Breaking News
light_mode
Beranda » News » Politik » Memahami Sistem Pemilu Proporsional Tertutup: Mekanisme, Kelebihan, dan Kekurangannya

Memahami Sistem Pemilu Proporsional Tertutup: Mekanisme, Kelebihan, dan Kekurangannya

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sistem pemilu proporsional tertutup kembali menjadi perbincangan publik menjelang penyelenggaraan Pemilu. Dalam sistem ini, pemilih memberikan suara hanya kepada partai politik, bukan secara langsung kepada calon legislatif.

Dalam praktiknya, partai politik menyusun daftar nama calon legislatif berdasarkan urutan tertentu sebelum pemilu. Nantinya, jumlah kursi yang didapat partai akan diisi oleh calon-calon berdasarkan urutan tersebut, tanpa memperhatikan suara individu yang diperoleh tiap calon.

Metode yang umum digunakan adalah List Proportional Representation, di mana surat suara hanya menampilkan nama atau lambang partai. Pemilih cukup mencoblos partai pilihannya, sementara penentuan siapa yang lolos ke parlemen sepenuhnya bergantung pada peringkat dalam daftar yang telah disusun oleh partai.

Sistem ini memiliki beberapa keunggulan. Salah satunya adalah efisiensi kampanye—karena kandidat tidak perlu bersaing secara individu, potensi praktik politik uang cenderung lebih kecil. Selain itu, kontrol partai yang besar terhadap daftar calon dinilai dapat memperkuat kelembagaan partai serta mendorong kaderisasi internal.

Namun, sistem ini juga menuai kritik. Salah satu kekurangannya adalah minimnya partisipasi pemilih dalam menentukan siapa yang mewakili mereka secara langsung. Pemilih hanya bisa memilih partai, tanpa bisa menilai kualitas masing-masing calon. Akibatnya, calon legislatif yang duduk di parlemen berisiko kurang aspiratif. Selain itu, dominasi elite partai dalam penyusunan daftar calon bisa membuka ruang bagi praktik nepotisme dan oligarki.

Sebagai catatan sejarah, Indonesia sempat menggunakan sistem proporsional tertutup dalam Pemilu 1955 hingga 1999. Namun sejak 2004, sistem proporsional terbuka mulai diberlakukan, yang memungkinkan pemilih mencoblos langsung nama calon legislatif.

Seiring waktu, diskursus mengenai efektivitas masing-masing sistem terus berkembang, terutama ketika wacana perubahan sistem pemilu kembali mencuat di ruang publik.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prediksi Resesi: 5 Tanda Bahaya yang Sering Diabaikan

    Prediksi Resesi: 5 Tanda Bahaya yang Sering Diabaikan

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Prediksi resesi adalah perkiraan terjadinya resesi ekonomi, yaitu penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan. Umumnya, resesi terjadi ketika pertumbuhan PDB negatif selama dua kuartal berturut-turut. Berdasarkan data, rata-rata resesi global berlangsung sekitar 11 bulan. Prediksi resesi adalah proses analisis untuk memprediksi kemungkinan terjadinya resesi ekonomi, yaitu suatu periode penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan dan […]

  • TLDN Masuk Daftar Forbes Asia ‘Best Under A Billion’ 2025

    TLDN Masuk Daftar Forbes Asia ‘Best Under A Billion’ 2025

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Jakarta, PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) terus berupaya menjaga kinerja keuangan perusahaan di tengah berbagai tantangan industri kelapa sawit dan perekonomian. Komitmen ini berhasil membawa TLDN masuk dalam daftar Best Under A Billion 2025 dari Forbes Asia yang dirilis pada 4 Agustus 2025. Daftar tahunan ini menampilkan 200 perusahaan publik di kawasan Asia-Pasifik dengan […]

  • Geger! Penobatan Raja Baru Keraton Solo Diwarnai Perdebatan Panas

    Geger! Penobatan Raja Baru Keraton Solo Diwarnai Perdebatan Panas

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Berebut tahta raja, dinamika internal Keraton Kasunanan Surakarta kembali memanas. Mahapatih KGPH Tedjowulan bersama Lembaga Dewan Adat (LDA) menggelar pertemuan tertutup dengan seluruh putra-putri dalem Pakubuwono (PB) XII dan PB XIII di Sasana Handrawina, Kamis (13/11/2025). Kegiatan tersebut dibenarkan oleh GPH Suryo Wicaksono, salah satu putra dalem PB XII sekaligus adik PB […]

  • Presiden Prabowo Saksikan Langsung Penyerahan Aset Barang Rampasan Negara dari Tambang Ilegal kepada PT Timah

    Presiden Prabowo Saksikan Langsung Penyerahan Aset Barang Rampasan Negara dari Tambang Ilegal kepada PT Timah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Strategynews, Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung Penyerahan Aset Barang Rampasan Negara (BRN) kepada PT Timah Tbk., yang digelar di Smelter PT Tinindo Internusa, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Senin, 6 Oktober 2025. Penyerahan aset dilakukan secara berjenjang, dimulai dari Jaksa Agung kepada Wakil Menteri Keuangan, dilanjutkan dari Wakil Menteri Keuangan kepada […]

  • Presiden Prabowo Subianto: Pengukuhan Pengurus MUI 2025-2030 Momen Bersatunya Ulama dan Umaro

    Presiden Prabowo Subianto: Pengukuhan Pengurus MUI 2025-2030 Momen Bersatunya Ulama dan Umaro

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Majelis Ulama Indonesia menyelenggarakan Pengukuhan Pengurus  Periode 2025 – 2030 di Masjid Istiqlal Jakarta. Pengukuhan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Prabowo mengatakan bahwa momen penggukuhan MUI menjadi momentum berkumpulnya para ulama dan umaro  (pemerintah). Keduanya memilik peran penting dalam perkembangan bangsa. “Saya sungguh merasa bahagia dan berbesar hati. […]

  • Kepala Bapanas: Produksi beras meningkat 4,1 juta ton tanpa impor

    Kepala Bapanas: Produksi beras meningkat 4,1 juta ton tanpa impor

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan proyeksi produksi beras meningkat hingga 4,1 juta ton hingga akhir 2025, tanpa adanya impor komoditas tersebut. “Kami hitung selalu moderat. Tahun lalu, (arahan Presiden Prabowo Subianto) empat tahun swasembada, rencananya. Alhamdulillah, tinggal 1 bulan lagi. Sesuai BPS (Badan Pusat Statistik), […]

expand_less