Breaking News
light_mode
Beranda » News » Bisnis » Gubernur BI Tegaskan Rupiah Telah Undervalued

Gubernur BI Tegaskan Rupiah Telah Undervalued

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Strategynews.id- Bank Indonesia (BI) menilai nilai tukar rupiah saat ini berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued. Namun, masihkah ada peluang untuk rupiah kembali menguat?

Berdasarkan data BI, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.140 per dollar AS pada 21 April 2026. Rupiah melemah 0,87 persen (point to point) dibandingkan dengan level akhir Maret 2026.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, fundamental rupiah seharusnya bergerak lebih kuat seiring kinerja ekonomi domestik yang solid dan berbagai kebijakan moneter bank sentral. Bahkan, perekonomian Indonesia tetap terjaga ketahanannya di tengah dinamika geopolitik dunia termasuk perang di Iran.

“Kami tegaskan bahwa nilai tukar rupiah sekarang ini telah undervalued dibandingkan dengan fundamental,” ujarnya saat konferensi pers, Rabu (22/4/2026).

Meski demikian, Perry mengakui, dampak dari perang Iran memberikan tekanan terhadap rupiah, melalui kenaikan harga minyak, penguatan dollar AS, hingga tingginya imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut turut memengaruhi aliran modal global ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Untuk meredam volatilitas, BI terus memperkuat bauran kebijakan baik dari sisi moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Sementara kebijakan moneter lebih diarahkan untuk menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi Indonesia terhadap dampak global.

Adapun salah satu langkah BI stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di pasar NDF luar negeri (off-shore) maupun transaksi spot dan DNDF di pasar dalam negeri. BI juga menjaga kecukupan cadangan devisa yang saat ini mencapai sekitar 148,2 miliar dollar AS per akhir Maret 2026.

Selain itu, bank sentral meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik melalui penyesuaian suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) guna menarik aliran modal asing dan memperkuat ketahanan eksternal.

“Dari sisi kebijakan moneter untuk mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi tetap dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen, yaitu dengan meningkatkan intensitas intervensi dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah baik intervensi di offshore NDF maupun domestic spot maupun di DNDF,” ucapnya.

Kebijakan moneter juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan uang primer (M0) lebih dari 10 persen untuk memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbaikan ekonomi.

Adapun pertumbuhan M0 pada Maret 2026 tetap tinggi sebesar 11,8 persen secara tahunan.

Di sisi lain BI mengarahkan kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, yaitu salah satunya melalui pemberian insentif likuiditas makroprudensial.

Melalui dua kebijakan tersebut, BI berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi agar tetap dalam kisaran 4,9-5,7 persen pada 2026 dan inflasi tetap dalam sasaran 1,5-3,5 persen.

Sementara defisit transaksi pembayaran dijaga di level 1,3 persen sampai 0,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) dan pertumbuhan kredit ditargetkan mencapai 8-12 persen.

“Secara fundamental nilai tukar rupiah kita akan stabil dan cenderung menguat didukung oleh fundamental ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi yang rendah, imbal hasil yang menarik dan juga komitmen BI menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” tuturnya.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wamentan Sudaryono: Ketahanan Pangan Adalah Kunci Kesaktian Pancasila

    Wamentan Sudaryono: Ketahanan Pangan Adalah Kunci Kesaktian Pancasila

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Azam
    • 0Komentar

    Jakarta (1/10) – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) merupakan garda terdepan dalam mewujudkan swasembada dan kedaulatan pangan nasional. Hal ini disampaikan saat upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Rabu (1/10). Dalam amanatnya, Wamentan yang akrab disapa Mas Dar menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan pembangunan […]

  • Pemerintah Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan Mulai 2026, Ini Syarat dan Sasarannya

    Pemerintah Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan Mulai 2026, Ini Syarat dan Sasarannya

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Pemerintah berencana menghapus tunggakan iuran BPJS Kesehatan mulai 2026. Langkah ini diharapkan bisa meringankan beban jutaan masyarakat yang kesulitan membayar iuran, sekaligus memastikan seluruh warga tetap memiliki akses terhadap layanan kesehatan. Rencana ini pertama kali diungkapkan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Ia menyebut, pemerintah sedang menyiapkan mekanisme pembebasan […]

  • Larangan Kembang Api Tahun Baru di Jakarta Tahun Ini

    Larangan Kembang Api Tahun Baru di Jakarta Tahun Ini

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Perayaan tahun baru 2026 di Jakarta kali ini akan berbeda. Kembang api dilarang dinyalakan saat pergantian tahun nanti. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengeluarkan surat edaran (SE) terkait larangan menyalakan kembang api saat malam pergantian Tahun Baru 2026. Kebijakan itu berlaku untuk seluruh kegiatan yang memerlukan perizinan, baik yang digelar pemerintah […]

  • Membangun Stabilitas Makro dengan 5 Langkah Strategis untuk Mengantisipasi Krisis Keuangan.

    Membangun Stabilitas Makro dengan 5 Langkah Strategis untuk Mengantisipasi Krisis Keuangan.

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Stabilitas makro merujuk pada kondisi ekonomi yang stabil dan tidak terganggu, dinikmati oleh suatu negara dalam jangka panjang. Berdasarkan data Bank Dunia, kunci stabilitas makro ini dibagi menjadi tiga aspek utama: inflasi yang rendah, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan likuiditas pasar keuangan. Sementara rata-rata inflasi tahunan global mencapai 3,5%, beberapa negara maju mampu […]

  • Entri Pasar Global dengan Strategi Adaptasi yang Tepat: Panduan Kerja 7 Langkah

    Entri Pasar Global dengan Strategi Adaptasi yang Tepat: Panduan Kerja 7 Langkah

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Tren pasar global merujuk pada perubahan dan perkembangan strategi bisnis yang diikuti oleh perusahaan di seluruh dunia, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh survei McKinsey menunjukkan bahwa 60% perusahaan memiliki rencana untuk melakukan transformasi digital secara global. Tren ini dipengaruhi oleh perubahan teknologi, kebijakan pemerintah, dan minat konsumen. Pembukaan: Tren pasar global telah mencapai […]

  • Analisis Industri Konstruksi dan Bahan Bangunan: Q&A untuk Investor

    Analisis Industri Konstruksi dan Bahan Bangunan: Q&A untuk Investor

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Industri konstruksi dan bahan bangunan terus dipengaruhi oleh pertumbuhan infrastruktur, kebijakan pemerintah, serta fluktuasi harga bahan mentah. Analisis biasanya menilai ukuran pasar, tren permintaan, dan faktor kompetitif seperti kemampuan teknologi serta regulasi lingkungan. Memahami hal ini membantu pelaku bisnis menentukan strategi investasi dan mitigasi risiko. Jika Anda meninjau laporan tahunan atau presentasi investor, […]

expand_less