Robot Humanoid Bekerja di Mal China Tarik Perhatian Publik
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 17 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Strategynews.id – Ibu Kota Wuhan, Perkembangan teknologi di negeri cina sangat cepat, salah satunya Hubei menarik perhatian masyarakat karena menampilkan pemandangan robot-robot yang bekerja di sebuah toko. Toko bernama 7S yang dikelola oleh Pusat Inovasi Robot Humanoid Hubei ini menampilkan robot yang melakukan berbagai tugas, mulai dari kasir dan perawatan hingga perakitan industri dan hiburan.
Model toko “7S” ini dikembangkan dari konsep tradisional otomotif “4S” yang mengacu pada penjualan, layanan, suku cadang, dan survei (penjualan, servis, suku cadang, dan survei). Toko ini menambahkan fungsi solusi, pameran, dan pendidikan (solution, mshow and school) untuk menciptakan ekosistem terintegrasi bagi industri dan konsumen.
“Dari perangkat AI hingga robot humanoid dan aksesorinya, kami menawarkan lebih dari 70 produk dengan harga mulai dari beberapa ratus hingga ratusan ribu yuan,” kata Li Zhengxiang, ketua pusat inovasi tersebut, dikutip dari Xinhua, Senin (17/11/2025).
Selain sebagai toko ritel, toko ini berfungsi sebagai pusat pelatihan dan pendidikan yang menawarkan kursus operator dan pemeliharaan untuk insinyur serta kelas pemrograman untuk siswa.
Di zona pengalaman, anak-anak juga dapat bermain sepak bola dengan robot humanoid atau menonton pertandingan tinju robot dengan harga murah.
Wuhan sedang berkembang pesat sebagai pusat utama industri robot humanoid Tiongkok, dengan enam produsen mesin, lebih dari 80 perusahaan inti, dan hampir 1.000 perusahaan terkait.
Kota ini juga mendorong penggunaan robot humanoid di sektor-sektor seperti otomotif, logistik farmasi, dan peralatan rumah tangga pintar. Mereka telah membangun beberapa lini produksi dan model pabrik.
Pejabat setempat mengatakan Wuhan akan memberikan dana investasi industri senilai 1 miliar yuan (sekitar US$141 juta) untuk mendukung pengembangan perusahaan di berbagai bidang dan membangun kluster industri robot humanoid senilai 100 miliar yuan pada tahun 2027.
“Dengan basis industri yang kuat dan sumber daya manusia yang berlimpah, Wuhan memiliki keunggulan unik dalam mengembangkan industri robot humanoid,” kata Li.
“Dengan menempatkan toko 7S kami di area komersial, kami bertujuan untuk membuat teknologi canggih dapat diakses oleh semua orang, dan setiap interaksi dengan pelanggan membantu kami meningkatkan produk dan aplikasi di masa depan,” tambahnya.
Lebih lanjut, gerai di Wuhan tersebut merupakan bagian dari eksperimen gelombang ritel bertema robot yang sedang berlangsung di seluruh negeri.
Pada bulan Juli, toko robot “6S” yang diklaim sebagai yang pertama di dunia dibuka di Shenzhen, pusat teknologi selatan Cina.
Sebulan kemudian, Robot Mall Beijing, ruang pameran robot “4S” seluas 4.000 meter persegi, diluncurkan selama festival konsumsi robot. Gelaran tersebut menampilkan lebih dari 50 produk yang mencakup robotika medis, industri, dan pendamping.
Analis industri mengatakan upaya ini mencerminkan semangat Tiongkok untuk mengintegrasikan robotika ke dalam kehidupan sehari-hari. Laporan dari lembaga think tank memperkirakan bahwa pada tahun 2045, Tiongkok akan memiliki lebih dari 100 juta robot humanoid yang dioperasikan di berbagai industri, menciptakan nilai pasar total sekitar 10 triliun yuan.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar