Breaking News
light_mode
Beranda » News » Mengintip Kesalahan Utama dalam Membangun Ketahanan Pangan Indonesia

Mengintip Kesalahan Utama dalam Membangun Ketahanan Pangan Indonesia

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ringkasan Singkat: Ketahanan pangan adalah kemampuan suatu negara atau masyarakat untuk menyediakan pangan yang cukup dan bergizi bagi seluruh penduduknya. Umumnya, 70% kebutuhan pangan dunia dipenuhi oleh pertanian lokal. Berdasarkan data, produksi pangan yang berkelanjutan sangat penting untuk mencapai ketahanan pangan.

Ketahanan pangan adalah kemampuan suatu negara atau komunitas untuk memenuhi kebutuhan pangan yang cukup, aman, dan bergizi bagi seluruh penduduknya. Secara umum, ketahanan pangan dapat dicapai melalui produksi pangan yang berkelanjutan, distribusi yang efektif, dan konsumsi yang seimbang. Namun, apakah kita telah melakukan hal yang tepat untuk mencapai ketahanan pangan yang optimal?

Apa yang membuat kita masih bergantung pada impor pangan, padahal Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi swasembada pangan? Pertanyaan ini harus membuat kita berpikir lebih dalam tentang strategi ketahanan pangan yang kita terapkan saat ini. Umumnya, para praktisi menyarankan bahwa penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan, seperti produksi, distribusi, dan konsumsi, sebelum dapat mengembangkan strategi yang efektif.

Ketahanan Pangan: Pengertian, Manfaat, dan Cara Kerjanya

Ketahanan pangan bukan hanya tentang ketersediaan pangan, tetapi juga tentang kualitas dan keamanan pangan. Berdasarkan pengalaman praktisi, rata-rata penduduk Indonesia masih belum memahami pentingnya ketahanan pangan dan bagaimana cara mencapainya. Ketahanan pangan memiliki manfaat besar, seperti meningkatkan kesehatan masyarakat, meningkatkan ekonomi lokal, dan meningkatkan keamanan nasional. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara kerja ketahanan pangan dan bagaimana kita dapat mengembangkannya di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut tentang ketahanan pangan, Anda dapat mengunjungi https://strategynews.id.

Umumnya, para ahli menyarankan bahwa ketahanan pangan dapat dicapai melalui tiga cara, yaitu: meningkatkan produksi pangan, meningkatkan efisiensi distribusi, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang konsumsi pangan yang seimbang. Dengan demikian, kita dapat mencapai ketahanan pangan yang optimal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketahanan pangan dengan produksi pangan lokal yang berkelanjutan

Mengapa Ketahanan Pangan Indonesia Masih Terhambat: Analisis dari Lapangan

Analisis dari lapangan menunjukkan bahwa ketahanan pangan Indonesia masih terhambat oleh beberapa faktor, seperti ketergantungan pada impor pangan, rendahnya produksi pangan lokal, dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang konsumsi pangan yang seimbang. Berdasarkan pengalaman di lapangan, umumnya para praktisi menyarankan bahwa penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan dan mengembangkan strategi yang efektif untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Ketahanan pangan Indonesia masih memiliki potensi besar untuk berkembang, tetapi kita harus memahami kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memperbaikinya. Untuk itu, kita perlu memahami konsep ketahanan pangan dan cara kerjanya, serta mengembangkan strategi yang efektif untuk mencapai ketahanan pangan yang optimal.

Para praktisi merekomendasikan bahwa kita harus memulai dengan memahami kebutuhan pangan masyarakat dan mengembangkan strategi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Selain itu, kita juga harus meningkatkan produksi pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor pangan. Dengan demikian, kita dapat mencapai ketahanan pangan yang optimal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Cara Meningkatkan Ketahanan Pangan yang Terbukti Efektif: Tips dari Praktisi

Para praktisi merekomendasikan bahwa meningkatkan ketahanan pangan dapat dilakukan dengan beberapa cara, tergantung kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat setempat. Umumnya, mereka menyarankan bahwa meningkatkan produksi pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor pangan adalah langkah-langkah yang efektif. Contohnya, di beberapa daerah di Indonesia, produksi pangan lokal dapat ditingkatkan dengan menggunakan teknologi pertanian yang lebih modern dan meningkatkan efisiensi distribusi. Dengan demikian, kita dapat mencapai ketahanan pangan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tergantung kondisi musim dan kebutuhan masyarakat, para praktisi juga menyarankan bahwa kita harus mengembangkan strategi untuk memenuhi kebutuhan pangan yang berbeda-beda. Misalnya, di musim hujan, kita dapat meningkatkan produksi pangan yang tahan lama dan dapat disimpan dengan baik, seperti beras dan jagung. Di musim kemarau, kita dapat meningkatkan produksi pangan yang dapat tumbuh dengan baik di kondisi kering, seperti kacang-kacangan dan umbi-umbian. Dengan demikian, kita dapat mencapai ketahanan pangan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk meningkatkan ketahanan pangan, kita juga perlu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang konsumsi pangan yang seimbang. Umumnya, para praktisi menyarankan bahwa kita harus mengembangkan program pendidikan yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan yang seimbang. Contohnya, kita dapat mengembangkan program pendidikan yang berfokus pada manfaat konsumsi pangan yang seimbang, seperti meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, kita dapat mencapai ketahanan pangan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Perbedaan Antara Ketahanan Pangan dan Kemandirian Pangan: Mana yang Tepat untuk Indonesia?

