Breaking News
light_mode
Beranda » News » RI Siap Punya Pembangkit Listrik dari Sampah, Menyala di 2027

RI Siap Punya Pembangkit Listrik dari Sampah, Menyala di 2027

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Strategynews.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa penanganan sampah perkotaan kini menjadi prioritas yang dipantau langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot.


“Ini boleh dibilang di beberapa kota besar ini krisis sampah, krisis penanganan sampah. Jadi kita juga akan memprioritaskan, karena tanggung jawab dari Kementerian ESDM, bagaimana untuk sampah menjadi energi atau waste to energy itu bisa dilakukan,” kata Yuliot, dikutip Rabu (4/2/2026).

Yuliot menilai, regulasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang mengatur mengenai Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi instrumen untuk memecah kebuntuan pengelolaan sampah yang selama ini hanya menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Untuk memastikan proyek ini berjalan, Yuliot menjelaskan bahwa salah satu poin krusial dalam Perpres ini adalah kepastian mekanisme finansial. Hal ini mencakup besaran biaya layanan pengolahan sampah (tipping fee) dan harga jual listrik yang telah disesuaikan dengan kondisi pasar terkini guna menarik minat investor.

“Ya harga jual listrik itu kan sudah naik, itu sekitar 20 sen dolar,” jelas Yuliot, mengindikasikan adanya insentif tarif yang jauh lebih kompetitif dibandingkan regulasi sebelumnya.

Selain penyesuaian tarif, pemerintah juga menyiapkan skema subsidi untuk menutupi selisih antara Biaya Pokok Penyediaan (BPP) pembangkitan dengan harga keekonomian proyek PSEL. Yuliot memastikan perhitungan subsidi ini akan dilakukan secara cermat agar tidak membebani anggaran negara namun tetap menjamin kelayakan bisnis proyek.

“Ini untuk subsidi itu harus kita hitung lagi, berapa kapasitas yang tersedia, kemudian dari HPP, PLN berapa, kemudian selisihnya itu akan dihitung sebagai subsidi,” tambahnya.

Mulai Beroperasi di Tahun 2027

Dalam peta jalan Kementerian ESDM, proyek PSEL atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) ini ditargetkan memiliki kapasitas terpasang yang signifikan sebagai bagian dari bauran Energi Baru Terbarukan (EBT). Meski target operasi penuh berjalan bertahap hingga 2034, Yuliot memastikan langkah awal akan segera dimulai tahun 2026 ini.

“Dari groundbreaking kan biasanya penyesuaian sekitar 1,5 tahun-2 tahun apabila lahannya sudah tersedia. Diharapkan itu nanti sekitar 2027 sudah ada (PSEL) yang mulai beroperasi,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyoroti pentingnya pengeloaan sampah nasional secara serius dan terintegrasi. Dalam taklimatnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Presiden menyampaikan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah) sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.

Persoalan sampah, menurut Prabowo, telah menjadi masalah krusial di berbagai daerah. Dalam taklimatnya, Kepala Negara memaparkan bahwa hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada 2028.

“Sampah ini menjadi masalah, diproyeksi hampir semua TPA sampah akan mengalami overcapacity pada tahun 2028, bahkan lebih cepat,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah akan segera memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini. Selain pembangunan proyek, Presiden menekankan pentingnya sinergitas seluruh pemangku kepentingan baik di pusat maupun daerah untuk mengatasi permasalahan sampah.

“Ini saya minta groundbreaking berapa bulan ini dilaksanakan. Ini kita perkirakan 2 tahun lagi segera berfungsi,” kata Prabowo di Sentul International Convention Center (SICC) beberapa waktu lalu.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Geger! Penobatan Raja Baru Keraton Solo Diwarnai Perdebatan Panas

    Geger! Penobatan Raja Baru Keraton Solo Diwarnai Perdebatan Panas

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Berebut tahta raja, dinamika internal Keraton Kasunanan Surakarta kembali memanas. Mahapatih KGPH Tedjowulan bersama Lembaga Dewan Adat (LDA) menggelar pertemuan tertutup dengan seluruh putra-putri dalem Pakubuwono (PB) XII dan PB XIII di Sasana Handrawina, Kamis (13/11/2025). Kegiatan tersebut dibenarkan oleh GPH Suryo Wicaksono, salah satu putra dalem PB XII sekaligus adik PB […]

  • Mengapa Transformasi Awan untuk Bisnis Kecil

    Mengapa Transformasi Awan untuk Bisnis Kecil

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Transformasi awan adalah proses migrasi sistem dan aplikasi ke infrastruktur cloud. Umumnya, perusahaan melakukan transformasi awan untuk meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi biaya operasional. Berdasarkan data, rata-rata perusahaan dapat menghemat sekitar 30% biaya IT setelah melakukan transformasi awan. Transformasi awan adalah proses migrasi sistem dan aplikasi bisnis ke awan, yang memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan […]

  • Kementerian ESDM Akselerasi Proyek PLTSa, Benowo Jadi Model Pengolahan Sampah Jadi Energi

    Kementerian ESDM Akselerasi Proyek PLTSa, Benowo Jadi Model Pengolahan Sampah Jadi Energi

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Strategynews.id – Gunungan sampah yang kian dikirimkan mulai menjadi ancaman nyata di berbagai daerah. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) makin penuh, sementara volume sampah terus bertambah setiap hari. Pemerintah pun memproyeksikan hampir seluruh TPA di Indonesia akan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada tahun 2028 jika tidak ada pelanggaran yang signifikan. Menindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo […]

  • DPR Resmi Sahkan Rancangan KUHAP Jadi Undang-undang

    DPR Resmi Sahkan Rancangan KUHAP Jadi Undang-undang

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Dewan Perwakilan Rayat (DPR)  resmi mengesahkan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana ( RKUHAP ) menjadi undang-undang, Selasa (18/11/2025). Keputusan itu diambil dalam Rapat Paripurna ke-8 masa sidang II 2025-2026 yang dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani. Hadir juga Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Adies Kadir, Saan Mustafa, dan Cucun Ahmad […]

  • BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp114,28 triliun kepada 2,5 juta pelaku UMKM.” Hingga Agustus 2025,

    BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp114,28 triliun kepada 2,5 juta pelaku UMKM.” Hingga Agustus 2025,

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Azam
    • 0Komentar

    Jakarta, 18 September 2025 — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sepanjang periode Januari hingga Agustus 2025 telah mencapai Rp114,28 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada sekitar 2,5 juta debitur di seluruh Indonesia. Realisasi ini mencakup sekitar 65,31% dari total target KUR […]

  • Gubernur BI Tegaskan Rupiah Telah Undervalued

    Gubernur BI Tegaskan Rupiah Telah Undervalued

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id- Bank Indonesia (BI) menilai nilai tukar rupiah saat ini berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued. Namun, masihkah ada peluang untuk rupiah kembali menguat? Berdasarkan data BI, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.140 per dollar AS pada 21 April 2026. Rupiah melemah 0,87 persen (point to point) dibandingkan dengan level akhir […]

expand_less