Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Dirut BPJS Kesehatan: Tidak Ada Aturan Pasien Harus Pulang dalam Tiga Hari!

Dirut BPJS Kesehatan: Tidak Ada Aturan Pasien Harus Pulang dalam Tiga Hari!

  • account_circle Jamil F.J.
  • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Strategynews.id  – Isu mengenai aturan pasien peserta BPJS Kesehatan yang harus pulang dalam waktu tiga hari dari rumah sakit dibantah langsung oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D. Dia menegaskan bahwa tidak ada kebijakan seperti itu dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“BPJS Kesehatan tidak pernah memiliki kebijakan yang mewajibkan pasien pulang dalam waktu tiga hari. Itu tidak benar,” ujar Ghufron di tengah-tengah pembahasan mengenai layanan bagi pasien demam berdarah dengue (DBD).

Menurutnya, lama rawat inap pasien sepenuhnya ditentukan oleh kondisi medis dan keputusan dokter yang merawat, bukan oleh batasan waktu dari BPJS Kesehatan.

“Kalau ada rumah sakit yang menyebut pasien harus keluar dalam tiga hari karena aturan BPJS, silakan laporkan. Itu bukan kebijakan kami,” tambahnya.

Ghufron menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan terus memantau peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di berbagai daerah.

#Layanan DBD Ditanggung Penuh Tanpa Batasan Waktu dan Plafon

Pada paruh pertama tahun 2025, tercatat 166.665 peserta JKN menjalani perawatan akibat DBD, dengan 59,2 persen di antaranya berumur di bawah 20 tahun.

“Lebih dari setengah kasus DBD terjadi pada anak-anak dan remaja. Ini kondisi yang sangat serius dan harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Dari sisi pembiayaan, BPJS Kesehatan memastikan tidak ada batasan plafon untuk pasien DBD maupun penyakit lainnya. “Kalau rawat jalan biayanya rata-rata Rp200 ribu sampai Rp300 ribu, sedangkan untuk rawat inap sekitar Rp4,5 juta per pasien,” ujar Ghufron.

Dia menambahkan bahwa seluruh klaim pelayanan kesehatan akan dibayarkan maksimal dalam 14 hari kerja, sesuai dengan sistem yang telah diterapkan BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia. “Kami membayar klaim rumah sakit maksimal 14 hari setelah diverifikasi. Jadi tidak ada alasan pelayanan dipersingkat atau dibatasi waktunya,” katanya.

  • Penulis: Jamil F.J.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi Diplomasi Ekonomi untuk Meningkatkan Ekspor Indonesia

    Strategi Diplomasi Ekonomi untuk Meningkatkan Ekspor Indonesia

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Diplomasi ekonomi adalah strategi negara untuk mempromosikan kepentingan ekonominya melalui kerja sama internasional. Umumnya, ini melibatkan negosiasi perdagangan dan investasi antarnegara. Berdasarkan data, rata-rata 70% kegiatan diplomatik suatu negara terkait dengan isu ekonomi. Perbedaan Diplomasi Ekonomi dan Diplomasi Politik: Mana yang Tepat untuk Meningkatkan Ekspor? Dalam konteks meningkatkan ekspor Indonesia, memahami perbedaan antara […]

  • Mengintip Kesalahan Utama dalam Membangun Ketahanan Pangan Indonesia

    Mengintip Kesalahan Utama dalam Membangun Ketahanan Pangan Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Ketahanan pangan adalah kemampuan suatu negara atau masyarakat untuk menyediakan pangan yang cukup dan bergizi bagi seluruh penduduknya. Umumnya, 70% kebutuhan pangan dunia dipenuhi oleh pertanian lokal. Berdasarkan data, produksi pangan yang berkelanjutan sangat penting untuk mencapai ketahanan pangan. Ketahanan pangan adalah kemampuan suatu negara atau komunitas untuk memenuhi kebutuhan pangan yang cukup, […]

  • Ilustrasi langkah hukum mengatasi wanprestasi dalam kerjasama bisnis: mediasi, gugatan, dan penyelesaian sengketa

    Mengungkap 5 Strategi Keberlanjutan Bisnis untuk Meningkatkan Pendapatan

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Keberlanjutan bisnis adalah kemampuan perusahaan untuk bertahan dan berkembang dalam jangka panjang tanpa mengorbankan lingkungan dan masyarakat. Umumnya, perusahaan yang berkelanjutan memiliki keuntungan 10-15% lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak. Ini karena keberlanjutan meningkatkan efisiensi dan reputasi bisnis. Keberlanjutan bisnis adalah kemampuan perusahaan untuk bertahan dan berkembang dalam jangka panjang dengan memanfaatkan sumber […]

  • 650 Unit Rusun Wisma Atlet Disiapkan buat MBR, Sewanya Cuma Rp 1,1 Juta!

    650 Unit Rusun Wisma Atlet Disiapkan buat MBR, Sewanya Cuma Rp 1,1 Juta!

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id- Rusun Wisma Atlet Blok D10 Kemayoran masih dalam proses revitalisasi dan ditargetkan rampung akhir tahun ini. Sekretaris Jenderal Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Didyk Choiroel mengatakan salah satu tower akan dimanfaatkan sebagai hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).“6 Tower di Blok D10 Kemayoran sedang dalam proses revitalisasi lanjutan dan direncanakan selesai direvitalisasi […]

  • Panduan Membangun Personal Branding untuk Profesional 5 Cara Praktis

    Panduan Membangun Personal Branding untuk Profesional 5 Cara Praktis

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Personal branding bagi profesional dimulai dengan mengidentifikasi nilai unik serta keahlian yang ingin dikenal, lalu menampilkannya secara konsisten lewat profil online, konten, dan jaringan. Selanjutnya, perkuat kredibilitas dengan berbagi wawasan relevan secara rutin serta menampilkan testimoni atau kolaborasi yang menunjukkan hasil nyata. Membangun personal branding untuk profesional berarti Anda mengatur cara orang menilai […]

  • Praktisi Bahas Pengaruh Nilai Tukar Rupiah Terhadap Industri Manufaktur

    Praktisi Bahas Pengaruh Nilai Tukar Rupiah Terhadap Industri Manufaktur

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Nilai tukar rupiah yang melemah biasanya menaikkan biaya bahan baku impor bagi produsen, sehingga margin keuntungan tertekan; sebaliknya, produk jadi menjadi lebih kompetitif di pasar ekspor karena harganya relatif lebih murah. Namun, fluktuasi kurs yang tinggi dapat menyulitkan perencanaan produksi dan investasi jangka panjang. Nilai tukar Rupiah yang berfluktuasi secara signifikan dapat mengubah […]

expand_less