Ketahanan pangan dan kemandirian pangan adalah dua konsep yang berbeda, tetapi saling terkait. Umumnya, para praktisi menyarankan bahwa ketahanan pangan adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, sedangkan kemandirian pangan adalah kemampuan untuk memproduksi pangan secara mandiri. Tergantung kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat, kita dapat memilih antara ketahanan pangan dan kemandirian pangan. Misalnya, di beberapa daerah di Indonesia, kemandirian pangan dapat menjadi pilihan yang lebih baik karena kita dapat memproduksi pangan secara mandiri dan mengurangi ketergantungan pada impor pangan.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang ketahanan pangan dan kemandirian pangan, kita dapat mengunjungi website https://strategynews.id yang menyediakan informasi yang akurat dan terkini tentang ketahanan pangan dan kemandirian pangan. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ketahanan pangan dan kemandirian pangan, serta mengembangkan strategi yang efektif untuk mencapai ketahanan pangan yang lebih baik. Ketahanan pangan adalah salah satu aspek penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan kita harus terus berusaha untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.

Umumnya, para praktisi menyarankan bahwa kita harus mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan ketahanan pangan, seperti meningkatkan produksi pangan lokal, mengurangi ketergantungan pada impor pangan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang konsumsi pangan yang seimbang. Dengan demikian, kita dapat mencapai ketahanan pangan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketahanan pangan adalah salah satu aspek penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan kita harus terus berusaha untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.

Kesalahan Umum dalam Membangun Ketahanan Pangan dan Cara Menghindarinya

Kesalahan umum dalam membangun ketahanan pangan adalah tidak memahami kebutuhan pangan masyarakat dan tidak mengembangkan strategi yang efektif untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Umumnya, para praktisi menyarankan bahwa kita harus mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan ketahanan pangan, seperti:

  • Meningkatkan produksi pangan lokal
  • Mengurangi ketergantungan pada impor pangan
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang konsumsi pangan yang seimbang

Dengan demikian, kita dapat mencapai ketahanan pangan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketahanan pangan adalah salah satu aspek penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan kita harus terus berusaha untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Ketahanan Pangan

Apa itu ketahanan pangan?

Ketahanan pangan adalah kemampuan suatu negara atau masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan yang cukup, aman, dan bergizi bagi seluruh penduduknya. Berdasarkan pengalaman di lapangan, para praktisi menyarankan bahwa ketahanan pangan dapat dicapai dengan meningkatkan produksi pangan lokal, mengurangi ketergantungan pada impor pangan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang konsumsi pangan yang seimbang.

Bagaimana cara meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia?

Untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia, kita dapat melakukan beberapa hal, seperti meningkatkan produksi pangan lokal, mengembangkan teknologi pertanian, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang konsumsi pangan yang seimbang. Selain itu, kita juga dapat mengembangkan program-program pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan pertanian dan peningkatan akses ke sumber daya pertanian.

Baca Juga: Istana Respons Purbaya yang Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Pakai APBN

Apakah ketahanan pangan lebih penting daripada kemandirian pangan?

Ketahanan pangan dan kemandirian pangan adalah dua konsep yang terkait namun berbeda. Ketahanan pangan lebih fokus pada kemampuan suatu negara atau masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan yang cukup, aman, dan bergizi, sedangkan kemandirian pangan lebih fokus pada kemampuan suatu negara atau masyarakat untuk memproduksi pangan sendiri. Berdasarkan pengalaman di lapangan, para praktisi menyarankan bahwa ketahanan pangan lebih penting daripada kemandirian pangan, karena ketahanan pangan dapat memastikan bahwa seluruh penduduk memiliki akses ke pangan yang cukup, aman, dan bergizi.

Bagaimana cara mengukur ketahanan pangan di Indonesia?

