Breaking News
light_mode
Beranda » News » BRIN Tegaskan Kinerja 2026 Fokus pada Dampak Nyata Riset dan Inovasi

BRIN Tegaskan Kinerja 2026 Fokus pada Dampak Nyata Riset dan Inovasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Strategynews.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan komitmen penguatan kinerja organisasi, melalui Perjanjian Kinerja (PK) Tahun 2026. Kepala BRIN, Arif Satria, menekankan bahwa kinerja riset dan inovasi tidak cukup diukur dari pencapaian administratif, melainkan harus menghasilkan outcome yang jelas dan berdampak nyata bagi masyarakat, industri, serta negara.

Menurutnya, target kinerja BRIN ke depan harus terhubung langsung dengan hasil berupa teknologi, inovasi, dan rekomendasi kebijakan yang digunakan oleh pemangku kepentingan.

“Yang paling penting adalah bagaimana inovasi BRIN dipakai oleh masyarakat dan industri. Kita harus bisa menunjukkan berapa inovasi yang benar-benar digunakan, apa dampaknya, dan apa nilai tambahnya bagi negara,” kata Arif, dalam Rapat Pimpinan (Rapim) di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (8/1).

Ia mengingatkan setiap unit kerja perlu memahami target kinerjanya secara utuh, tidak hanya dari sisi output, tetapi juga outcome dan dampaknya. Target teknologi, inovasi, dan kebijakan harus jelas arah pencapaiannya serta terukur pemanfaatannya.

Lebih lanjut, Arif menyoroti pentingnya perubahan pendekatan dalam pelaporan kinerja riset dan inovasi BRIN. Ia menyebutkan bahwa BRIN perlu terus belajar dalam melakukan valuasi dampak, baik yang bersifat monetaris maupun nonmonetaris, termasuk dampak langsung dan tidak langsung dari inovasi yang dihasilkan.

“Ke depan, laporan BRIN bukan lagi laporan output, tetapi outcome. Kita tidak lagi hanya menyebutkan jumlah publikasi dan mitra, atau angka-angka administratif lainnya, tetapi menunjukkan apa hasil dan dampak dari riset dan inovasi tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kajian valuasi dampak tersebut perlu dilakukan secara sistematis oleh tim terkait agar pada laporan akhir tahun 2026, kinerja BRIN dapat disajikan secara lebih komprehensif, terukur, dan kredibel di hadapan publik.

Dalam pemaparan PK Kepala BRIN Tahun 2026, Sekretaris Utama BRIN, Nur Tri Aries Suestiningtyas menyampaikan bahwa sasaran strategis BRIN diarahkan pada tiga hal utama, yaitu penguatan kapasitas sumber daya riset dan inovasi, peningkatan pemanfaatan hasil riset dan inovasi, serta penguatan tata kelola BRIN yang efisien, efektif, transparan, dan akuntabel. Sasaran tersebut menjadi kerangka kerja utama dalam pencapaian target teknologi, inovasi, dan kebijakan berbasis riset.

Nur menjelaskan bahwa anggaran BRIN dalam PK Tahun 2026 mencapai sekitar Rp6,14 triliun, yang terdiri atas Program Riset dan Inovasi Iptek serta Program Dukungan Manajemen, sesuai dengan sasaran dan indikator kinerja yang telah ditetapkan.

Lebih rinci, Nur menyampaikan Inspektorat Utama mengelola anggaran sekitar Rp499,4 juta yang difokuskan pada penguatan pengawasan internal, peningkatan kualitas audit, serta pengelolaan risiko untuk mendukung tata kelola yang akuntabel.

Selanjutnya, Sekretariat Utama mengelola anggaran sekitar Rp3,29 triliun yang difokuskan pada penguatan tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, sistem digital, akuntabilitas kinerja, serta penguatan budaya kerja aparatur.

Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan mengelola anggaran sekitar Rp3 miliar untuk perumusan kebijakan pembangunan berbasis riset. Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi memperoleh alokasi sekitar Rp2,25 miliar yang difokuskan pada perumusan kebijakan riset dan inovasi serta peningkatan kualitas kebijakan.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Iptek mengelola anggaran sekitar Rp155,3 miliar untuk peningkatan kapasitas dan daya saing SDM iptek nasional. Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi memperoleh alokasi sekitar Rp2,08 triliun untuk penguatan dan optimalisasi infrastruktur riset dan inovasi.

Kemudian, Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi mengelola anggaran sekitar Rp391,9 miliar untuk mendukung pendanaan riset, kolaborasi, dan peningkatan kualitas publikasi ilmiah. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi memperoleh alokasi sekitar Rp193,4 miliar yang difokuskan pada hilirisasi, komersialisasi, serta peningkatan pemanfaatan hasil riset oleh pemerintah, industri, dan masyarakat.

Adapun Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah mengelola anggaran sekitar Rp3 miliar untuk penguatan ekosistem riset dan inovasi di daerah.

Selain itu, Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia mengelola anggaran sekitar Rp27,43 miliar untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan teknologi nuklir serta penguatan tata kelola pendidikan vokasi di bidang iptek nuklir.

Rapim ditutup dengan Serah Terima DIPA Tahun 2026, penandatanganan perjanjian kinerja sekaligus pakta integritas.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Analisis Hubungan Diplomatik Indonesia dan Dampak Dagangnya 2023 Studi

    Analisis Hubungan Diplomatik Indonesia dan Dampak Dagangnya 2023 Studi

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Hubungan diplomatik Indonesia secara umum memperkuat akses pasar dan menciptakan iklim investasi yang lebih stabil, sehingga volume perdagangan dengan mitra utama—seperti negara‑negara ASEAN, Uni Eropa, dan China—cenderung meningkat. Kebijakan luar negeri yang menekankan kerjasama ekonomi, perjanjian perdagangan bebas, serta dialog bilateral seringkali menghasilkan penurunan tarif dan penyederhanaan prosedur bea cukai, yang pada gilirannya […]

  • Potensi Wakaf Capai Rp180 Triliun per Tahun, Ma’ruf Amin: Bisa Atasi Kemiskinan

    Potensi Wakaf Capai Rp180 Triliun per Tahun, Ma’ruf Amin: Bisa Atasi Kemiskinan

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id  – Wakil Presiden (Wapres) RI ke-13, Ma’ruf Amin, mengungkapkan potensi wakaf di Indonesia sangat besar. Jika dikumpulkan, wakaf uang per tahunnya bisa mencapai Rp180 triliun. Dana abadi umat ini dinilai Ma’ruf Amin memiliki peran strategis. Dapat menjadi solusi efektif untuk menanggulangi masalah kemiskinan di Tanah Air. Hal tersebut disampaikan Ma’ruf Amin dalam acara […]

  • Cara Mengembangkan Cloud Computing untuk Infrastruktur IT – 5 Langkah

    Cara Mengembangkan Cloud Computing untuk Infrastruktur IT – 5 Langkah

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Mulailah dengan menilai beban kerja serta kebutuhan skalabilitas dan keamanan, lalu pilih model layanan (IaaS, PaaS, atau hybrid) yang paling cocok. Selanjutnya, desain arsitektur berbasis API dan otomatisasi deployment menggunakan alat seperti Terraform atau Ansible, serta terapkan monitoring berkelanjutan untuk mengoptimalkan biaya dan performa. Memulai pengembangan cloud computing untuk infrastruktur IT berarti merancang […]

  • Ketum PBNU Rangkul Seluruh Pengurus NU Siapkan Muktamar Ke-35 sesuai Konstitusional

    Ketum PBNU Rangkul Seluruh Pengurus NU Siapkan Muktamar Ke-35 sesuai Konstitusional

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengajak seluruh pengurus NU di semua tingkatan untuk bersama-sama menyiapkan Muktamar ke-35 NU secara sah, bermartabat, dan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Ajakan tersebut disampaikan Gus Yahya saat membacakan Surat Pernyataan Nomor: 4937/PB.23/A.II.07.08/99/12/2025 tentang […]

  • Menteri Agama Lantik Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama

    Menteri Agama Lantik Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta. Strategynews.id – Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar melantik Basnang Said sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren di operation room kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Basnang Said ditetapkan sebagai Dirjen Pesantren atas Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 114/TPA Tahun 2026, yang ditetapkan di Jakarta pada 10 September 2026. Menag Nasaruddin meminta Basnang segera membangun […]

  • Wamenkum-HAM Beri Penjelasan Alasan Pemerintah Prioritaskan Pembahasan RUU Penyesuaian Pidana.

    Wamenkum-HAM Beri Penjelasan Alasan Pemerintah Prioritaskan Pembahasan RUU Penyesuaian Pidana.

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Menteri Hukum Edwar Omar Sharif Hiariej mengatakan pemerintah akan memprioritaskan pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Penyesuaian Pidana. Eddy Hiariej, sapaan Edwar Omar Sharif Hiariej, mengatakan pembahasan RUU Penyesuaian Pidana mendesak karena keberadaannya merupakan amanat Pasal 613 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). “Jadi, (RUU Penyesuaian Pidana) itu yang […]

expand_less