Breaking News
light_mode
Beranda » News » Bisnis » Kondisi Ketenagakerjaan Lampu Kuning, Ada 3,5 Juta Pencari Kerja/Tahun.

Kondisi Ketenagakerjaan Lampu Kuning, Ada 3,5 Juta Pencari Kerja/Tahun.

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Strategynews.id  – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menilai kondisi ketenagakerjaan Indonesia saat ini berada dalam posisi lampu kuning. Hal ini terjadi karena tingginya jumlah pencari kerja baru, namun kondisi tersebut tak sebanding dengan penyediaan lapangan kerja.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO Bob Azam mengatakan setiap tahunnya ada 3,5 juta pencari kerja baru. Sementara setiap 1% pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mampu menampung 200.000 hingga 400.000 pekerja. Itu pun jika sektor padat karya tumbuh.

“Saat ini kondisi ketenagakerjaan kita dalam posisi, kalau boleh kami sampaikan lampu kuning. Kenapa lampu kuning? Karena setiap tahun itu ada 3,5 juta pencari kerja baru yang masuk ke dunia kerja. Dan kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi kita, setiap 1% pertumbuhan ekonomi kita itu bisa menyerap antara 200.000 sampai dengan 400.000 kalau investornya adalah padat karya semua,” ujarnya dalam Rapat Panja RUU Ketenagakerjaan dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (14/6/2026).

Bob mengatakan bahwa dengan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5% dan seluruh investasi bersifat padat karya, jumlah tenaga kerja yang terserap hanya sekitar 2 juta orang. Dengan begitu, masih ada sekitar 1,5 juta pencari kerja yang tidak terserap pasar kerja.

“Sehingga beban tenaga kerja yang masuk ke pasar kerja itu sangat berat. Dan kalau tidak terserap, mereka akan bergeser ke sektor informal,” ujarnya.

Bob mengatakan jumlah pekerja informal mencapai sekitar 59% dan diperkirakan sudah menembus lebih dari 60% dari total angkatan kerja.

“Ini juga salah satu isu yang kita hadapi, kalau bekerja di sektor informal, tidak akan mempengaruhi pendapatan negara karena PPH-nya mereka nggak bayar, karena mereka ada di informal sektor,” katanya.

Kemudian juga yang menjadi persoalan kata Bob ialah produktivitas pekerja yang saat ini belum berdaya saing. Hal ini karena sebagian besar pekerja masih berpendidikan menengah ke bawah.

“Sebenarnya pendidikan menengah ke bawah itu nggak apa-apa. Sepanjang ada funding system untuk mereka mendapatkan pelatihan. Ya cuma dalam pelatihan kita juga kita kan tahu sekarang mungkin kurang,” katanya.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Prabowo Siap Lawan Korupsi, Komitmen Hilangkan Kemiskinan di Indonesia.

    Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Prabowo Siap Lawan Korupsi, Komitmen Hilangkan Kemiskinan di Indonesia.

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id  – Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). Kehadiran Prabowo disambut antusias puluhan ribu jemaah yang memadati area stadion sejak pagi hari. Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. […]

  • Membangun Strategi Bisnis Efektif dengan 5 Langkah Praktis

    Membangun Strategi Bisnis Efektif dengan 5 Langkah Praktis

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Strategi bisnis adalah rencana tindakan yang sistematis untuk mencapai tujuan perusahaan. Umumnya, strategi bisnis yang efektif melibatkan analisis pasar dan sumber daya internal perusahaan. Berdasarkan data, rata-rata perusahaan yang memiliki strategi bisnis yang solid dapat meningkatkan pendapatannya hingga 20%. Strategi bisnis adalah rencana yang sistematis untuk mencapai tujuan bisnis, melibatkan analisis lingkungan eksternal […]

  • Piye Kabare, Enak Zamanku, Toh? Dilema Sejarah Kontroversi Pahlawan Nasional Soeharto

    Piye Kabare, Enak Zamanku, Toh? Dilema Sejarah Kontroversi Pahlawan Nasional Soeharto

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id  – Gelar Pahlawan Nasional bagi Presiden RI ke-2, Soeharto, merupakan salah satu isu paling sensitif dan kompleks dalam kancah politik dan sejarah Indonesia. Setiap kali isu ini muncul, ia memicu polarisasi tajam antara dua kubu yang memiliki dasar argumen kuat. Satu sisi berfokus pada jasa pembangunan dan stabilitas yang signifikan, sementara sisi lain […]

  • Viral Private Airport, Siapa Pemilik Bandara IMIP?

    Viral Private Airport, Siapa Pemilik Bandara IMIP?

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Bandara IMIP jadi sorotan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin karena disebut tidak ada perangkat negara di dalamnya. Bandara ini kabarnya terintegrasi dengan salah satu kawasan industri besar di Morowali, Sulawesi Tengah. Dari namanya, bandara ini banyak dikaitkan dengan pengelola Kawasan Industri Indonesia Morowali Industrial Park, PT IMIP, yang menjadi pusat hilirisasi komoditas nikel. […]

  • Prabowo Kunjungan ke Kanada, Berharap Bisa Menjamu PM Kanada di Indonesia.

    Prabowo Kunjungan ke Kanada, Berharap Bisa Menjamu PM Kanada di Indonesia.

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Kanada, memuji Kanada sebagai salah satu negara Barat kuat yang konsisten memperhatikan negara-negara berkembang. Prabowo mengundang Perdana Menteri Kanada Mark Joseph Carney ke Indonesia sebagai bentuk pertemuan balasan. Awalnya Prabowo meminta maaf kepada Carney karena tidak dapat memenuhi undangan pertemuan negara-negara Selatan. Prabowo menjanjikan akan segera bertemu Carney […]

  • Otomatisasi Industri: Pilihan Tepat untuk Efisiensi

    Otomatisasi Industri: Pilihan Tepat untuk Efisiensi

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Otomatisasi industri adalah penggunaan teknologi untuk menggantikan pekerjaan manusia dalam proses produksi, umumnya dengan meningkatkan efisiensi sekitar 20%. Berdasarkan data, ini dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya. Otomatisasi industri mencakup penggunaan robot dan sistem kendali. Perbedaan Otomatisasi Industri dan Automatisasi: Mana yang Tepat untuk Anda? Dalam konteks Otomatisasi industri, sering kali kita mendengar […]

expand_less