Mengenal Komponen Utama Mobil Listrik dan Cara Kerjanya

Date:

Share post:

Mobil listrik kini semakin populer karena dianggap ramah lingkungan, efisien, dan lebih hemat biaya operasional dibanding mobil berbahan bakar fosil.

Namun, banyak orang masih belum mengetahui apa saja komponen utama yang ada di balik teknologi kendaraan ini. Berikut penjelasan komponen penting mobil listrik beserta fungsinya:

1. Baterai Traksi (Traction Battery Pack)
Baterai merupakan jantung dari mobil listrik. Energi yang digunakan untuk menggerakkan motor listrik disimpan dalam baterai, biasanya berjenis Lithium-ion. Kapasitas baterai sangat menentukan jarak tempuh kendaraan.

2. Motor Listrik (Electric Motor)
Motor listrik mengubah energi listrik menjadi energi mekanik untuk memutar roda. Mobil listrik umumnya menggunakan motor AC atau motor DC dengan torsi instan sehingga mampu memberikan akselerasi yang cepat.

3. Inverter
Inverter berfungsi mengubah arus DC (Direct Current) dari baterai menjadi arus AC (Alternating Current) yang dibutuhkan motor listrik. Selain itu, inverter juga bekerja sebaliknya saat proses regenerative braking, yaitu mengubah energi gerak kembali menjadi listrik untuk mengisi baterai.

4. Controller / Power Electronics Controller
Komponen ini bisa disebut sebagai “otak” sistem tenaga. Controller mengatur aliran listrik dari baterai ke motor sesuai perintah pedal akselerator. Dengan demikian, kendaraan dapat melaju dengan kecepatan dan torsi yang sesuai kebutuhan.

5. On-Board Charger (OBC)
Saat mobil dihubungkan ke sumber listrik eksternal, OBC berfungsi mengatur dan mengubah listrik AC dari charger menjadi DC untuk disimpan di dalam baterai.

6. DC-DC Converter
Baterai utama mobil listrik bekerja dengan tegangan tinggi (ratusan volt). Agar bisa menghidupkan komponen standar mobil seperti lampu, audio, atau wiper yang hanya membutuhkan 12 volt, digunakanlah DC-DC Converter.

7. Sistem Pendingin (Cooling System)
Untuk menjaga kinerja optimal, komponen seperti baterai, motor, dan inverter membutuhkan pendinginan. Sistem ini bisa berupa pendingin cairan maupun udara agar suhu tetap stabil.

8. Transmisi / Gear Reduction
Mobil listrik tidak memerlukan transmisi rumit seperti mobil bensin. Biasanya hanya menggunakan single-speed reduction gear, karena motor listrik sudah mampu menghasilkan torsi besar sejak awal.

9. Port Pengisian (Charging Port)
Charging port adalah pintu masuk energi dari luar. Melalui port ini, mobil bisa dihubungkan dengan charger rumah maupun stasiun pengisian cepat.

10. Sistem Kendali dan Software (VCU & BMS)
Selain perangkat keras, mobil listrik juga bergantung pada perangkat lunak. Vehicle Control Unit (VCU) mengintegrasikan kerja semua komponen, sementara Battery Management System (BMS) memantau kesehatan, suhu, dan efisiensi baterai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Related articles

Izin 28 Perusahaan Dicabut Gara-gara Garap Hutan Lindung dan tak Bayar Pajak

Jakarta, Strategynews.id - Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap jenis pelanggaran yang dilakukan 28 perusahaan...

Gempa Guncang Beberapa Titik Wilayah Indonesia

Jakarta, Strategynews.id - Gempa dengan kekuatan magnitudo (M) 4,0 terjadi di Anyer, Banten. Gempa berada di kedalaman 144...

Skytrain Jakarta Tembus Tangsel dan Bogor dikaji, Mudahkan Warga Daerah Penyangga

Jakarta, Strategynews.id - Kementerian Perhubungan tengah mengkaji pengembangan moda transportasi baru berupa Skytrain alias kereta layang (kalayang) untuk...

Penerimaan Negara Merosot, OTT KPK Bukti Rendahnya Integritas Pegawai Pajak

Jakarta, Strategynews.id - Ketika APBN makin tertekan dan defisit mendekati batas 3 persen. Terciduknya pegawai pajak dalam operasi...