Peringati Haul Ke-1 KH Mohammad Nasrulloh Baqir, WASIAT Jakarta Gelar Pelantikan Pengurus dan Pengajian Akbar
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 21 Des 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tangerang Selatan, Strategynews.id -Dalam rangka memperingati haul ke-1 KH Mohammad Nasrulloh Baqir, WASIAT Jakarta menggelar rangkaian kegiatan keagamaan dan organisasi yang berlangsung khidmat di Gedung PCNU Tangerang Selatan Lantai 3, Sabtu (20/12).
Acara ini diawali dengan khataman Al-Qur’an dan tahlil yang dilantunkan bersama sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada almarhum.
Setelah rangkaian haul, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan acara pelantikan pengurus baru WASIAT Jakarta masa khidmat 2025–2027. Prosesi pelantikan dipimpin oleh Imam Syafi’i selaku perwakilan dari Ikbal Tabah, menandai dimulainya amanah dan tanggung jawab baru bagi para pengurus yang akan mengemban roda organisasi ke depan.
Agenda berikutnya adalah prosesi serah terima jabatan. Dalam sambutannya, Ketua Wasiat Jakarta terpilih, Nur Diono Bagus Sanjaya, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dedikasi serta loyalitas seluruh keluarga besar WASIAT Jakarta selama masa kepengurusan sebelumnya. Ia juga menaruh harapan besar agar WASIAT Jakarta dapat terus berkembang sebagai wadah pembinaan, pengabdian, serta menjadi batu loncatan yang positif bagi masa depan seluruh anggotanya.
“Mewakili jajaran pengurus wasiat, kami mengucapkan beribu terimakasih atas kerawuhan Umi Hj. Lujeng telah berkenan untuk hadir pada pelantikan kami, dan juga kepada delegasi Pengurus Pusat Ikbal Tabah yang telah hadir untuk melantik kami, kami berharap agar wasiat jakarta dapat terus berkembang sebagai wadah pembinaan, pengabdian, serta menjadi batu loncatan yang positif bagi masa depan seluruh anggota.” ucap Bagus dalam sambutannya.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pengajian akbar yang disampaikan oleh Umi Hj. Lutjeng Lutfiah. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan bahwa tidak setiap anugerah yang diberikan Allah SWT semata-mata merupakan nikmat, melainkan juga dapat menjadi ujian untuk mengukur kualitas diri, kesabaran, dan keimanan seseorang.
Umi Hj. Lutjeng Lutfiah juga menuturkan kisah keteladanan Imam Nawawi yang berdoa agar aib gurunya ditutupi dari pandangannya, seraya memohon agar keberkahan ilmu sang guru tetap terjaga. Kisah tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga adab, rasa hormat, serta menjauhi pembicaraan tentang kekurangan guru, sebagaimana tradisi luhur para ulama terdahulu dalam menjaga kebermanfaatan ilmu.
Acara berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan dihadiri sekitar 70 undangan, termasuk 20 pengurus baru WASIAT Jakarta yang baru saja dilantik. Kehadiran Umi Hj. Lutjeng Lutfiah turut menghadirkan suasana ta’dzim dan penghormatan yang mendalam dari seluruh hadirin.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 16.00 WIB tersebut ditutup dengan suasana pengajian yang hangat, penuh antusiasme, serta semangat kebersamaan dari seluruh anggota dan keluarga besar WASIAT Jakarta.


- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar