Wamentan Sudaryono: Ketahanan Pangan Adalah Kunci Kesaktian Pancasila

Date:

Share post:

Jakarta (1/10) – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) merupakan garda terdepan dalam mewujudkan swasembada dan kedaulatan pangan nasional. Hal ini disampaikan saat upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Rabu (1/10).

Dalam amanatnya, Wamentan yang akrab disapa Mas Dar menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan pembangunan pertanian. Apalagi, Presiden Prabowo Subianto telah menempatkan sektor pangan sebagai salah satu agenda prioritas nasional.

“Presiden telah menetapkan pertanian dan pangan sebagai prioritas utama pembangunan. Maka, Kementan adalah komandan terdepan dalam melaksanakan program ketahanan, swasembada, dan kedaulatan pangan,” tegasnya.

Sudaryono menambahkan, arah pembangunan dunia kini bergeser pada prinsip survival of the country. Oleh karena itu, ketahanan pangan menjadi syarat mutlak agar bangsa Indonesia mampu bertahan dan bersaing di kancah global.

“Survival bangsa dimulai dari pangan. Jika perut rakyat kenyang, bangsa ini akan kuat. Presiden menargetkan tahun ini Indonesia tidak melakukan impor beras, jagung, dan gula konsumsi. Ini tugas berat, tapi kita harus tunjukkan bahwa Kementan cukup sakti untuk mengamankan pangan bagi 280 juta rakyat,” ujarnya.

Sepanjang 2025, berbagai program strategis pertanian menunjukkan hasil signifikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras hingga Oktober mencapai 31 juta ton, dengan stok nasional berada di level tertinggi sepanjang sejarah.

Selain itu, sektor pertanian menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada kuartal I 2025, yakni 10,52 persen (yoy). Kesejahteraan petani juga meningkat, terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang naik menjadi 123,57, jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Di hadapan seluruh pegawai Kementan, ia mengingatkan agar aparatur sipil negara bekerja lebih keras dan tidak bermental business as usual. Menurutnya, keberhasilan ASN tidak diukur dari besar kecilnya gaji, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan rakyat.

“Mari kita tunjukkan kesaktian Kementan di Hari Kesaktian Pancasila ini, dengan kerja keras, semangat tinggi, dan inovasi tanpa henti untuk memastikan bangsa kita survive,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Related articles

Izin 28 Perusahaan Dicabut Gara-gara Garap Hutan Lindung dan tak Bayar Pajak

Jakarta, Strategynews.id - Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap jenis pelanggaran yang dilakukan 28 perusahaan...

Gempa Guncang Beberapa Titik Wilayah Indonesia

Jakarta, Strategynews.id - Gempa dengan kekuatan magnitudo (M) 4,0 terjadi di Anyer, Banten. Gempa berada di kedalaman 144...

Skytrain Jakarta Tembus Tangsel dan Bogor dikaji, Mudahkan Warga Daerah Penyangga

Jakarta, Strategynews.id - Kementerian Perhubungan tengah mengkaji pengembangan moda transportasi baru berupa Skytrain alias kereta layang (kalayang) untuk...

Penerimaan Negara Merosot, OTT KPK Bukti Rendahnya Integritas Pegawai Pajak

Jakarta, Strategynews.id - Ketika APBN makin tertekan dan defisit mendekati batas 3 persen. Terciduknya pegawai pajak dalam operasi...