Breaking News
light_mode
Beranda » News » Menelusuri Jejak Langkah Perjuangan Kyai, Ratusan Santri Ikuti Gowes Napak Tilas Dalam Rangka Haul Mbah KH Musthofa Abdul Karim ke-78 Ponpes Kranji Lamongan

Menelusuri Jejak Langkah Perjuangan Kyai, Ratusan Santri Ikuti Gowes Napak Tilas Dalam Rangka Haul Mbah KH Musthofa Abdul Karim ke-78 Ponpes Kranji Lamongan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gresik, Strategynews.id – Menelusiri jejak langkah sang kyai, ratusan santri penuhi halaman gedung timur Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Alkarimi Tebuwung Dukun. Kegiatan Gowes Napak Tilas santri dalam rangka Haul Mbah KH Musthofa bin Abdul Karim yang ke 78. Kegiatan tersebut di pusatkan di Halaman Gedung Timur YPP Alkarimi Tebuwung Dukun Gresik, Minggu (16/08/2026).

Adapun peserta Gowes Napak tilas berasal dari Santri pelajar Ponpes Tarbiyatut Tholabah (Tabah) Kranji dan Santri Ponpes Alkarimi Tebuwung serta diikuti dari masyarakat luar peserta kedua ponpes tersebut. Nampak peserta Napak tilas sangat antusias dan penuh semangat di dalam perkhidmatan kegiatan ini.

Acara di awali dengan pembukaan doa Washilah kepada Para Masyayikh kedua keluarga pesantren Pondok Tabah dan Alkarimi. Berlanjut dengan Pembacaan Tahlil dan doa yang di pimpin oleh KH Abdul Muhshi Pengasuh ponpes Alkarimi dan sambutan kedua Ketua Yayasan pondok pesantren.

Kegiatan Napak tilas ini bukan sekedar perjalanan fisik dari PP Alkarimi Tebuwung menuju Ponpes Tabah Kranji melainkan sarana menanamkan nilai luhur jejak perjuangan KH Musthofa Abdul Karim (Putra pendiri Alkarimi, perintis Ponpes Kranji). Sedangkan edukasi yang bisa diambil dari kegiatan ini adalah :

1.Keteguhan dan semangat Dakwah mengajarkan arti perjuangan menempuh jarak sekitar 8 Km dengan sepeda onthel. Demi menebar ilmu agama tanpa pamrih. Pesanya: berdakwah atau berkhidmat tak butuh kemewahan, melainkan tekad yang kuat.
2.Cinta asal dan Silaturrahmi lintas lembaga mempererat ikatan persaudaraan antara keluarga besar ponpes Tabah dan Ponpes Alkarimi sebagai wujud melestarikan ukhuwah yang dirintis leluhur.
3.Keikhlasan dan kepatuhan ilahi mengambil pelajaran saat Mbah Musthofa mengikuti petunjuk shalat istikharah mendirikan ponpes Tabah bukan rencana awal edukasi untuk selalu berserah diri dan berprasangka baik pada takdir Allah.
4.Kesederhanaan yang penuh berkah meneladani gaya hidup sederhana namun produktif, yang menjadi kunci keberhasilan perjuangan beliau hingga saat ini.

KH Fathur Rahman Ketua Yayasan Ponpes Tabah mengatakan, Alhamdulilah bisa Istiqomah dalam penyelenggaraan Napak tilas Mbah Musthofa di ponpes Alkarimi hai ini juga bagian dari Silaturrahmi keluarga kedua pondok semoga membawa berkah dan barokah.

“Kami setiap tahun dalam kegiatan Napak tilas selalu ngriwuk merepotkan keluarga ponpes Alkarimi Untuk itu kami mewakili ponpes Tabah ” Nyuwun pangapunten sebesar besarnya semoga semuanya di ganti oleh Allah dengan Rizki seluas luasnya untuk Ponpes Alkarimi, ” terangnya.

Sementara itu ketua YPP Alkarimi dalam sambutanya mengucapkan selamat datang Ahlan wasahlan Bikhudlurikum di Alkarimi kepada peserta Napak tilas Pondok Kranji semoga Silaturrahim ini bisa memperkuat hubungan antar keluarga pondok pesantren.

