Breaking News
light_mode
Beranda » News » 13,5 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan, Mensos: Tak Ada yang Dikurangi, Tapi Direalokasi

13,5 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan, Mensos: Tak Ada yang Dikurangi, Tapi Direalokasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Strategynews.id – Kementerian Sosial menegaskan penonaktifan 13,5 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bukanlah bentuk pengurangan subsidi BPJS Kesehatan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan penonaktifan kepesertaan PBI JK itu merupakan realokasi kepada warga yang lebih miskin dan rentan.

Pria yang biasa disapa Gus Ipul itu mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan setelah pemutakhiran data melalui Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Hasil evaluasi menunjukkan masih banyak peserta dari kelompok ekonomi mampu atau desil atas yang tercatat menerima subsidi, sementara warga miskin justru belum terdaftar.

“Tidak ada yang dikurangi, tetapi direalokasi. Yang lebih mampu kita keluarkan, lalu dialihkan kepada mereka yang lebih memenuhi kriteria,” kata Gus Ipul dalam Rapat Dengar Pendapat di DPR, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Berdasarkan data Kemensos, sebanyak 13,5 juta peserta dinonaktifkan sepanjang 2025. Namun, kuota nasional tetap berada di angka 96,8 juta jiwa, sehingga alokasi tersebut diberikan kepada rumah tangga pada desil 1 sampai 4, yakni kelompok masyarakat termiskin.

Temuan sebelumnya menunjukkan ketimpangan penerima. Masih terdapat sekitar 54 juta warga miskin desil bawah yang belum menerima PBI, sementara lebih dari 15 juta orang desil 6-10 atau kelompok relatif mampu justru tercatat sebagai peserta.

Untuk itu, pemerintah melakukan verifikasi dan validasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah daerah agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran.

Kemensos juga mencatat, dari jutaan peserta yang dinonaktifkan, sebagian beralih menjadi peserta mandiri karena dinilai mampu membayar iuran sendiri. Sebagian lainnya ditanggung pemerintah daerah melalui skema Universal Health Coverage (UHC).

“Ini bagian dari pembenahan agar bansos dan subsidi sosial benar-benar diterima yang berhak,” ujarnya.

Selain realokasi, pemerintah tetap membuka mekanisme reaktivasi bagi warga yang merasa layak, termasuk melalui dinas sosial daerah, aplikasi Cek Bansos, hingga layanan pengaduan 24 jam.

Dengan pembaruan data tersebut, Kemensos berharap program PBI JKN semakin adil, tepat sasaran, dan efektif melindungi masyarakat miskin dari beban biaya kesehatan.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Analisis Industri di Balik Kesuksesan Bisnis Rintisan Modal Kecil

    Analisis Industri di Balik Kesuksesan Bisnis Rintisan Modal Kecil

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Analisis industri adalah proses evaluasi kondisi dan tren dalam sebuah industri untuk memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Umumnya, analisis ini melibatkan pengumpulan data dan informasi dari berbagai sumber. Berdasarkan data, rata-rata perusahaan melakukan analisis industri setiap 6 bulan sekali. Analisis industri adalah proses sistematik untuk memahami struktur, tren, dan dinamika dalam suatu […]

  • Kemenko PMK dan UNICEF Inisiasi Penyusunan RAN Indonesia Bebas Timbal

    Kemenko PMK dan UNICEF Inisiasi Penyusunan RAN Indonesia Bebas Timbal

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama UNICEF Indonesia menginisiasi langkah strategis penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) Indonesia Bebas Timbal melalui kegiatan Kick-Off Meeting dan Pembentukan Technical Working Group (TWG) yang dilaksanakan di Jakarta, pada Senin (10/11/2025). Kegiatan ini menjadi titik awal penguatan komitmen lintas kementerian dan lembaga dalam […]

  • Membangun Suksesi Kepemimpinan Efektif Melalui Perencanaan yang Matang

    Membangun Suksesi Kepemimpinan Efektif Melalui Perencanaan yang Matang

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Suksesi kepemimpinan adalah proses pengalihan tanggung jawab dan wewenang dari pemimpin lama ke pemimpin baru. Umumnya, proses ini memakan waktu sekitar 6-12 bulan untuk memastikan transisi yang lancar. Berdasarkan data, perencanaan suksesi yang baik dapat meningkatkan keberhasilan perusahaan. Suksesi kepemimpinan adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan mempersiapkan individu untuk mengambil alih posisi […]

  • Hari Ozon Sedunia 2025: Pemuda Balikpapan lakukan aksi Kepedulian Lingkungan

    Hari Ozon Sedunia 2025: Pemuda Balikpapan lakukan aksi Kepedulian Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Azam
    • 0Komentar

    Balikpapan – Kamis (02/10) Suasana Kebun Raya Balikpapan, dipenuhi semangat hijau saat ratusan pelajar memperingati Hari Ozon Sedunia 2025. Dengan mengusung tema global “From Science to Global Action”, kegiatan ini mengajak generasi muda tak berhenti pada pengetahuan, tetapi mewujudkan aksi nyata menjaga atmosfer bumi. Lebih dari 150 pelajar SMP dan SMA se-Balikpapan mengikuti acara yang […]

  • Dampak Kebijakan Impor Terhadap Industri Tekstil Nasional untuk UMKM

    Dampak Kebijakan Impor Terhadap Industri Tekstil Nasional untuk UMKM

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kebijakan impor yang ketat cenderung melindungi produsen tekstil domestik dengan mengurangi persaingan harga murah dari luar negeri, sehingga membantu menjaga lapangan kerja dan menguatkan rantai pasok lokal. Namun, pembatasan yang berlebihan juga dapat membatasi akses bahan baku berkualitas dan menambah biaya produksi, yang pada akhirnya menurunkan daya saing produk Indonesia di pasar global. […]

  • Ilustrasi langkah hukum mengatasi wanprestasi dalam kerjasama bisnis: mediasi, gugatan, dan penyelesaian sengketa

    Pengambilan Keputusan yang Tepat dengan Menganalisis Risiko dan Manfaat

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Pengambilan keputusan adalah proses pemilihan alternatif terbaik dari beberapa pilihan untuk mencapai tujuan. Umumnya, pengambilan keputusan yang efektif melibatkan analisis data dan evaluasi risiko. Berdasarkan data, sekitar 60% keputusan bisnis diambil berdasarkan insting. Pengambilan keputusan adalah proses sistematis untuk memilih opsi terbaik dari beberapa alternatif yang tersedia, dengan mempertimbangkan risiko dan manfaat yang […]

expand_less