sekarang agar pasokan ayam dan telur tidak kekurangan. Seluruh Indonesia akan menyuplai kebutuhan Badan Gizi Nasional (BGN),” ujarnya.

Sementara itu CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menilai hilirisasi di sektor pertanian memiliki dampak sosial lebih besar dibandingkan sektor mineral, karena bersifat padat karya dan langsung menyentuh masyarakat.

“Hilirisasi mineral memang butuh investasi besar, tapi penyerapan tenaga kerjanya kecil. Sedangkan di pertanian, perkebunan, dan peternakan, dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja jauh lebih besar. Ini yang akan kami percepat,” kata Rosan.

Ia menambahkan, Danantara bersama Kementerian Pertanian telah mengidentifikasi sejumlah proyek prioritas hilirisasi dan akan menugaskan BUMN terkait untuk mengeksekusinya.

“Kami akan memberi dukungan penuh serta mengevaluasi setiap tahapannya. Komoditas seperti kelapa dan kakao punya keunggulan kompetitif tinggi,” pungkasnya.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10 Tokoh Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan oleh Presiden Prabowo

    10 Tokoh Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan oleh Presiden Prabowo

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Tepat dihari Pahlawan 2025, Sepuluh tokoh dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Pemberian gelar pahlawan nasional ini berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Gelar pahlawan nasional tersebut diserahkan langsung Prabowo ke para ahli waris. Gelar pahlawan nasional itu tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang […]

  • Sah! Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim Pertama & Termuda New York

    Sah! Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim Pertama & Termuda New York

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Zohran Mamdani, seorang politisi muda Partai Demokrat berusia 34 tahun, terpilih sebagai wali kota Muslim pertama dan sekaligus yang termuda di New York. Kemenangannya menandai perubahan besar dalam peta politik kota terbesar di Amerika Serikat itu, sekaligus memicu perdebatan ideologis di dalam partainya sendiri. Mamdani, yang sebelumnya dikenal sebagai anggota parlemen negara […]

  • Transformasi Ekonomi Nasional: Menkop Ferry Tekankan Peran Koperasi Capai Pertumbuhan 8%

    Transformasi Ekonomi Nasional: Menkop Ferry Tekankan Peran Koperasi Capai Pertumbuhan 8%

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Azam
    • 0Komentar

    Great Institute menyelenggarakan seminar Great Lecture dengan tema Transformasi Ekonomi Nasional: Pertumbuhan Inklusif Menuju 8%. Acara ini menghadirkan tokoh-tokoh penting dalam bidang ekonomi nasional, antara lain, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Didik Madiyono, Direktur GREAT Intitute Syahganda […]

  • Ibu Kota Politik IKN Jadi Sorotan DPR, Apa Bedanya dengan Ibu Kota Negara?

    Ibu Kota Politik IKN Jadi Sorotan DPR, Apa Bedanya dengan Ibu Kota Negara?

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Anggota Komisi II DPR, Muhammad Khozin, menyuarakan keraguan terhadap penggunaan frasa “Ibu Kota Politik” dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025. Perpres tersebut merupakan revisi dari aturan sebelumnya yang membahas Rencana Kerja Pemerintah. Menurut Khozin, frasa tersebut tidak sejalan dengan Undang-Undang IKN yang hanya menyebutkan fungsi pusat pemerintahan. “Di UU IKN spirit yang kita […]

  • PT SGI Dorong Keterlibatan Anak Muda Kembangkan Pembangkit Panas Bumi di Flores

    PT SGI Dorong Keterlibatan Anak Muda Kembangkan Pembangkit Panas Bumi di Flores

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – PT Sokoria Geothermal Indonesia (PT SGI) melibatkan anak muda dalam industri energi terbarukan. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sokoria membuka peluang bagi pemuda di Kabupaten Ende terlibat langsung dalam pengembangan panas bumi atau geothermal di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Teknisi operasi PLTP Sokoria asal Ende, Servinus Seko Poa, menjadi salah […]

  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ungkap Ada 7 Perusahaan Asuransi yang Berpotensi Rugi Rp19,34 Triliun.

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ungkap Ada 7 Perusahaan Asuransi yang Berpotensi Rugi Rp19,34 Triliun.

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan  ( OJK ) mengungkap ada 7  perusahaan asuransi berpotensi rugi sebesar Rp19,34 triliun. Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan 7 perusahaan asuransi tersebut masuk kategori pengawasan intensif dan khusus. “Tujuh perusahaan berpotensi mengalami kerugian sebesar Rp19,34 triliun, penurunan nilai manfaat sebesar 52,91 persen,” kata Ogi […]

expand_less