” Bila ada sesuatu yang kurang berkenan baik dalam melayani, menyambut, tempat kegiatan, kami mohon maaf yang sebesar besarnya,” semoga perjalanan Napak tilas rangkaian haul Mbah Musthofa berjalan lancar sesuai dengan harapan bersama, ” jelas Yai Murtadlo sapaan akrabnya.

Turut hadir membersamai kebersamaan acara ini pengurus YPP Alkarimi, jajaran pengurus Yayasan Ponpes Tabah, pengurus Ikbal Tabah, para Bunyai kedua keluarga pondok, Kades Tebuwung dan para Guru kedua pesantren dan kepala sekolah/Madrasah Se YPP Alkarimi. Untuk pemberangkatan peserta Napak tilas Mbah Musthofa Abdul Karim dipimpin langsung oleh Gus Musfis Salam dari salah satu pengasuh ponpes Alkarimi.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ibu Kota Politik IKN Jadi Sorotan DPR, Apa Bedanya dengan Ibu Kota Negara?

    Ibu Kota Politik IKN Jadi Sorotan DPR, Apa Bedanya dengan Ibu Kota Negara?

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Anggota Komisi II DPR, Muhammad Khozin, menyuarakan keraguan terhadap penggunaan frasa “Ibu Kota Politik” dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025. Perpres tersebut merupakan revisi dari aturan sebelumnya yang membahas Rencana Kerja Pemerintah. Menurut Khozin, frasa tersebut tidak sejalan dengan Undang-Undang IKN yang hanya menyebutkan fungsi pusat pemerintahan. “Di UU IKN spirit yang kita […]

  • Memahami Sistem Pemilu Proporsional Tertutup: Mekanisme, Kelebihan, dan Kekurangannya

    Memahami Sistem Pemilu Proporsional Tertutup: Mekanisme, Kelebihan, dan Kekurangannya

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Sistem pemilu proporsional tertutup kembali menjadi perbincangan publik menjelang penyelenggaraan Pemilu. Dalam sistem ini, pemilih memberikan suara hanya kepada partai politik, bukan secara langsung kepada calon legislatif. Dalam praktiknya, partai politik menyusun daftar nama calon legislatif berdasarkan urutan tertentu sebelum pemilu. Nantinya, jumlah kursi yang didapat partai akan diisi oleh calon-calon berdasarkan urutan tersebut, tanpa […]

  • Momen Haru Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa kepada Keluarga 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

    Momen Haru Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa kepada Keluarga 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Banten, Strategynews.id – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Momen haru itu berlangsung dalam prosesi persemayaman militer di VIP Room Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (4/4/2026). Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo tampak mendatangi satu per satu keluarga prajurit yang […]

  • Menag Perkenalkan Kurikulum Berbasis Cinta di Forum Lintas Iman Asia

    Menag Perkenalkan Kurikulum Berbasis Cinta di Forum Lintas Iman Asia

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Azam
    • 0Komentar

    Jakarta (Kemenag) — Menteri Agama Nasaruddin Umar memperkenalkan Kurikulum Berbasis Cintasebagai solusi untuk memperkuat pendidikan inklusif, moderasi beragama, dan perlindungan hak-hak minoritas di Asia. Pesan ini ia sampaikan saat menjadi keynote speaker pada Inter Religious Conference on Freedom of Religion and Rights of Religious Minorities in Asia yang digelar Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) bersama […]

  • Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025

    Presiden Prabowo Subianto Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Jakarta, Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 yang digelar di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, pada Rabu (01/10/2025). Upacara ini menjadi momen bersejarah sekaligus perdana bagi Presiden Prabowo sejak dilantik sebagai Kepala Negara. Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB. Setibanya di Monumen Pancasila Sakti, Kepala Negara […]

  • Pasal Serang Martabat Presiden di KUHP Delik Aduan, Tutup Celah Relawan untuk Melaporkan

    Pasal Serang Martabat Presiden di KUHP Delik Aduan, Tutup Celah Relawan untuk Melaporkan

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Pemerintah menyebut Pasal 218 KUHP yang mengatur pidana menyerang martabat lembaga Presiden dan Wakil Presiden merupakan delik aduan. Pemerintah menilai pasal tersebut membedakan penghinaan dan kritik kepada kebijakan Presiden. “Saya rasa teman-teman sudah pasti tanpa perlu membaca kitab undang-undang hukum pidananya, teman-teman pasti ngerti, mana yang dihina, mana yang kritik. Kalau soal […]

expand_less