Dukung Percepatan Penanganan Bencana Sumatra, BRIN Kembangkan Platform Integrasi Data Kebencanaan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 5 Des 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Strategynews.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengerahkan 101 personel dari 13 unit kerja untuk mendukung percepatan penanganan banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Seluruh personel tersebut tergabung dalam Task Force Reaksi Cepat Tanggap Bencana, sebuah operasi terpadu yang menggabungkan kemampuan riset, analisis data, serta dukungan teknis lintas bidang.
Dalam paparan resmi kepada jajaran pimpinan BRIN, di Gedung B.J. Habibie, Thamrin, Jakarta, Kamis (4/12/2025), Tim Task Force melaporkan bahwa hingga saat ini telah dihasilkan 98 peta analisis dan 83 grid pemetaan sebagai dasar utama penentuan lokasi terdampak serta rencana intervensi lapangan.
Ketua Task Force BRIN, menyampaikan bahwa tim telah memasuki tahap akhir persiapan dan dijadwalkan mulai bergerak ke lapangan pada Sabtu ini. BRIN akan mengirim 9 personel bidang kesehatan ke Kabupaten Pidie, Aceh, serta 2–5 personel survei pemetaan menuju Aceh Tamiang–Langsa melalui Medan.
Pemetaan Intensif
Presentasi yang disampaikan di hadapan Kepala BRIN Arif Satria, Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian, dan Sekretaris Utama BRIN Rr. Nur Tri Aries Suestiningtyas menunjukkan bahwa proses analisis bencana telah berjalan sejak hari Minggu (30/11/2025), dan dilakukan nonstop 24 jam melalui tiga posko utama, yakni Cibinong, Serpong, dan Lantai 20 Gedung B.J. Habibie – Thamrin, Jakarta.
Dari total peta yang telah dihasilkan, 30 grid menggambarkan wilayah terdampak di Aceh, 32 grid di Sumatra Utara, dan 21 grid di Sumatra Barat.
Selain itu, BRIN menerbitkan 14 citra satelit Hi-Res yang memperlihatkan pola banjir dan longsor secara rinci di tiga provinsi tersebut. Ketersediaan citra Hi-Res ini diperoleh melalui dukungan lembaga mitra yang turut memberikan akses data untuk kepentingan tanggap darurat.
Bidang Data dan Analisis Citra melaporkan progres pekerjaan mencapai 98,6 persen, tanpa adanya tugas yang tertunda. “Kami bekerja siang dan malam, dan sampai saat ini seluruh posko masih tetap berjalan,” ujar Joko, menegaskan komitmen tim yang bekerja bergiliran selama 24 jam.
Kembangkan Platform Integrasi Data Kebencanaan
Untuk memperkuat respons kebencanaan nasional, BRIN memperkenalkan platform digital Spasial Analisis Tanggap Darurat Reaksi Bencana yang akan segera di-launching. Platform ini menyajikan peta interaktif, analisis spasial, serta data siap pakai yang mendukung koordinasi dengan BNPB, kementerian, serta pemerintah daerah.
Pengembangan platform ini dilakukan melalui kolaborasi bersama berbagai universitas, termasuk UGM dan IPB, sebagai upaya menyelaraskan analisis riset dengan kebutuhan lapangan.
Kepala BRIN, Arif Satria, menekankan pentingnya pengecekan alat arsinum (Air Siap Minum), kesiapan kendaraan, dan kompetensi operator mengingat medan lapangan yang berat. Ia menginstruksikan agar tim memberikan laporan situasi secara periodik dan memastikan seluruh personel mengenakan identitas BRIN selama bertugas di lapangan.
Arif juga menegaskan bahwa BRIN harus benar-benar koordinasi dengan BNPB. BRIN mendukung BNPB melalui penyediaan data satelit, arsinum, dan analisis teknis. “Tugas kita adalah melengkapi apa yang tidak dimiliki BNPB. Mereka nggak punya apa, ya, kita sediakan. BNPB nggak punya data selektif, kita sediakan,” ujarnya.
Operasi Task Force BRIN akan terus berjalan hingga seluruh dukungan teknis, logistik, dan riset dapat disalurkan secara maksimal bagi masyarakat terdampak.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar