Gus Salam Umumkan Maju Jadi Calon Ketum PBNU
- account_circle Redaksi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Strategynews.id – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ma’arif KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) menyatakan kesiapannya maju di Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu disampaikan Gus Salam saat halalbihalal dengan tema “Meneguhkan Khidmah Untuk Umat dan Bangsa” yang digelar Pengurus Cabang (PC) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (IKA PMII) Jombang.
Kehadiran cucu Mbah Bishri Syansuri, salah satu muassis NU di Al-Aqobah International Schoole (AIS) PP Al-Aqobah, Jombang merupakan kejutan. Tampil dengan kemeja biru muda keabu-abuan dipadu sarung motif batik, Gus Salam memperkenalkan diri sebagai calon Ketua Umum (Ketum) PBNU. Pernyataan tersebut langsung disambut audiens IKA PMII.
“Saya diperintah para kiai saya untuk berikhtiar menjadi Ketum PBNU dalam gelaran Muktamar ke-35 NU Agustus-September nanti,” kata Gus Salam, Senin (13/4/2026).
Gus Salam menambahkan, keputusan ini merupakan upaya dalam menjalankan perintah para guru, sesepuh dan masyayikh pesantren dan NU.
“Ini soal niat, menata niat ikut kandidat calon Ketua Umum PBNU. Saya sam’an wa tho’atan, memenuhibperintah para guru,” ucapnya.
Kendati Gus Salam tidak menjelaskan alasan dari perintah para kiai dan gurunya untuk maju menjadi Ketum PBNU, Gus Salam menyebut, para intelektual NU dan Nahdliyyin pasti sudah mengetahui, bahkan memahami tentang kondisi PBNU dan NU secara umum pada beberapa tahun terakhir.
“Di hadapan para kiai dan intelektual NU, saya hanya mohon do’a restu dan nasehat. Serta, berharap ada masukan saran pendapat demi kelancaran bisa memenuhi perintah untuk maju menjadi Ketua Umum PBNU,” tegas Gus Salam.
Ketua PC IKA PMII Jombang KH Amir Maliki Abi Thalchah mengapresiasi niat baik Gus Salam maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU. kelak. Kiai Amir menceritakan dirinya sebagai putra almarhum Mustasyar PBNU dan selalu aktif setiap event Muktamar NU.
“Semangat NU kembali ke dzurriyah perlu direfleksikan sesuai konteks dan tujuannya. NU sekarang babak belur karena ulah para pemimpinnya. Maka, NU harus dikembalikan pada garis perjuangannya, dan mengonsolidasi para eksponen NU untuk menguatkan struktur serta mengembalikan kebanggaan Nahdliyyin terhadap jam’iyyah,” ujarnya.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar