Breaking News
light_mode
Beranda » Tech & Edu » Sejarah Gedung DPR RI dan Sosok Arsiteknya

Sejarah Gedung DPR RI dan Sosok Arsiteknya

  • account_circle Jamil F.J.
  • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gedung DPR/MPR RI yang berdiri megah di kawasan Senayan, Jakarta, ternyata memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Bangunan dengan atap hijau berbentuk khas ini awalnya tidak dirancang sebagai kantor parlemen, melainkan sebagai tempat pertemuan internasional.

Dari CONEFO ke DPR
Pembangunan gedung dimulai pada tahun 1965 atas gagasan Presiden Soekarno. Saat itu, ia menggagas forum internasional bernama Conference of the New Emerging Forces (CONEFO) sebagai tandingan PBB, yang anggotanya terdiri dari negara-negara baru merdeka dan berkembang. Untuk itu, dibangunlah gedung pertemuan megah di Senayan.

Namun, akibat perubahan politik setelah peristiwa 1965 dan bubarnya CONEFO, bangunan yang sudah hampir rampung kemudian dialihfungsikan. Sejak 1966, gedung tersebut resmi digunakan sebagai kantor DPR dan MPR RI hingga saat ini.

Arsitek Friedrich Silaban
Sosok di balik rancangan gedung ini adalah Ir. Friedrich Silaban, arsitek nasional terkenal yang juga merancang Monumen Nasional (Monas) dan Masjid Istiqlal. Ciri khas karyanya terlihat pada atap berbentuk parabola hijau di Gedung Nusantara, yang kerap disebut berbentuk “kura-kura”. Desain ini melambangkan kebersamaan dan perlindungan.

Kompleks Gedung Nusantara
Seiring waktu, kawasan parlemen di Senayan berkembang menjadi kompleks besar. Selain Gedung Nusantara (ruang sidang utama), terdapat pula Gedung Nusantara I, II, III, IV, dan V yang difungsikan sebagai kantor fraksi, komisi, hingga ruang rapat dan konferensi.

Gedung DPR/MPR RI bukan hanya simbol politik nasional, tetapi juga saksi sejarah perjalanan bangsa. Dari rencana besar Soekarno untuk menyaingi PBB, hingga akhirnya menjadi pusat demokrasi Indonesia, gedung ini tetap berdiri kokoh dengan arsitektur khas karya Ir. Friedrich Silaban.

  • Penulis: Jamil F.J.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wamenag: Digitalisasi Pedesaan Sejalan dengan Semangat Kemenag Berdampak

    Wamenag: Digitalisasi Pedesaan Sejalan dengan Semangat Kemenag Berdampak

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Azam
    • 0Komentar

    Jakarta, 18 September 2025 — Wakil Menteri Agama, Romo Syafi’i, memberikan dukungan penuh terhadap inovasi yang dikembangkan oleh Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) dalam mendukung digitalisasi pedesaan melalui kurikulum berbasis proyek dan sistem pembelajaran canggih yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan, Artificial Intelligence Digital Simulator Teaching Learning System (AI DSTLS). Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wamenag saat […]

  • Menteri ESDM Lantik Pejabat Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian ESDM

    Menteri ESDM Lantik Pejabat Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian ESDM

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Azam
    • 0Komentar

    Jakarta, 17 September 2025 — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia hari ini melantik beberapa pejabat tinggi di lingkungan Kementerian ESDM. Acara pelantikan berlangsung di Gedung Chairul Saleh, Kantor Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM. Pejabat yang dilantik antara lain: Dengan adanya pejabat baru ini, Kementerian ESDM berharap dapat lebih baik dalam menjalankan program-program […]

  • Menghadapi Dinamika Global dengan Kebijakan Luar Negeri yang Adaptif

    Menghadapi Dinamika Global dengan Kebijakan Luar Negeri yang Adaptif

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kebijakan luar negeri adalah sekumpulan keputusan dan tindakan yang diambil oleh suatu negara untuk mengatur hubungannya dengan negara lain. Umumnya, kebijakan ini mencakup aspek diplomatik, ekonomi, dan pertahanan. Berdasarkan data, lebih dari 70% kebijakan luar negeri suatu negara dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Kebijakan luar negeri adalah sebuah framework yang sistematis untuk memandu interaksi […]

  • Wamentan Sudaryono: Ketahanan Pangan Adalah Kunci Kesaktian Pancasila

    Wamentan Sudaryono: Ketahanan Pangan Adalah Kunci Kesaktian Pancasila

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Azam
    • 0Komentar

    Jakarta (1/10) – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) merupakan garda terdepan dalam mewujudkan swasembada dan kedaulatan pangan nasional. Hal ini disampaikan saat upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Rabu (1/10). Dalam amanatnya, Wamentan yang akrab disapa Mas Dar menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan pembangunan […]

  • Puncak Arus Mudik Diprediksi Kemenhub

    Puncak Arus Mudik Diprediksi Kemenhub

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi puncak arus mudik Lebaran akan terjadi pada 18 Maret. Pemerintah berharap kebijakan work from anywhere (WFA) dapat membantu menyebarkan pergerakan pemudik sehingga kepadatan tidak terpusat pada satu hari tertentu. “Puncak arus mudik kalau hitungannya 18 Maret. Tapi dengan WFA kita harapkan puncak itu bisa kita sebar, kita […]

  • Tahun 2045 Kota Lama Semarang Diprediksi Jadi Lautan

    Tahun 2045 Kota Lama Semarang Diprediksi Jadi Lautan

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Semarang, Strategynews.id – Kawasan Kota Lama Semarang diprediksi bakal berubah menjadi lautan pada tahun 2045 mendatang.Prediksi itu diungkapkan oleh Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Tengah (Jateng), Fahmi Bastian. Fahmi mengingatkan bahwa kawasan pesisir utara atau Pantura Jateng sudah berada dalam kondisi kritis. Ia menyebut kawasan Kota Lama Semarang bisa tenggelam dan berubah menjadi lautan […]

expand_less