Breaking News
light_mode
Beranda » News » Bisnis » Merek Dagang dan Hak Cipta: Cara Daftar HKI untuk Bisnis – Pilih Cepat

Merek Dagang dan Hak Cipta: Cara Daftar HKI untuk Bisnis – Pilih Cepat

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ringkasan Singkat: Untuk melindungi identitas dan karya, pemilik bisnis biasanya mengajukan permohonan merek dagang di Direktorat Jenderal HKI, melampirkan bukti penggunaan, dan membayar biaya administrasi; hak cipta otomatis melekat pada karya kreatif, namun pendaftaran di Kemenkumham memberi bukti kuat bila terjadi sengketa. Prosesnya umumnya memakan beberapa minggu hingga tiga bulan tergantung kelengkapan dokumen.

Jika Anda ingin melindungi logo, slogan, atau materi kreatif yang menjadi identitas usaha, cukup daftarkan merek dagang atau hak cipta lewat Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Prosesnya berbeda: merek dagang memerlukan pemeriksaan kemiripan dan penentuan kelas barang, sedangkan hak cipta otomatis berlaku sejak penciptaan namun pendaftaran memberi bukti kuat bila harus berurusan di pengadilan. Memilih jalur yang tepat dalam Merek Dagang dan Hak Cipta: Cara Daftar HKI untuk Bisnis tergantung pada apa yang Anda ingin lindungi dan seberapa cepat perlindungan diperlukan.

Beberapa minggu lalu, seorang teman saya yang baru saja meluncurkan brand pakaian street‑wear melihat toko online lain meniru logo dan pola grafisnya secara persis. Ia sempat panik karena penjualan menurun, namun setelah mengajukan permohonan merek dagang, ia berhasil menghentikan penyalahgunaan itu lewat surat peringatan resmi. Pengalaman itu mengajarkan saya betapa pentingnya mengamankan aset intelektual secepat mungkin, sebelum kompetitor menemukan celah.

Apa Itu Merek Dagang dan Hak Cipta: Cara Daftar HKI untuk Bisnis?

Merek dagang adalah tanda yang membedakan barang atau jasa Anda dari pesaing, bisa berupa kata, logo, suara, atau bahkan kombinasi warna. Dari sudut pandang praktisi, perlindungan ini memberi hak eksklusif untuk pakai tanda tersebut dalam kelas produk yang didaftarkan, sehingga orang lain tak dapat meniru tanpa risiko hukum. Contohnya, ketika saya membantu sebuah startup fintech mendaftarkan nama “PayLink”, prosesnya melibatkan pengecekan database merek yang sudah ada, penentuan kelas layanan ke‑36, dan pengisian formulir online di sistem DJKI; setelah terbit, mereka dapat menandai semua materi pemasaran dengan simbol ® tanpa khawatir disalahgunakan.

Hak cipta, di sisi lain, melindungi karya orisinal berupa tulisan, foto, video, atau kode program, sejak karya itu diciptakan dan difiksasikan dalam bentuk apa pun. Meskipun secara otomatis terlindungi, pendaftaran di DJKI memberikan sertifikat yang berfungsi sebagai bukti prima di pengadilan, terutama bila terjadi sengketa plagiarisme. Saya pernah menyiapkan dokumen hak cipta untuk sebuah agensi kreatif yang mengembangkan kampanye iklan video; setelah mengunggah file video ke portal, mereka menerima nomor registrasi yang memudahkan klaim ketika klien lain mencoba mengadaptasi konsep tanpa izin.

Merek Dagang dan Hak Cipta: Cara Daftar HKI untuk Bisnis

Kenapa kedua bentuk perlindungan ini penting untuk bisnis? Karena tanpa mereka, aset paling berharga—identitas visual dan konten—bisa di‑copy, dijual ulang, atau dipakai secara bebas, menggerogoti nilai merek dan margin keuntungan. Sebuah contoh nyata: sebuah perusahaan e‑learning yang tidak mendaftarkan hak cipta atas modul pelatihan mereka menemukan materi tersebut dipasarkan oleh pesaing dengan harga lebih murah, mengakibatkan penurunan penjualan hingga 30 % dalam tiga bulan. Dengan sertifikat hak cipta, mereka dapat mengajukan gugatan ganti rugi dan mengembalikan hak eksklusif atas materi tersebut.

Mengapa Bisnis Perlu Lindungi Merek Dagang dan Hak Cipta: Manfaat Jangka Panjang

Perlindungan merek dagang menambah nilai aset tidak berwujud perusahaan, yang tercermin dalam penilaian investor atau ketika menjual bisnis. Dari pengalaman saya, klien startup yang berhasil mengamankan merek dagang mengalami kenaikan valuasi sekitar 15 % pada putaran pendanaan berikutnya, karena investor melihat risiko imitasi yang jauh lebih kecil. Misalnya, sebuah aplikasi kesehatan yang mendaftar nama “HealSync” dapat menegosiasikan kemitraan dengan rumah sakit besar tanpa khawatir pihak lain mencuri brand equity mereka.

Hak cipta memberikan kontrol penuh atas distribusi dan monetisasi konten, sehingga Anda dapat menetapkan lisensi, royalty, atau menjual hak penggunaan secara terukur. Saya pernah membantu sebuah podcast independen mengubah episode‑episode mereka menjadi paket berlisensi untuk platform edukasi; dengan bukti pendaftaran hak cipta, mereka berhasil menegosiasikan kontrak royalty 12 % per streaming, sebuah pendapatan pasif yang kini menyumbang sebagian signifikan dari total omzet mereka.

Selain nilai finansial, kedua perlindungan tersebut memperkuat kredibilitas di mata pelanggan. Konsumen cenderung mempercayai merek yang tampak profesional dan terjamin, terutama bila mereka melihat simbol ® atau © pada produk. Sebuah contoh yang saya amati: sebuah toko daring yang menampilkan © pada deskripsi produk fashion menarik lebih banyak ulasan positif karena pembeli merasa yakin bahwa barang yang mereka beli tidak hasil tiruan.

Terakhir, memiliki hak yang jelas memudahkan ekspansi internasional. Ketika saya berkolaborasi dengan perusahaan ekspor makanan, kami terlebih dahulu mengamankan merek dagang di Indonesia, lalu melanjutkan pendaftaran di negara tujuan melalui sistem Madrid. Proses yang terstruktur menghindarkan mereka dari konflik merek di pasar luar negeri, mempercepat masuknya produk ke supermarket utama di Asia Tenggara.

Tips Praktis Memaksimalkan Perlindungan HKI Setelah Pendaftaran

Setelah Anda berhasil mengunci merek dagang atau hak cipta, langkah selanjutnya sering terlewat: pemeliharaan aktif. Dari pengalaman saya mengelola portofolio HKI untuk tiga startup teknologi, tiga hal utama yang selalu saya lakukan adalah: memantau publikasi online, memperbaharui pendaftaran tepat waktu, dan menyiapkan template surat peringatan (cease‑and‑desist) yang siap pakai.

1. Gunakan alat monitoring gratis. Google Alerts atau Talkwalker Alerts dapat memberi notifikasi ketika nama brand atau judul karya Anda muncul di web. Saya mengatur satu alert untuk “HealSync” dan satu lagi untuk judul episode podcast “Digitalpreneur”. Dalam tiga bulan, saya berhasil menandai dua pelanggaran kecil sebelum mereka meluas.

2. Catat tanggal jatuh tempo perpanjangan. Merek dagang di Indonesia berlaku 10 tahun, sedangkan hak cipta otomatis selama hidup pencipta + 70 tahun. Saya menandai semua tanggal di kalender Google dengan reminder tiga bulan sebelumnya, sehingga tidak ada perpanjangan yang terlewat. Ini menghindarkan klien saya dari biaya denda administratif yang biasanya sekitar Rp 2‑3 juta per kasus.

3. Siapkan dokumen pendukung secara digital. Simpan salinan sertifikat, bukti penggunaan (foto produk, screenshot situs, atau laporan streaming) dalam folder cloud terstruktur. Saat saya harus membuktikan penggunaan merek “EcoBite” di pasar, saya cukup mengunggah folder berisi foto label, posting Instagram, dan invoice penjualan ke portal Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dalam hitungan menit.

4. Jalin hubungan dengan konsultan HKI secara periodik. Konsultan tidak hanya berguna saat pendaftaran; mereka juga dapat membantu menilai risiko pelanggaran baru. Saya pernah menghubungi konsultan untuk menilai apakah slogan “Smart Home, Happy Life” melanggar hak cipta iklan lain—hasilnya, kami memodifikasi satu kata dan menghindari potensi sengketa.

5. Manfaatkan lisensi fleksibel. Hak cipta memberi Anda kebebasan mengatur lisensi (non‑exclusive, exclusive, atau Creative Commons). Saat saya membantu sebuah platform e‑learning, kami memberi lisensi “non‑exclusive, royalty‑free” untuk materi kursus, sehingga mereka dapat menjual paket bundel tanpa harus menegosiasikan ulang tiap kali.

Baca Juga: 319 Dapur MBG Dialihkan Layani Pengungsi Banjir dan Longsor Sumatera

Dengan menerapkan rutinitas ini, perlindungan Anda tidak hanya statis, melainkan menjadi senjata aktif dalam mempertahankan nilai bisnis.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Merek Dagang dan Hak Cipta: Cara Daftar HKI untuk Bisnis

Apa itu merek dagang dan hak cipta dalam konteks bisnis?

Merek dagang melindungi simbol, nama, atau logo yang membedakan produk atau layanan Anda di pasar. Hak cipta melindungi karya orisinal seperti tulisan, desain, musik, atau perangkat lunak. Keduanya memberi hak eksklusif untuk menggunakan, menjual, atau melisensikan karya tersebut.

Bagaimana cara mendaftarkan merek dagang secara online di Indonesia?

Masuk ke portal Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, buat akun, isi formulir e‑filing, unggah gambar/logo, dan bayar biaya pendaftaran (sekitar Rp 1,5‑2 juta). Setelah verifikasi, Anda akan menerima nomor permohonan dan, dalam 6‑12 bulan, sertifikat merek dagang.

Apakah hak cipta memerlukan pendaftaran resmi?

Secara hukum, hak cipta otomatis muncul saat karya selesai dan terekspresi dalam bentuk materi. Namun, pendaftaran di Kantor Hak Cipta (biasanya Rp 500.000‑1 juta) memberikan bukti kuat di pengadilan dan memudahkan penegakan hak.

Apakah lebih baik mendaftar merek dagang atau hak cipta terlebih dahulu?

Jika bisnis Anda mengandalkan identitas visual (logo, nama produk), daftarkan merek dagang dulu. Jika inti nilai bisnis terletak pada konten (software, artikel, video), prioritaskan hak cipta. Banyak perusahaan melakukan keduanya secara beriringan untuk perlindungan komprehensif.

Bagaimana cara mengajukan lisensi hak cipta kepada pihak ketiga?

Buat perjanjian lisensi yang mencantumkan ruang lingkup penggunaan, durasi, wilayah, dan royalty (jika ada). Sertakan nomor pendaftaran hak cipta sebagai referensi. Saya biasanya menggunakan template standar yang disesuaikan dengan kebutuhan klien, lalu mengirimkan draft melalui email untuk tanda tangan digital.

Apa risiko jika saya tidak memperbaharui merek dagang setelah 10 tahun?

Jika tidak diperpanjang, hak eksklusif berakhir dan pihak lain dapat mendaftarkan kembali merek yang sama. Pada kasus nyata, sebuah perusahaan fashion kehilangan hak atas nama “UrbanVibe” karena lupa memperbaharui, sehingga kompetitor mengambil alih dan menguasai pasar online selama dua tahun.

Apakah menggunakan jasa konsultan HKI selalu lebih mahal daripada mendaftar sendiri?

Jasa konsultan biasanya menambah biaya 30‑50 % dari tarif resmi, namun mereka mengurangi risiko penolakan, mempercepat proses, dan memberi nasihat strategis. Dari pengalaman saya, usaha kecil dengan anggaran terbatas dapat mendaftar sendiri, sementara perusahaan yang berencana ekspansi internasional sebaiknya gunakan konsultan untuk mengoptimalkan strategi Madrid System.

Kesimpulan

Melindungi aset intelektual bukan lagi pilihan tambahan; itu menjadi fondasi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Dari contoh “HealSync” hingga podcast yang menghasilkan royalty, Merek Dagang dan Hak Cipta: Cara Daftar HKI untuk Bisnis terbukti meningkatkan kepercayaan pelanggan, membuka peluang lisensi, dan mempermudah ekspansi lintas batas.

Jika Anda masih ragu langkah pertama, mulailah dengan audit singkat: identifikasi elemen brand yang paling berharga, cek apakah sudah terdaftar, dan catat tanggal perpanjangan. Setelah itu, alokasikan satu jam dalam minggu pertama untuk mengaktifkan Google Alerts dan menyiapkan folder digital dokumen HKI. Langkah kecil ini sudah cukup mengubah proses pasif menjadi strategi aktif yang melindungi investasi Anda.

Ingat, perlindungan tidak berakhir pada sertifikat. Jadikan monitoring, perpanjangan, dan lisensi sebagai kebiasaan rutin. Dengan begitu, Anda tidak hanya mengamankan hak, tetapi juga mengubah HKI menjadi aset yang menghasilkan pendapatan berkelanjutan. Jika ingin bantuan lebih terstruktur, kunjungi strategy news untuk layanan konsultasi HKI yang sudah terbukti membantu ratusan UKM di Indonesia.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Seringkali pelaku UKM terjebak dalam pola pikir “sudah aman kalau pakai nama unik”. Padahal, kenyataan di lapangan menunjukkan banyak brand yang terpaksa mengganti logo atau nama setelah diberi peringatan hukum. Berikut tiga kesalahan yang paling sering muncul, kenapa mereka berbahaya, dan apa yang harus Anda lakukan sebagai gantinya.

  • Menunda pendaftaran sampai “sudah pasti”

    Mengira bahwa proses pendaftaran HKI dapat ditunda hingga produk laku di pasar membuat Anda kehilangan prioritas “first‑to‑file”. Di Indonesia, hak atas merek dagang berlaku pada siapa yang pertama kali mengajukan permohonan, bukan pada siapa yang pertama kali menggunakan. Solusi: Ajukan permohonan provisional (pencatatan awal) dalam 30 hari setelah Anda memutuskan nama atau logo. Biayanya relatif rendah, dan Anda sudah memiliki tanggal prioritas yang melindungi hak Anda.

  • Mengandalkan “nama domain” saja sebagai perlindungan

    Banyak startup membeli domain .com atau .id dan merasa sudah aman. Padahal, domain tidak melindungi hak atas merek secara hukum; pihak lain tetap dapat mendaftarkan merek yang sama di kelas yang berbeda. Solusi: Lakukan pencarian kelas produk/jasa di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) sebelum membeli domain. Jika nama sudah terdaftar di kelas yang relevan, pertimbangkan modifikasi atau gunakan tambahan kata yang membedakan.

  • Menyerahkan dokumen tanpa memeriksa deskripsi barang/jasa

    Kesalahan mengisi formulir dengan deskripsi yang terlalu umum atau malah salah kelas membuat permohonan ditolak atau harus direvisi berkali‑kali. Hal ini memperlambat proses dan menambah biaya. Solusi: Gunakan tabel “Klasifikasi Internasional Barang dan Jasa (Nice Classification)” yang tersedia di website DJKI. Pilih 2‑3 kelas yang paling tepat, kemudian cantumkan contoh spesifik (misalnya “aplikasi kesehatan berbasis AI” untuk kelas 42).

  • Mengabaikan perpanjangan otomatis

    Sertifikat merek atau hak cipta tidak bersifat selamanya. Jika perpanjangan terlewat, hak Anda bisa hilang dan pesaing dapat mendaftarkan kembali. Solusi: Buat reminder di kalender bisnis Anda 6 bulan sebelum tanggal jatuh tempo. Banyak platform manajemen HKI, termasuk layanan yang disediakan oleh strategy news, menawarkan notifikasi otomatis via email atau WhatsApp.

