Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » INDONESIA HARUS MENJADI NARATOR UTAMA EKONOMINYA SENDIRI DIPANGGUNG MEDIA INTERNASIONAL

INDONESIA HARUS MENJADI NARATOR UTAMA EKONOMINYA SENDIRI DIPANGGUNG MEDIA INTERNASIONAL

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta. Strategynews.i – Dalam beberapa waktu terakhir, publik Indonesia dihadapkan pada berbagai pemberitaan internasional yang menggambarkan kondisi ekonomi nasional secara pesimistis. Sebagian narasi yang berkembang lebih banyak menyoroti tantangan dan risiko yang dihadapi Indonesia, namun kurang memberikan ruang terhadap kekuatan fundamental yang dimiliki bangsa ini sebagai salah satu negara terbesar di dunia.

Di era digital saat ini, persepsi sering kali bergerak lebih cepat dari kenyataan. Oleh karena itu, perang informasi sama pentingnya dengan perang ekonomi. Negara yang mampu mengelola persepsi publik global akan lebih mudah menarik investasi, memperluas pasar ekspor, meningkatkan daya saing, serta memperkuat posisi tawarnya dalam peraturan ekonomi dunia.

Indonesia tidak boleh menjadi penonton ketika pihak lain berbicara tentang masa depan ekonomi bangsa ini. Dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa, Indonesia harus menjadi narator utama atas keberhasilan, potensi, dan masa depannya sendiri.

Pemerintah perlu memimpin gerakan nasional untuk membangun optimisme dan kepercayaan diri kolektif bangsa. Akademisi, pelaku usaha, petani, nelayan, buruh migran, pelajar, pekerja kreatif, jurnalis, artis, influencer, diaspora Indonesia, hingga seluruh masyarakat harus menjadi bagian dari upaya besar menyampaikan fakta dan potensi Indonesia kepada dunia.

Suara 280 juta rakyat Indonesia harus menjadi kekuatan komunikasi nasional yang mampu mendefinisikan kembali masa depan ekonomi Indonesia di panggung global. Kita tidak boleh membiarkan persepsi tentang Indonesia dibangun sepenuhnya oleh pihak luar tanpa menghadirkan sudut pandang yang lebih utuh dan berimbang.

Perlu dipahami bahwa dinamika investasi global saat ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Berbagai negara sedang menghadapi tekanan ekonomi akibat konflik geopolitik, perang yang berkepanjangan di sejumlah kawasan, gangguan rantai pasokan global, serta dampak perubahan iklim yang semakin nyata terhadap sektor pangan dan energi. Kondisi tersebut mendorong banyak negara untuk lebih fokus memperkuat ketahanan ekonomi domestiknya masing-masing.

Di tengah situasi seperti itu, para investor global juga cenderung lebih memilih dan berhati-hati dalam menempatkan modalnya. Pergeseran arus investasi, koreksi pasar saham, hingga realokasi portofolio terjadi di banyak negara, baik negara maju maupun negara berkembang. Oleh karena itu, refleksi investasi yang terjadi tidak dapat semata-mata dipandang sebagai persoalan Indonesia, melainkan bagian dari penyesuaian ekonomi global yang sedang berlangsung.

Justru dalam kondisi seperti inilah Indonesia harus mampu menunjukkan keunggulan kompetitifnya. Dengan stabilitas politik yang relatif terjaga, pasar domestik yang besar, bonus demografi yang kuat, sumber daya alam yang melimpah, serta potensi pertanian, perikanan, energi, dan ekonomi digital yang terus berkembang, Indonesia memiliki modal besar untuk tetap menjadi tujuan investasi jangka panjang.

Salah satu kekuatan terbesar Indonesia saat ini adalah sektor pertanian dan perikanan. Ketika banyak negara menghadapi dampak perubahan iklim, fenomena El Niño, gelombang panas, kekeringan, serta penurunan produktivitas pangan, Indonesia justru memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai pemasok pangan dunia.

Momentum ini harus dimanfaatkan dengan cermat. Ketahanan pangan nasional harus tetap menjadi prioritas utama. Ketersediaan pupuk bagi petani dalam negeri harus dijaga agar produktivitas pertanian nasional terus meningkat. Kebijakan ekspor pupuk dan strategi komoditas perlu dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang bangsa dan kebutuhan petani Indonesia.

Indonesia juga harus menjadikan kualitas lingkungan sebagai landasan pembangunan ekonomi. Air yang bersih dan terbebas dari pencemaran limbah industri maupun limbah domestik merupakan modal utama bagi keberhasilan pertanian, peternakan, dan perikanan nasional.

Kualitas lingkungan yang terjaga tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga melindungi Indonesia dari berbagai hambatan perdagangan internasional. Negara-negara tujuan ekspor kini semakin ketat menerapkan standar keamanan pangan, kesehatan hewan, kesehatan ikan, dan ketelusuran produk. Satu kasus penyakit, kontaminasi, atau pelanggaran standar dapat berdampak pada perdagangan, penolakan produk, hingga menurunnya kepercayaan pasar global terhadap komoditas Indonesia.

Oleh karena itu, pengawasan terhadap kualitas udara, kesehatan ikan, udang, ternak, dan komoditas pertanian harus menjadi agenda nasional. Indonesia tidak boleh memberikan celah bagi pihak manapun untuk meremehkan kualitas produk nasional ataupun menjadikan isu kesehatan dan lingkungan sebagai alasan untuk menghambat masuknya produk Indonesia ke pasar internasional.

Pada sektor perikanan, peluang Indonesia juga terbuka sangat lebar. Ketika sebagian negara produsen menghadapi berbagai tantangan berupa penyakit komoditas budidaya, gangguan cuaca ekstrem, dan penurunan produktivitas, Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat ekspor ikan laut maupun ikan budidaya dengan tetap mengedepankan kualitas dan standar internasional.

Demikian pula pada sektor pertanian. Gangguan iklim yang menyebabkan penurunan produksi pangan di berbagai negara harus dijawab dengan peningkatan produktivitas melalui modernisasi alat mesin pertanian, pembangunan irigasi, penguatan penelitian benih unggul, hilirisasi produk pertanian, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pangan.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu memperkuat pengawasan terhadap praktik perdagangan yang merugikan kepentingan nasional. Modus under invoice, manipulasi dokumen perdagangan, penyelundupan, dan berbagai bentuk kondisi lainnya harus ditentukan dengan tegas karena dapat merugikan penerimaan negara, menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat, serta merusak kredibilitas Indonesia di mata dunia.

Kita juga harus berhati-hati terhadap oknum eksportir maupun importir yang mengabaikan standar mutu demi keuntungan pada saat itu. Pengiriman komoditas yang tidak memenuhi standar, manipulasi kualitas produk, maupun praktik usaha yang berpotensi menciptakan persepsi negatif terhadap komoditas Indonesia dapat memberikan dampak besar terhadap jutaan petani, nelayan, pelaku UMKM, dan industri nasional yang menggantungkan hidupnya pada kepercayaan pasar global.

Reputasi ekspor adalah aset nasional yang dibangun selama puluhan tahun. Reputasi tersebut harus dijaga oleh seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, hingga masyarakat.

Yang tidak kalah pentingnya adalah kemampuan bangsa ini dalam mengelola persepsi global. Di era digital, citra suatu negara tidak hanya dibangun melalui kebijakan ekonomi, tetapi juga melalui komunikasi yang efektif. Indonesia harus hadir secara aktif di berbagai platform internasional untuk menyampaikan keberhasilan pembangunan, ketahanan pangan, potensi investasi, kekuatan ekonomi hijau, keberhasilan sektor pertanian dan perikanan, serta peluang bisnis yang tersedia.

Narasi positif bukan berarti melindungi pelestarian yang ada. Narasi positif adalah kemampuan melihat masalah secara objektif sambil tetap menunjukkan solusi, peluang, dan optimisme. Dunia usaha membutuhkan kepercayaan. Investor membutuhkan kepastian. Pasar global membutuhkan informasi yang seimbang.

Indonesia memiliki semua modal untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Yang dibutuhkan saat ini adalah keberanian untuk berbicara dengan percaya diri, menyampaikan fakta secara jujur, dan membangun optimisme kolektif bahwa Indonesia bukan sekedar bertahan menghadapi tantangan global, namun mampu mengambil peluang besar untuk menjadi pemenang di tengah perubahan dunia.

Indonesia harus menjadi produsen, eksportir, inovator, sekaligus narator utama atas keberhasilannya sendiri.

Jangan biarkan pihak lain mendefinisikan Indonesia. Karena masa depan Indonesia harus ditulis oleh bangsa Indonesia sendiri.

Saatnya pemerintah mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama menyuarakan optimisme, menjaga reputasi bangsa, memperkuat kepercayaan dunia, dan membangun narasi Indonesia sebagai negara yang siap menjadi salah satu kekuatan ekonomi global abad ke-21.

Oleh: Didik Setiawan

Alumni Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Praktisi Pertanian.

 

#IndonesiaSesungguhnya

#KebangkitanEkonomiIndonesia

#IndonesiaUntukDunia

#BanggaBuatanIndonesia

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polri Akan Gelar Operasi Gabungan, Cegah Peredaran Narkoba Jelang Nataru

    Polri Akan Gelar Operasi Gabungan, Cegah Peredaran Narkoba Jelang Nataru

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Polri bakal menggelar operasi gabungan yang rutin dilakukan di tempat hiburan malam menjelang masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan, operasi gabungan itu dilakukan untuk mencegah peredaran narkoba. “Menggelar operasi gabungan di tempat hiburan malam, termasuk diskotik, club, […]

  • Kisah Alba dari Kalimantan: Satu-satunya Orangutan Albino di Dunia

    Kisah Alba dari Kalimantan: Satu-satunya Orangutan Albino di Dunia

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Jakarta, Dunia dihebohkan oleh penemuan orangutan  berbulu putih pucat dengan mata kebiruan pada bulan April 2017, primata yang kini dikenal dengan nama Alba. Simak cerita orangutan albino satu-satunya ini. Pada tanggal 29 April 2017, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan tengah bersama kepolisian Sektor Kapuas Hulu dan Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOS) menyelamatkan […]

  • Menteri Agama Lantik Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama

    Menteri Agama Lantik Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta. Strategynews.id – Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar melantik Basnang Said sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren di operation room kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Basnang Said ditetapkan sebagai Dirjen Pesantren atas Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 114/TPA Tahun 2026, yang ditetapkan di Jakarta pada 10 September 2026. Menag Nasaruddin meminta Basnang segera membangun […]

  • Kemenhut Gelar Festival PeSoNa 2025, Perkuat Perhutanan Sosial Sebagai Proyek Strategis Nasional

    Kemenhut Gelar Festival PeSoNa 2025, Perkuat Perhutanan Sosial Sebagai Proyek Strategis Nasional

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menggelar Festival Perhutanan Sosial Nasional (PeSoNa) Tahun 2025, dengan tema “Merawat Hutan, Mewariskan Harapan” di Kompleks Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Acara yang digelar pada 20–22 Agustus 2025 merupakan agenda tahunan sekaligus rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam sambutannya pada Puncak Acara PeSoNa 2025 (21/8), Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut), […]

  • Kronologi KA Argo Bromo dan KRL Tabrakan di Bekasi, Bermula Tabrak Taksi

    Kronologi KA Argo Bromo dan KRL Tabrakan di Bekasi, Bermula Tabrak Taksi

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bekasi, Strategynews.id – Kereta Api Argo Bromo Anggrek terlibat kecelakaan dengan Kereta Listrik (KRL) rute Bekasi-Jakarta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026). Salah satu penumpang Commuter Line, Munir, mengatakan peristiwa itu bermula saat kereta yang ia tumpangi dari arah Jakarta menuju Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Kereta itu berhenti lantaran terdapat […]

  • Demo Hari Tani Nasional di Jakarta, Massa Aksi Menyuarakan Reforma Agraria Sejati, Menolak Praktik Perampasan Tanah.

    Demo Hari Tani Nasional di Jakarta, Massa Aksi Menyuarakan Reforma Agraria Sejati, Menolak Praktik Perampasan Tanah.

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Jakarta, Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) ke-65 pada Rabu (24/9/2025) ditandai dengan demonstrasi massa dari berbagai organisasi di Jakarta. Kelompok tani, buruh, mahasiswa, hingga elemen masyarakat lainnya mulai berkumpul sejak pagi di sekitar Lapangan Ikada, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Aksi ini menjadi momentum untuk menyuarakan reforma agraria sejati sekaligus menolak praktik perampasan tanah. […]

expand_less