Breaking News
light_mode
Beranda » Tech & Edu » Dari Tanah ke Data: Perampasan Baru di Era Digital

Dari Tanah ke Data: Perampasan Baru di Era Digital

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Strategynews.id  – Sejarah kapitalisme di Indonesia selalu ditandai oleh perebutan kendali atas sumber daya. Pada masa kolonial, yang direbut adalah tanah dan tenaga kerja; pada masa pembangunan Orde Baru, sumber daya alam dan ruang sosial. Kini, di abad ke-21, bentuknya bergeser ke data dan algoritma.

Namun logikanya tetap sama, pemisahan masyarakat dari kendali atas sumber daya produktif mereka. Ekonom politik David Harvey menyebut mekanisme ini sebagai accumulation by dispossession akumulasi melalui perampasan proses di mana aset kolektif diubah menjadi komoditas privat demi pertumbuhan kapital. Jika dulu yang dirampas adalah tanah, kini yang diekstraksi adalah data. Data menjadi sumber daya utama ekonomi digital, sebagaimana minyak pada era industri.

Indonesia dengan lebih dari 213 juta pengguna internet (Data Reportal, 2024) adalah pasar digital terbesar di Asia Tenggara sekaligus laboratorium frontier baru kapitalisme digital. Aktivitas harian mencari di Google, memesan Gojek, berbelanja di Tokopedia, atau menonton TikTok menghasilkan jejak digital yang menjadi bahan bakar ekonomi platform.

Studi Khawarizmi (2023) menunjukkan, lebih dari 60% pekerja lepas di Indonesia menghadapi persaingan tinggi dan upah rendah, sementara biaya produksi seperti perangkat dan koneksi internet harus mereka tanggung sendiri. Fleksibilitas yang dipromosikan sebagai kebebasan, sesungguhnya adalah bentuk baru perampasan hak-hak dasar pekerja.

Kolonialisme Data dan Ketergantungan Baru

Dalam perspektif sistem dunia Immanuel Wallerstein, negara seperti Indonesia menempati posisi periphery pemasok bahan mentah bagi pusat kapital global. Pola lama itu kini berulang dalam bentuk baru: data menjadi komoditas mentah, sementara nilai tambahnya dikuasai perusahaan teknologi raksasa.

Ekonomi digital Indonesia bernilai lebih dari 80 miliar dolar AS (Google, Temasek & Bain, 2024), tetapi sebagian besar pertumbuhan itu ditopang oleh investasi dan infrastruktur asing. Aliran nilai kini bukan lagi hasil bumi ke Eropa, melainkan arus data ke pusat server global milik Amazon, Google, dan Microsoft. Peran negara dalam konteks ini ambivalen. Pemerintah menyediakan infrastruktur dan regulasi ramah investasi demi menarik kapital teknologi, namun langkah tersebut sering justru memperkuat subordinasi terhadap kepentingan global. Perjanjian perdagangan digital Indonesia – Amerika Serikat pada 2025, misalnya, mencantumkan klausul yang menjamin kebebasan transfer data pribadi ke luar negeri.

Meski pemerintah menegaskan sesuai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU No. 27/2022), perjanjian ini menunjukkan bahwa data warga negara telah menjadi objek akumulasi dalam sirkuit kapital global. Kondisi ini membuat Indonesia berisiko menjadi “periphery digital”, penyedia data mentah bagi pusat kapital teknologi dunia.

Seperti diuraikan Nick Couldry dan Ulises Mejias dalam The Costs of Connection, kolonialisme data bekerja dengan prinsip yang sama seperti kolonialisme klasik menjadikan kehidupan sosial manusia sebagai sumber daya untuk diekstraksi.