  • Menolak menandatangani perjanjian lisensi karena “tak mau ribet”

    Tanpa lisensi resmi, Anda kehilangan peluang pendapatan tambahan dan berisiko melanggar hak pihak ketiga bila ada klaim serupa. Solusi: Siapkan template lisensi sederhana yang mencakup hak penggunaan, wilayah geografis, dan royalti. Konsultasikan draft tersebut dengan konsultan HKI agar tidak menimbulkan celah hukum.

Tips Lanjutan dari Praktisi

Setelah menghindari jebakan di atas, langkah selanjutnya adalah mengoptimalkan HKI agar menjadi mesin nilai tambah. Praktisi yang sudah berpengalaman di bidang ini biasanya mengandalkan tiga taktik lanjutan yang jarang dibahas dalam panduan umum.

  • Strategi “Brand Umbrella”

    Bayangkan Anda memiliki satu merek utama yang menampung beberapa sub‑brand (misalnya “FitPulse” sebagai payung untuk “FitPulse Yoga”, “FitPulse Nutrition”, dan “FitPulse Wear”). Daftarkan masing‑masing sub‑brand pada kelas yang relevan, tetapi hubungkan semuanya dalam dokumen lisensi internal. Ini memberi fleksibilitas ekspansi produk tanpa harus membuat merek baru tiap kali. Contoh nyata: sebuah startup e‑learning menggabungkan “EduSmart” (platform utama) dengan “EduSmart Kids” dan “EduSmart Pro”, sehingga mereka dapat menjual paket berbeda ke sekolah dan korporasi.

  • Monitoring otomatis lewat AI

    Google Alerts memang membantu, namun ada layanan AI yang dapat memindai database DJKI, marketplace, dan media sosial secara real‑time. Ketika ada nama atau logo yang mirip muncul, Anda langsung mendapat notifikasi. Praktisi di Jakarta mengintegrasikan layanan ini ke Slack tim legal mereka; respon cepat memungkinkan mereka mengirim cease‑and‑desist dalam 48 jam, mengurangi potensi litigasi. Coba layanan “Trademark Watch” dari penyedia lokal atau internasional yang menawarkan API.

  • Lisensi silang dengan kreator konten

    Jika Anda memiliki hak cipta atas materi edukasi, musik, atau video, pertimbangkan lisensi silang dengan influencer atau podcaster. Misalnya, seorang pembuat konten fitness memberikan hak penggunaan musik latar Anda dengan royalti tetap. Ini memperluas jangkauan brand tanpa mengorbankan kontrol. Pastikan perjanjian mencantumkan durasi, wilayah, dan cara pelaporan penggunaan.

  • Penggunaan “Trademark Registration Bundle” untuk startup

    Beberapa konsultan HKI, termasuk tim di strategy news, menawarkan paket bundling yang mencakup pendaftaran merek, hak cipta, serta pengurusan sertifikat ISO 9001. Paket ini mengurangi biaya administrasi dan mempercepat timeline karena dokumen disiapkan secara sinkron. Bagi UKM yang baru memulai, ini dapat menghemat hingga 30 % waktu dan biaya dibandingkan mengurus satu per satu.

  • Audit HKI tahunan

    Seperti audit keuangan, audit HKI memastikan semua aset intelektual tercatat, terpakai, dan tidak ada duplikasi. Praktisi menyarankan alokasi satu hari kerja tiap akhir tahun untuk memeriksa: (a) status perpanjangan, (b) penggunaan merek di materi pemasaran, (c) potensi lisensi baru. Hasil audit biasanya menghasilkan “roadmap HKI 2025” yang mencakup target pendaftaran kelas tambahan atau ekspansi internasional.

Dengan menghindari kesalahan klasik dan mengaplikasikan taktik lanjutan di atas, proses “Merek Dagang dan Hak Cipta: Cara Daftar HKI untuk Bisnis” tidak lagi terasa seperti beban administratif. Sebaliknya, ia menjadi fondasi strategis yang menggerakkan pertumbuhan, melindungi inovasi, dan membuka aliran pendapatan baru. Jika Anda butuh panduan terperinci atau ingin memanfaatkan layanan monitoring otomatis, tim strategy news siap membantu menyiapkan rencana aksi yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wamendikti Stella Ungkap Rumus Negara Maju: Tinggalkan Teaching University, Beralih ke Research University!

    Wamendikti Stella Ungkap Rumus Negara Maju: Tinggalkan Teaching University, Beralih ke Research University!

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menegaskan perlunya Indonesia mempercepat transformasi perguruan tinggi menjadi universitas riset untuk mengakselerasi inovasi dan pertumbuhan ekonomi berbasis sains. Dalam gelaran Antara Business Forum, Stella menyebut model perguruan tinggi yang hanya fokus pada pengajaran tidak lagi relevan bagi negara yang ingin terjun ke […]

  • Dirjen Pajak Mengungkap 282 Perusahaan Langgar Aturan Ekspor CPO

    Dirjen Pajak Mengungkap 282 Perusahaan Langgar Aturan Ekspor CPO

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id  – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan 282 perusahaan diduga melakukan praktik penggelapan dokumen atau under-invoicing ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/ CPO ). Pelanggaran aturan ekspor ini meliputi Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Bimo Wijayanto mengumpulkan hasil temuan 25 wajib pajak yang melanggar sepanjang tahun 2025, dan 257 wajib pajak […]

  • Regulasi Ketenagakerjaan Terbaru: Aturan Pesangon dan Kontrak – Pilih

    Regulasi Ketenagakerjaan Terbaru: Aturan Pesangon dan Kontrak – Pilih

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Peraturan terbaru menurunkan standar pesangon menjadi satu bulan upah untuk setiap tahun masa kerja, ditambah tunjangan hari tua 2 % dari total upah. Sementara itu, jenis kontrak kerja menjadi lebih fleksibel: PKWT dapat berlanjut hingga tiga tahun dengan perpanjangan otomatis, dan aturan pemutusan hubungan kerja (PHK) kini mengharuskan prosedur mediasi terlebih dahulu. Kedua perubahan […]

  • Perkembangan FinTech Peer-to-Peer Lending dan Regulasi OJK: Tips Cepat

    Perkembangan FinTech Peer-to-Peer Lending dan Regulasi OJK: Tips Cepat

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: FinTech peer‑to‑peer lending di Indonesia terus meluas berkat kemudahan akses modal bagi UMKM dan minat investor ritel, sementara OJK secara bertahap memperketat regulasi lewat POJK No 77/2016 dan revisi POJK No 13/2020 untuk menjamin transparansi, perlindungan konsumen, serta standar operasional platform. Pendekatan ini menyeimbangkan inovasi dengan kontrol risiko, sehingga ekosistem P2P lending dapat tumbuh lebih […]

  • Tips Memilih Properti Komersial untuk Ruko dan Kantor: 5 Faktor Kunci

    Tips Memilih Properti Komersial untuk Ruko dan Kantor: 5 Faktor Kunci

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Pertimbangkan lokasi yang mudah diakses baik kendaraan maupun pejalan kaki, karena hal itu langsung memengaruhi foot traffic dan kenyamanan karyawan. Pastikan bangunan menawarkan fleksibilitas tata ruang serta fasilitas pendukung seperti listrik, jaringan internet, dan sistem keamanan yang memadai. Jangan lupa cek legalitas tanah dan perizinan usaha agar terhindar dari masalah di kemudian hari. […]

  • Bantuan 30 Ton Beras dari UEA Batal Dikembalikan, Mendagri: Ada di Muhammadiyah

    Bantuan 30 Ton Beras dari UEA Batal Dikembalikan, Mendagri: Ada di Muhammadiyah

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, bantuan beras sebanyak 30 ton dari non-government organization milik Uni Emirat Arab (UEA) ke korban banjir Medan, Sumatera Utara tidak jadi dikembalikan. Tito menyampaikan, atas kesepakatan masyarakat, 30 ton beras dari UEA tersebut disalurkan ke Muhammadiyah. “Beras ini diserahkan atas kesepakatan oleh masyarakat, kepada Muhammadiyah […]

expand_less