TLDN Masuk Daftar Forbes Asia ‘Best Under A Billion’ 2025

Date:

Share post:

Jakarta, PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) terus berupaya menjaga kinerja keuangan perusahaan di tengah berbagai tantangan industri kelapa sawit dan perekonomian. Komitmen ini berhasil membawa TLDN masuk dalam daftar Best Under A Billion 2025 dari Forbes Asia yang dirilis pada 4 Agustus 2025.

Daftar tahunan ini menampilkan 200 perusahaan publik di kawasan Asia-Pasifik dengan nilai penjualan tahunan antara US$10 juta hingga US$1 miliar, yang dinilai memiliki kinerja keuangan solid, pertumbuhan konsisten, dan tata kelola yang baik. Dari lebih dari 19.000 perusahaan publik yang disaring, hanya 10 berasal dari Indonesia, dan kurang dari lima dari sektor agrikultur — salah satunya TLDN.

“Perusahaan-perusahaan dalam daftar ini dipilih berdasarkan skor komposit menggunakan ukuran-ukuran seperti pertumbuhan utang, penjualan/ pendapatan, laba bersih, laba per saham selama periode fiskal satu dan tiga tahun terakhir, serta rata-rata pengembalian ekuitas satu dan lima tahun terkuat.

Selain kriteria kuantitatif, penyaringan kualitatif juga diterapkan, seperti mengecualikan perusahaan-perusahaan dengan masalah tata kelola yang serius, praktik akuntansi yang dipertanyakan, masalah lingkungan, masalah manajemen, atau masalah hukum dalam beberapa tahun terakhir,” sebagaimana dikutip dalam penjelasan Forbes Asia di laman resminya.

Pencapaian ini mencerminkan bahwa TLDN mampu menjaga pertumbuhan penjualan dan laba bersih dengan konsisten di tengah banyaknya isu dan tantangan perekonomian yang berlangsung. Adapun TLDN telah melaporkan kinerja keuangannya pada tahun 2024 dengan pendapatan sebesar Rp 4,21 triliun serta laba bersih sebesar Rp 825,59 miliar, masing-masing tumbuh 5,1% dan 82,7% secara tahunan. Perusahaan terus berkomitmen menjaga pertumbuhan kinerja keuangan pada tahun ini. Perkembangannya pada periode semester I-2025, pendapatan tumbuh 36,7% dan laba bersih tumbuh 108,6% secara tahunan.

“Masuknya TLDN dalam daftar ini merupakan hasil kerja keras seluruh karyawan dan manajemen dalam menjalankan tata kelola dan bisnis yang berkelanjutan. Sebagai perusahaan terbuka, kami berupaya menjaga pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional secara akuntabel, serta mematuhi regulasi yang berlaku. Kami terus berinovasi untuk memberikan output terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Wishnu Wardhana, Direktur Utama PT Teladan Prima Agro Tbk.

Sebagai informasi pada tahun lalu, TLDN melakukan inovasi dengan memperkuat kapasitas operasional melalui pengembangan kernel crushing plant (KCP) dan biogas power plant (BPP). Beroperasinya kedua fasilitas ini tidak hanya memaksimalkan efisiensi sumber daya dan hasil yang dicapai, tetapi juga berperan aktif dalam pengurangan emisi dan pengelolaan limbah secara bertanggung jawab.

KCP mengoptimalkan pemanfaatan inti sawit menjadi produk bernilai tinggi, sementara BPP mengubah limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) menjadi energi terbarukan, yang mengurangi emisi metana dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Inovasi ini menjadi fondasi penting dalam strategi jangka panjang TLDN untuk memperkuat ekonomi sirkular, berkontribusi pada pengurangan dampak perubahan iklim, dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi generasi mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Related articles

Izin 28 Perusahaan Dicabut Gara-gara Garap Hutan Lindung dan tak Bayar Pajak

Jakarta, Strategynews.id - Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap jenis pelanggaran yang dilakukan 28 perusahaan...

Gempa Guncang Beberapa Titik Wilayah Indonesia

Jakarta, Strategynews.id - Gempa dengan kekuatan magnitudo (M) 4,0 terjadi di Anyer, Banten. Gempa berada di kedalaman 144...

Skytrain Jakarta Tembus Tangsel dan Bogor dikaji, Mudahkan Warga Daerah Penyangga

Jakarta, Strategynews.id - Kementerian Perhubungan tengah mengkaji pengembangan moda transportasi baru berupa Skytrain alias kereta layang (kalayang) untuk...

Penerimaan Negara Merosot, OTT KPK Bukti Rendahnya Integritas Pegawai Pajak

Jakarta, Strategynews.id - Ketika APBN makin tertekan dan defisit mendekati batas 3 persen. Terciduknya pegawai pajak dalam operasi...