Kasus kebocoran data BPJS Kesehatan dan e-commerce besar beberapa tahun lalu memperlihatkan lemahnya kedaulatan data nasional dan rendahnya literasi digital masyarakat. Data pribadi kini diperdagangkan di pasar gelap, menciptakan ekonomi kejahatan siber yang memperparah ketimpangan digital.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ESDM Bakal Revisi Kepmen Harga Gas Murah HGBT Buat Industri

    ESDM Bakal Revisi Kepmen Harga Gas Murah HGBT Buat Industri

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta. Strategynews.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bakal merevisi Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM terkait implementasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Hal ini dilakukan guna memastikan penyaluran gas murah bagi industri berjalan lebih optimal. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pembahasan revisi Kepmen HGBT dilakukan bersamaan dengan […]

  • Mentan Pimpin Rapat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

    Mentan Pimpin Rapat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman, memimpin rapat darurat percepatan penyaluran bantuan pangan untuk penanganan bencana di wilayah Sumatera, Senin (1/12/2025). Rapat digelar di kediaman Mentan Amran sejak pukul 06.00 pagi sebagai bentuk keseriusan pemerintah mempercepat koordinasi dalam situasi tanggap darurat. Dalam rapat, Mentan mengumpulkan seluruh jajaran […]

  • Mengintip Kesalahan Utama dalam Membangun Ketahanan Pangan Indonesia

    Mengintip Kesalahan Utama dalam Membangun Ketahanan Pangan Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Ketahanan pangan adalah kemampuan suatu negara atau masyarakat untuk menyediakan pangan yang cukup dan bergizi bagi seluruh penduduknya. Umumnya, 70% kebutuhan pangan dunia dipenuhi oleh pertanian lokal. Berdasarkan data, produksi pangan yang berkelanjutan sangat penting untuk mencapai ketahanan pangan. Ketahanan pangan adalah kemampuan suatu negara atau komunitas untuk memenuhi kebutuhan pangan yang cukup, […]

  • Ilustrasi panduan lengkap manajemen risiko keuangan bisnis untuk melindungi profit dan mengurangi ketidakpastian

    Mengenal Financial Planning untuk Efisiensi Kas Perusahaan vs Cashflow

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Financial planning membantu perusahaan mengelola arus kas secara terstruktur, mengidentifikasi kebutuhan likuiditas, dan meminimalkan pemborosan. Dengan menggabungkan proyeksi pendapatan, pengeluaran, serta strategi investasi, perusahaan dapat menjaga kestabilan operasional serta meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Financial planning yang berfokus pada efisiensi kas perusahaan membantu menghubungkan proyeksi pendapatan, pengeluaran, dan kebutuhan likuiditas dalam satu kerangka […]

  • Momen Jabat Tangan dan Pujian Presiden Trump kepada Presiden Prabowo

    Momen Jabat Tangan dan Pujian Presiden Trump kepada Presiden Prabowo

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategy News – Suasana ruang konferensi di International Congress Centre, Sharm El-Sheikh, Mesir, pada Senin, 13 Oktober 2025, terasa hangat dan bersejarah. Di tengah sorotan dunia terhadap berakhirnya konflik panjang di Gaza, para pemimpin dunia berkumpul untuk menyaksikan penandatanganan perjanjian perdamaian dan penghentian perang, sebuah momentum bersejarah di kawasan Timur Tengah dan dunia. Usai […]

  • Kondisi Ketenagakerjaan Lampu Kuning, Ada 3,5 Juta Pencari Kerja/Tahun.

    Kondisi Ketenagakerjaan Lampu Kuning, Ada 3,5 Juta Pencari Kerja/Tahun.

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id  – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menilai kondisi ketenagakerjaan Indonesia saat ini berada dalam posisi lampu kuning. Hal ini terjadi karena tingginya jumlah pencari kerja baru, namun kondisi tersebut tak sebanding dengan penyediaan lapangan kerja. Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO Bob Azam mengatakan setiap tahunnya ada 3,5 juta pencari kerja baru. Sementara setiap 1% pertumbuhan […]

expand_less