Breaking News
light_mode
Beranda » Uncategorized » Negara-Negara Asia-Pasifik Perkuat Kolaborasi untuk Tata Kelola Hutan dan Pembiayaan Iklim melalui REDD+

Negara-Negara Asia-Pasifik Perkuat Kolaborasi untuk Tata Kelola Hutan dan Pembiayaan Iklim melalui REDD+

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta. Strategynews.id – Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bekerja sama dengan Sekretariat Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change / UNFCCC) resmi membuka Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) Community of Practice Regional Meeting for Asia-Pacific Countries. Acara yang berlangsung pada 12–15 Oktober 2026 di Bali ini dihadiri para ahli, pejabat pemerintah, dan praktisi kehutanan dari kawasan Asia-Pasifik untuk berbagi pengalaman praktis, mengevaluasi capaian, serta merumuskan strategi penanganan deforestasi dan degradasi hutan. Dilansir dari kehutanan.go.id.

Dalam sambutan pembukaan mewakili Pemerintah Indonesia selaku tuan rumah, Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim, Prof. Haruni Krisnawati menyampaikan apresiasi atas kemitraan dengan UNFCCC dalam penyelenggaraan kegiatan ini serta menyambut hangat kehadiran para delegasi dari negara-negara Asia-Pasifik. REDD+ memegang peranan krusial, tidak hanya dalam memperkuat tata kelola iklim global, tetapi juga mengokohkan tata kelola kehutanan nasional.

“Adalah sebuah kehormatan untuk terus melindungi dan mengelola hutan secara berkelanjutan. Pertemuan ini menjadi wahana berharga untuk saling belajar dari pendekatan yang beragam, memperkuat jaringan profesional, serta menjajaki peluang kerja sama baru,” ujar Prof. Haruni. Beliau juga mengundang seluruh delegasi untuk menyaksikan langsung upaya restorasi ekosistem pesisir melalui kunjungan lapangan ke area mangrove Bali pada hari terakhir pertemuan.

Mewakili Sekretariat UNFCCC, Dirk Nemitz, Team Lead AFOLU, mengapresiasi Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah. Setelah pertemuan pertama sukses diselenggarakan di Brasil, pertemuan di Bali ini dirancang untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman teknis antarnegara di kawasan Asia-Pasifik terkait implementasi REDD+ dan merespons lanskap pendanaan dan tata kelola REDD+ yang semakin kompleks pasca-implementasi Pasal 6 Persetujuan Paris.

“Lebih dari satu dekade implementasi REDD+, negara-negara telah mengembangkan keahlian teknis dan pengalaman praktis yang signifikan. Namun, perkembangan kebijakan dan mekanisme internasional, termasuk Enhanced Transparency Framework, Pasal 6 Persetujuan Paris, serta berbagai pendekatan pendanaan berbasis hasil, menuntut penguatan koordinasi, konsistensi pelaporan, dan peningkatan kapasitas implementasi. Hasil akhir dan keberlanjutan dari forum ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif para peserta untuk mendukung implementasi nyata,” ungkap Dirk Nemitz. Diskusi dijalankan berdasarkan Code of Conduct UNFCCC dan Chatham House Rule guna mendorong dialog yang terbuka, jujur dan komunikatif.

Selama 4 (empat) hari penyelenggaraan, para peserta membahas berbagai isu strategis, antara lain: Refleksi 10 tahun implementasi REDD+; Harmonisasi pelaporan dan pendanaan berbasis hasil (result-based finance); Penguatan pengaman (safeguard) dan sinergi Konvensi Rio; dan kunjungan lapangan restorasi mangrove di Arboretum Mangrove, Mangrove Information Center dan Pusat Pembibitan Mangrove Wantilan di Bali untuk melihat praktik terbaik restorasi ekosistem pesisir.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nusron Buka Suara Usai MK Batalkan Hak Guna Lahan di IKN 190 Tahun

    Nusron Buka Suara Usai MK Batalkan Hak Guna Lahan di IKN 190 Tahun

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid buka suara soal Mahkamah Konstitusi ( MK ) membatalkan ketentuan pemberian hak guna lahan bagi para investor di Ibu Kota Negara ( IKN ) hingga 190 tahun. Nusron menekankan bersama Otorita IKN (OIKN) dan kementerian terkait lainnya segera melakukan koordinasi untuk harmonisasi […]

  • Dekan FDIKOM UIN Jakarta Resmikan Common Room: Pusat Inkubasi Gagasan dan Kolaborasi Masa Depan

    Dekan FDIKOM UIN Jakarta Resmikan Common Room: Pusat Inkubasi Gagasan dan Kolaborasi Masa Depan

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Azam
    • 0Komentar

    JAKARTA, 8 Mei 2026 — Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali mencatatkan langkah progresif dalam transformasi ekosistem akademik. Dekan FDIKOM, Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si, secara resmi meresmikan Common Room program Magister dan Doktor, Jumat (8/5). Fasilitas ini diproyeksikan menjadi “jantung” baru bagi lahirnya inovasi dan riset prestisius di […]

  • Presiden Prabowo: Targetkan Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 82 Juta Penerima Manfaat

    Presiden Prabowo: Targetkan Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 82 Juta Penerima Manfaat

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Azam
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan capaian penting program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dalam 11 bulan pelaksanaan telah menjangkau hampir 30 juta penerima manfaat. Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Golden Ballroom, The Sultan Hotel, Jakarta, Senin (29/9/2025). Menurut Presiden, program MBG tidak hanya […]

  • Kepala Badan Gizi Butuh Minimal 6 Juta Peternak Baru untuk Pasok MBG

    Kepala Badan Gizi Butuh Minimal 6 Juta Peternak Baru untuk Pasok MBG

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Kepala  Badan Gizi Nasional ( BGN ) Dadan Hindayana mengungkapkan kebutuhan besar terhadap pasokan bahan pangan hewani untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis ( MBG ). Ia blak-blakan menyebut Indonesia membutuhkan minimal 6 juta peternak baru mulai tahun depan agar pasokan telur dan ayam tidak defisit. “Kalau kita tidak ada peternak baru […]

  • Panduan Lengkap Manajemen Risiko Keuangan Bisnis: 3 Langkah Praktis

    Panduan Lengkap Manajemen Risiko Keuangan Bisnis: 3 Langkah Praktis

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Manajemen risiko keuangan bisnis meliputi proses mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan potensi kerugian yang muncul dari fluktuasi pasar, likuiditas, atau kredit. Dengan menggabungkan kebijakan kontrol internal, diversifikasi aset, serta instrumen hedging, perusahaan dapat melindungi profitabilitas sekaligus tetap memanfaatkan peluang pertumbuhan. Manajemen risiko keuangan bisnis berarti mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan ancaman yang dapat menggerogoti profit […]

  • Analisis Hukum Transaksi Penjualan Saham Perusahaan: Risiko & Solusi

    Analisis Hukum Transaksi Penjualan Saham Perusahaan: Risiko & Solusi

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Dalam penjualan saham perusahaan, hukum mengatur hak dan kewajiban pembeli serta penjual lewat perjanjian saham, persetujuan RUPS, dan kepatuhan pada peraturan OJK serta UU Perseroan Terbatas. Analisis biasanya menilai keabsahan otorisasi, kepatuhan dokumen, serta potensi risiko seperti pelanggaran insider trading. Konsultasi dengan advokat korporasi penting agar transaksi tetap sah dan terhindar sengketa. Analisis […]

expand_less