Jakarta, Hubungan antara agama dan korporasi meliputi pengaruh nilai-nilai agama terhadap etika bisnis dan tata kelola perusahaan, potensi agama untuk menjadi basis pembentukan korporasi, serta bagaimana korporasi dapat memengaruhi praktik keagamaan dan bagaimana praktik agama dapat memengaruhi perilaku korporasi, baik secara positif maupun negatif, seperti dalam isu suap.
Pada momentum HUT ke-80 KAI, Buya KH. Said Aqil Siraj, Ulama sekaligus Komisaris Utama PT. KAI, menyampaikan “Alfi alfi mabruk, semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan anugerah-Nya kepada seluruh Insan KAl untuk mewujudkan mimpi besar, Be A National Logistics Toward World Class Railways Operator”.
Selanjutnya Said Aqil mengajak dan menyerukan kepada Insan KAI untuk semakin melayani, “Saya mengajak seluruh Insan KAI, melalui momentum 8 Dekade perjalanan korporasi, perjalanan pengabdian dengan penuh syukur, memberi faedah untuk seluruh masyarakat Indonesia melalui prestasi-prestasi KAI berikutnya. Untuk mewujudkannya, mari kita hadirkan karakter kepemimpinan dan bekerja dengan hati yang ikhlas penuh semangat internalisasi dan implementasi Jihad Ijtihad Mujahadah Korporasi menuju Ridho Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa.”
Jihad Korporasi adalah bekerja dengan sungguh-sungguh dalam mencapai target, melayani masyarakat dengan aman dan nyaman.
Ijtihad Korporasi adalah berpikir rasional, melakukan transformasi organisasi dan tekhnologi digital.
Mujahadah Korporasi adalah peningkatan kualitas spiritual, menghadirkan kekuatan intuisi dalam mengambil keputusan.
Sejarah perkeretaapian Indonesia dimulai pada 17 Juni 1864 di Semarang dan menemukan momentum penting pada 28 September 1945, ketika para pejuang kereta api mengambil alih Kantor Pusat Kereta Api di Bandung. Peristiwa bersejarah itu menandai lahirnya Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) sekaligus ditetapkannya Hari Kereta Api Nasional. Dari rel pertama yang dibangun di masa kolonial, kereta api kini menjelma menjadi urat nadi transportasi bangsa yang menyatukan negeri.
“Sejak 28 September 1945, saat para pejuang kereta api mengibarkan bendera merah putih di kantor pusat Bandung, semangat itu terus hidup hingga kini. Dari semangat perjuangan itulah KAI menapaki jalan transformasi menuju layanan yang modern, inklusif, dan ramah lingkungan,” ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba.