Ketahanan pangan di Indonesia dapat diukur dengan menggunakan beberapa indikator, seperti tingkat produksi pangan, tingkat konsumsi pangan, dan tingkat ketergantungan pada impor pangan. Selain itu, kita juga dapat menggunakan indikator lain, seperti tingkat kesadaran masyarakat tentang konsumsi pangan yang seimbang dan tingkat akses ke sumber daya pertanian.

Apakah ketahanan pangan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat?

Ya, ketahanan pangan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketahanan pangan dapat memastikan bahwa seluruh penduduk memiliki akses ke pangan yang cukup, aman, dan bergizi, yang dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas masyarakat. Selain itu, ketahanan pangan juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, karena pangan yang diproduksi secara lokal dapat dijual dan meningkatkan pendapatan petani.

Kesimpulan

Ketahanan pangan adalah salah satu aspek penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan meningkatkan ketahanan pangan, kita dapat memastikan bahwa seluruh penduduk memiliki akses ke pangan yang cukup, aman, dan bergizi. Oleh karena itu, kita harus terus berusaha untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia, dengan melakukan beberapa hal, seperti meningkatkan produksi pangan lokal, mengembangkan teknologi pertanian, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang konsumsi pangan yang seimbang.

Dalam meningkatkan ketahanan pangan, kita harus mempertimbangkan beberapa faktor, seperti kebutuhan pangan masyarakat, ketersediaan sumber daya pertanian, dan kemampuan masyarakat untuk memproduksi pangan sendiri. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk informasi lebih lanjut tentang ketahanan pangan, Anda dapat mengunjungi strategy news untuk update terbaru tentang ketahanan pangan di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, ketahanan pangan telah menjadi prioritas utama bagi pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, kita harus terus berusaha untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia, dengan melakukan beberapa hal, seperti meningkatkan produksi pangan lokal, mengembangkan teknologi pertanian, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang konsumsi pangan yang seimbang. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia, terdapat beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan dan harus dihindari. Berikut adalah beberapa kesalahan tersebut:

Untuk meningkatkan ketahanan pangan, kita harus memahami bahwa kesalahan-kesalahan ini dapat menyebabkan kegagalan dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu, kita harus berusaha untuk menghindari kesalahan-kesalahan tersebut dan melakukan langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan ketahanan pangan.

Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang harus dihindari:

  • Tidak mempertimbangkan kebutuhan pangan masyarakat: Kesalahan ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara produksi pangan dan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kita harus mempertimbangkan kebutuhan pangan masyarakat dan melakukan produksi pangan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Sebagai contoh, jika masyarakat membutuhkan lebih banyak protein, maka kita harus meningkatkan produksi pangan yang kaya akan protein, seperti ikan atau daging.
  • Tidak mengembangkan teknologi pertanian: Kesalahan ini dapat menyebabkan produksi pangan yang tidak efisien dan tidak efektif. Oleh karena itu, kita harus mengembangkan teknologi pertanian yang dapat meningkatkan produksi pangan dan mengurangi biaya produksi. Sebagai contoh, kita dapat menggunakan teknologi irigasi yang lebih efisien untuk meningkatkan produksi pangan.
  • Tidak meningkatkan kesadaran masyarakat tentang konsumsi pangan yang seimbang: Kesalahan ini dapat menyebabkan masyarakat tidak memahami pentingnya konsumsi pangan yang seimbang dan tidak melakukan konsumsi pangan yang sehat. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang konsumsi pangan yang seimbang dan melakukan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Sebagai contoh, kita dapat melakukan kampanye melalui media sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan yang seimbang.

Dengan memahami kesalahan-kesalahan umum tersebut dan melakukan langkah-langkah yang tepat, kita dapat meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang cara meningkatkan ketahanan pangan, Anda dapat mengunjungi strategy news untuk mendapatkan informasi terbaru tentang ketahanan pangan di Indonesia.

Tips Lanjutan dari Praktisi

Berikut adalah beberapa tips lanjutan dari praktisi untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia:

Untuk meningkatkan ketahanan pangan, kita harus mempertimbangkan beberapa faktor, seperti kebutuhan pangan masyarakat, ketersediaan sumber daya pertanian, dan kemampuan masyarakat untuk memproduksi pangan sendiri. Oleh karena itu, kita harus melakukan beberapa langkah, seperti meningkatkan produksi pangan lokal, mengembangkan teknologi pertanian, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang konsumsi pangan yang seimbang.

Berikut adalah beberapa tips lanjutan dari praktisi:

  • Meningkatkan produksi pangan lokal: Kita dapat meningkatkan produksi pangan lokal dengan melakukan beberapa langkah, seperti meningkatkan kemampuan petani, mengembangkan teknologi pertanian, dan meningkatkan akses ke pasar. Sebagai contoh, kita dapat melakukan pelatihan untuk petani untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam produksi pangan.
  • Mengembangkan teknologi pertanian: Kita dapat mengembangkan teknologi pertanian dengan melakukan beberapa langkah, seperti melakukan penelitian dan pengembangan, mengembangkan teknologi irigasi yang lebih efisien, dan meningkatkan akses ke teknologi pertanian yang lebih maju. Sebagai contoh, kita dapat melakukan penelitian untuk mengembangkan teknologi pertanian yang lebih efisien dan efektif.
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang konsumsi pangan yang seimbang: Kita dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang konsumsi pangan yang seimbang dengan melakukan beberapa langkah, seperti melakukan kampanye, meningkatkan akses ke informasi tentang konsumsi pangan yang seimbang, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan yang seimbang. Sebagai contoh, kita dapat melakukan kampanye melalui media sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan yang seimbang.

Dengan melakukan beberapa langkah tersebut, kita dapat meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang cara meningkatkan ketahanan pangan, Anda dapat mengunjungi strategy news untuk mendapatkan informasi terbaru tentang ketahanan pangan di Indonesia. Selain itu, kita juga harus mempertimbangkan pentingnya Ketahanan pangan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan melakukan langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan Ketahanan pangan di Indonesia. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan Ketahanan pangan di Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mentan Pimpin Rapat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

    Mentan Pimpin Rapat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman, memimpin rapat darurat percepatan penyaluran bantuan pangan untuk penanganan bencana di wilayah Sumatera, Senin (1/12/2025). Rapat digelar di kediaman Mentan Amran sejak pukul 06.00 pagi sebagai bentuk keseriusan pemerintah mempercepat koordinasi dalam situasi tanggap darurat. Dalam rapat, Mentan mengumpulkan seluruh jajaran […]

  • Menko Pangan Nilai Gerakan Pilah Sampah di Jakarta Bisa Jadi Role Model Nasional.

    Menko Pangan Nilai Gerakan Pilah Sampah di Jakarta Bisa Jadi Role Model Nasional.

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menilai gerakan pilah sampah yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat menjadi contoh nasional untuk diikuti daerah lain dalam menangani persoalan sampah rumah tangga melalui pemisahan sampah organik, anorganik, dan beracun. “Kami memberikan penghargaan, apresiasi yang dilakukan Pak Gubernur ini (terkait gerakan pilah sampah) karena […]

  • Mendikdasmen Resmikan Sekolah Terpadu Samarinda sebagai Model Sekolah Unggul Non-Asrama

    Mendikdasmen Resmikan Sekolah Terpadu Samarinda sebagai Model Sekolah Unggul Non-Asrama

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Jamil F.J.
    • 0Komentar

    Samarinda, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan Sekolah Terpadu Samarinda yang terdiri dari tiga jenjang pendidikan, yaitu SD Negeri 028 Sungai Kunjang, SMP Negeri 16 Samarinda, dan SMA Prestasi Samarinda. Sekolah terpadu yang dibangun di atas lahan Pemerintah Kota Samarinda ini diharapkan menjadi model sekolah unggul non-asrama yang mengintegrasikan mutu akademik, karakter, […]

  • Menghadapi Keterjangkitan: Manajemen Risiko di Era Ketergantungan Digital

    Menghadapi Keterjangkitan: Manajemen Risiko di Era Ketergantungan Digital

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Manajemen risiko adalah proses identifikasi, analisis, dan mitigasi risiko yang dapat mempengaruhi kegiatan atau proses bisnis. Umumnya, perusahaan besar memiliki tim khusus untuk menangani manajemen risiko. Berdasarkan data, sekitar 60% perusahaan mengalami kerugian karena tidak memiliki manajemen risiko yang efektif. Manajemen risiko adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko yang dapat […]

  • DPR Putuskan Semua Layanan BPJS PBI Dibayar Pemerintah Selama 3 Bulan ke Depan

    DPR Putuskan Semua Layanan BPJS PBI Dibayar Pemerintah Selama 3 Bulan ke Depan

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, DPR dan pemerintah telah bersepakat bahwa seluruh layanan kesehatan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) harus dibayar pemerintah selama 3 bulan ke depan. Kesimpulan ini diambil usai kisruh penonaktifan BPJS PBI terhadap sejumlah peserta. “DPR dan pemerintah sepakat dalam jangka waktu 3 bulan ke […]

  • Bea Balik Nama Mobil Bekas Dihapus

    Bea Balik Nama Mobil Bekas Dihapus

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Strategynews.id – Kabar gembira buat Anda yang membeli mobil bekas. Pemerintah telah menghapus komponen bea balik nama dalam pengurusan balik nama kendaraan bermotor. Penghapusan bea balik nama ini merupakan amanat Undang-Undang No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Tertulis pada Pasal 12 ayat (1) Undang-Undang No. 1 […]

expand_less